Sumenep, JurnalPos.com — Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang modern, inovatif, dan berbasis digital, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Digitalisasi Administrasi dan Penguatan Literasi Digital Sebagai Katalisator Pelayanan Publik yang Inovatif dan Berkelanjutan pada Pemerintah Desa di Kabupaten Sumenep” telah sukses diselenggarakan di Balai Desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Negeri Surabaya dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tim pengabdian diketuai oleh Deby Febriyan Eprilianto, S.Sos., MPA., dengan anggota Dr. Suci Megawati, M.Si., dan Galih Wahyu Pradana, S.A.P., M.Si..
Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan ini, meliputi urgensi pengembangan program Smart Village sebagai solusi modernisasi desa, pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media sosial, serta pengenalan prototype website desa Ladesa.id sebagai platform layanan administrasi dan informasi publik desa berbasis digital.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintahan desa, yaitu Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Bidan Desa, Kader Posyandu, Operator Desa, dan masyarakat. Kepala Desa Aebangraja, Achmad Ramli, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap program seperti ini dapat terus berkelanjutan untuk mendorong desa-desa di Kabupaten Sumenep memiliki website desa resmi guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, serta transparan.

“Saya berharap pemerintah desa bisa memiliki website desa yang mampu membantu pengelolaan administrasi dan layanan publik secara lebih baik dan terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim PKM, Deby Febriyan Eprilianto, S.Sos., MPA., juga memberikan pernyataan terkait pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini merupakan komitmen kami dari akademisi untuk ikut berkontribusi dalam mendukung percepatan transformasi digital di desa-desa, khususnya di Kabupaten Sumenep. Digitalisasi administrasi dan peningkatan literasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif dan transparan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan prototype website Ladesa.id diharapkan dapat menjadi model awal yang bisa direplikasi di desa-desa lain di wilayah Sumenep maupun Madura secara umum.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan dasar pengelolaan media sosial desa sebagai sarana informasi publik yang efektif serta pemahaman tentang pengembangan website desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam mendorong percepatan transformasi digital di desa-desa wilayah Kabupaten Sumenep.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda