
JurnalPost.com, 05 Agustus 2024- Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa atau yang sering disingkat PMM merupakan kegiatan di mana mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengabdi kepada masyarakat melalui keterlibatan praktik secara langsung ke lapangan. Hal tersebut. Sama seperti yang dilakukan oleh PMM Baktiku Negeri oleh kelompok 25 gelombang 3 yang sedang mengabdikan diri ke masyarakat Dusun Simpar, Desa Ngembe, Kecamatan Beji, Kabupaten pasuruan, Jawa Timur.Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
PMM UMM Kelompok 25 Gelombang 3 beranggotakan mahasiswa-mahasiswa jurusan Manajemen, yakni Triana Agustin, Mita Intania Audina, Azra Nathasya Putri, Moch.Vicky.O.H.S dan Muhammad Rangga Hijri. Kelima Mahasiswa ini ada dibawah bimbingan Ibu Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd., M.A., M.Ed Lead selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). PMM UMM Kelompok 25 Gelombang 3 mengusung tema “Membantu Masyarakat Mengenal Strategi Promosi untuk Meluaskan Jangkauan Pasar Guna Meningkatkan Penjualan Produk Komoditi Setempat di Desa Ngembe” yang bekerja sama dengan pihak Kantor Desa dan Kelompok Petani untuk mengadakan Program Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos Dari Hasil Panen kepada Kelompok Petani Desa Ngembe pada hari Senin (05/8/24)

Pupuk Kompos adalah salah satu jenis pupuk organik yang dibuat melalui proses penguraian bahan organik seperti sisa tanaman, daun kering, ranting, jerami, kotoran hewan, dan material organik lainnya. Proses penguraian ini dibantu oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang mengubah zat hara yang mudah diserap oleh tanaman. Program Sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari hasil panen pertanian yang dilakukan oleh Kelompok 25 Gelombang 3 PMM Baktiku Negeri di Desa Ngembe ini memiliki beberapa tujuan penting.
Pertama, Program ini mengatasi masalah warga Desa Ngembe yang mayoritas berkerja sebagai petani, Warga Desa Ngembe mengalami kesulitan dalam membeli pupuk subsidi awalnya warga Desa Ngembe dapat membeli pupuk subsidi sebanyak 6 ton. Karena adanya peraturan terbaru dalam membeli pupuk warga desa Ngembe hanya dapat membeli pupuk tersebut sebanyak 3-4 ton saja. Jumlah tersebut sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pupuk di lahan pertanian mereka. Oleh karena Kelompok 25 Gelombang 3 PMM Baktiku Negeri memberikan salah satu solusi yaitu melakukan sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari hasil pertanian mereka yang mayoritas menghasilkan padi dan jagung.

Kedua, Program ini dapat menjadikan penghasilan tambahan bagi warga Desa Ngembe karena dapat menjual hasil pupuk kompos baik kepada warga Desa Ngembe sendiri hingga Kabupaten Pasuruan. Jika sudah bisa mempraktekan hasil sosialisasi yang kami berikan beserta praktik kepada komoditas pertanian Desa Ngembe. Ketiga, Dapat menghemat biaya membeli pupuk urea dan Mengembalikan kesuburan unsur hara tanah yang menurun akibat seringnya menggunakan pupuk urea dan pestisida untuk mengusir hama, Hal ini dapat meningkatkan hasil pertanian yang lebih baik lagi.
Kelompok 25 Gelombang 3 PMM Baktiku Negeri tidak hanya Memberikan sosialisasinya saja namun juga memberikan praktik kepada komoditas tani dan warga Desa Ngembe yang di jelaskan oleh narasumber kami yang ahli dalam bidangnya yaitu ibu Anik Nurhayati, S.Pt. Sehingga komoditas tani dan warga Desa Ngembe dapat mengimplementasikan pengolahan pupuk kompos dari hasil panen jagung dan padi.

Selain kegiatan penyuluhan tak lupa kami dari Kelompok 25 Gelombang 3 PMM Baktiku Negeri memberikan sesi diskusi untuk komoditas tani dan warga Desa Ngembe kepada narasumber agar lebih memahami penyuluhan dan praktik yang sudah diberikan oleh ibu Anik Nurhayati, S.Pt. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh Komoditas tani dan Warga Desa Ngembe, Mereka sangat antusias dalam acara penyuluhan yang kami berikan dapat dilihat sesi diskusi yang penuh dengan canda tawa dan banyaknya warga memberikan pertanyaan kepada narasumber tentang permasalahan pada pertanian mereka. Dengan adanya kegiatan ini kami mengharapkan masalah pupuk yang dialami warga Desa Ngembe dapat teratasi dengan sosialisasi ini dan dengan adanya sosialisasi dapat meningkatkan pendapatan warga dengan menjual pupuk kompos dari hasil panen padi dan jagung yang telah diimplementasikan dari sosialisasi yang telah kami berikan.

Tidak hanya program sosilisasi, Dengan semangat pengabdian, mahasiswa UMM tidak hanya membantu petani Desa Ngembe memanen hasil bumi, tetapi juga turut serta dalam meningkatkan nilai tambah hasil panen tersebut. Melalui kegiatan hilirisasi, mahasiswa memberikan keterampilan baru kepada petani sehingga produk pertanian Desa Ngembe dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Ngembe.




