Penulis: Dian Hutami Rahmawati
Malang, JurnalPost.com – Di era digital yang serba cepat, kemampuan literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu menuntun siswa agar bijak dan kritis dalam menggunakan media digital. Dalam konteks upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), literasi digital memegang peranan vital untuk membentengi generasi muda dari berbagai bentuk penyalahgunaan informasi dan pengaruh negatif dunia maya.
Melalui literasi digital, guru diharapkan mampu mendeteksi, mencegah, sekaligus mengedukasi siswa agar tidak terjebak dalam konten atau jaringan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Pemahaman terhadap etika bermedia, kemampuan memilah informasi, serta kecakapan dalam menciptakan konten positif menjadi bekal penting bagi guru dalam menjalankan peran tersebut.
Berangkat dari urgensi inilah, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur turut berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Literasi Digital Dalam P4GN.”
Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s) poin ke-3 yakni Good Health and Well-Being. Literasi digital yang diarahkan pada pencegahan konten berbahaya, pergaulan berisiko, dan penyalahgunaan narkoba membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat secara fisik dan mental bagi peserta didik. Kegiatan ini juga mendukung SDGs poin ke-4 yakni Education Equality. Peningkatan kapasitas guru dalam literasi digital memperkaya metode pembelajaran abad 21, meningkatkan keterampilan pedagogis, dan menyiapkan guru untuk mendampingi siswa menghadapi tantangan serta risiko dunia digital. Tidak hanya itu kolaborasi antara BNN dan UPN Veteran Jawa Timur ini juga mendukung SDGs poin ke-17 yakni Partnerships for the Goals yang merupakan bentuk kemitraan strategis lintas sektor yang menunjukkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang cerdas digital serta bebas dari narkoba.
Kegiatan pelatihan ini difokuskan pada peningkatan literasi digital bagi para guru SMA di Kota Malang, khususnya dalam mendukung program P4GN. Melalui sesi interaktif, para peserta dibekali pemahaman mengenai bagaimana media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan kampanye anti-narkoba yang kreatif, inspiratif, serta relevan dengan karakter siswa generasi Z.
Materi yang disampaikan mencakup tiga aspek utama literasi digital, yaitu kemampuan kritis dalam mengonsumsi informasi (critical thinking), keterampilan dalam menciptakan konten positif (creative content creation), serta etika berkomunikasi di ruang digital (digital ethics). Para dosen Ilmu Komunikasi juga menekankan pentingnya peran guru sebagai role model dalam penggunaan media sosial yang sehat, aman, dan berdaya guna.
Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Dian Hutami Rahmawati, S.Sos., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa penguatan literasi digital bagi guru merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tangguh terhadap penyalahgunaan narkoba di era digital.
“Guru saat ini bukan hanya pengajar, tetapi juga figur panutan di dunia maya. Melalui literasi digital, guru bisa menjadi komunikator efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif P4GN kepada siswa, baik di ruang kelas maupun di media sosial,” ujar Dian Hutami.
Ia menambahkan bahwa pendekatan komunikasi digital yang tepat akan membantu guru memahami cara berinteraksi dengan siswa generasi digital native.
“Siswa zaman sekarang hidup di dunia digital. Karena itu, pesan tentang bahaya narkoba juga perlu dikemas dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan dunia mereka. Dengan pelatihan ini, kami ingin membantu guru agar mampu berkomunikasi dengan lebih relevan, persuasif, dan berdampak,” tambahnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah seperti BNN dalam membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan sekolah yang bebas narkoba sekaligus cerdas digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda