• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

Makanan Fermentai Kubis, Bisa Mencegah Stunting, Bagaimana demikian?

Hasil Penelitian Mahasiswa UB Berhasil Lolos Pendanaan Program PKM-RE dari kemdikbud

RedaksiPenulisRedaksi
14 Agustus 2024
in Berita
Waktu Membaca:2 menit membaca
A A
0
344
BAGIKAN
2k
DILIHAT
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterPrint PDF

JurnalPost.com – Kekurangan asupan gizi, terutama pada masa yang kritis seperti 1000 hari pertama kehidupan dapat menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan stunting. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukan angka stunting sebanyak 21,6%. Beberapa daerah seperti Sulawesi Barat, Papua, dan Nusa Tenggara Barat mengalami prevalensi stunting yang masih tergolong tinggi dan menyentuh angka >30%. Asupan dan status gizi antenatal menjadi salah satu faktor pengaruh stunting yang mencakup folat sebagai mikronutrien dengan peran besar selama kehamilan.

Dari permasalahan tersebut, muncul ide dan gagasan baru dari mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan dan Kebidanan Universitas Brawijaya membuat inovasi riset tentang pemanfaatan pangan fermentasi kubis (Sauerkraut) sebagai makanan terbarukan yang tinggi folat untuk mengatasi stunting.

Lima mahasiswa terdiri dari Rendy Zhanuarisma (Teknologi Pangan 2022), Riris Amelia Putri (Teknologi Pangan 2022), Giselle Terrencia (Teknologi Pangan 2022), Safa’atul Khoir (Kebidanan 2021), dan Putri Rizqiyyah Maisyaroh (Kebidanan 2021) dibawah bimbingan Wike Astrid Cahayani, S.Ked., M.Biomed dari Fakultas Kedokteran untuk mengembangkan inovasi Ekstrak Fermentasi Kubis (Sauerkraut) yang diuji coba pada Zebrafish Model Stunting dengan Induksi Rotenone. Penelitian ini didanai oleh Kemdikbudristek dan Universitas Brawijaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta tahun 2024 serta menjadi salah satu dari 11 tim yang lolos pendanaan dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

“Sayur kubis biasanya dikonsumsi dengan proses pengolahan panas yang memungkinkan terjadinya kerusakan senyawa folat dalam kubis tersebut. Sedangkan proses fermentasi tidak memerlukan panas sehingga mampu mempertahankan kandungan folatnya. Dengan adanya fermentasi mampu memecah nutrisi pada kubis sehingga penyerapan folat lebih optimal dan cepat” Ujar Rendy

Menurut Rendy, kasus stunting banyak disebabkan karena asupan folat yang belum tercukupi dimana manusia dewasa membutuhkan setidaknya 400 μg asam folat dalam sehari, sementara untuk ibu hamil membutuhkan minimal 600 μg. Proses fermentasi akan mengurangi kerusakan kandungan folat dalam kubis mentah. Berbeda halnya jika proses pengolahan kubis dilakukan dengan cara pemanasan, maka banyak 85-90% folat akan terdegradasi dan hilang. Sehingga, konsentrasi folat dalam sauerkraut yang diolah dengan metode fermentasi jauh lebih tinggi yaitu sebesar 20 μg per 100 gram kubis.

“Pada penelitian kami, hewan uji coba yaitu larva zebrafish hasil fertilisasi umur 2 jam dibuat model stunting dengan diberi larutan Rotenone. Lalu kami induksikan dengan ekstrak sauerkraut dengan konsentrasi garam berbeda yaitu 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10% yang telah kami buat. Kemudian kami lakukan pengukuran panjang badan pada hari yang berbeda” Tambahan dari Riris

Pada hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak sauerkraut mampu diserap lebih cepat oleh tubuh dan berpengaruh terhadap panjang badan larva zebrafish. Sehingga sauerkraut sangat berpotensi menjadi pangan fermentasi untuk meningkatkan folat dan mencegah stunting. Disisi lain proses pembuatan sauerkraut yang mudah sehingga semua orang dapat membuat di rumah. Sauerkraut juga memiliki rasa asam dan asin yang cocok untuk dikombinasikan dengan makanan lainnya.

Dengan penelitian ini diharapkan bisa memberikan inovasi pangan fermentasi yang tinggi folat dan mampu mengatasi kasus stunting di Indonesia serta sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk penanggulangan kasus stunting saat ini

Bagikan138MengirimTweet86BagikanPrint PDF
Sebelumnya

Edukasi Lingkungan: Peningkatan Pemahaman Sampah Plastik dan Pengenalan Barang Reusable

Berikutnya

Penyuluhan Mitigasi dan Penegakan Hukum Guna Mewujudkan Lingkungan Anti Judi Online

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.