JurnalPost.com - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan inovasi kuliner sehat melalui produk bernama DIMSANTARA, sebuah dimsum sehat berbasis pangan lokal yang memadukan nilai gizi dan teknologi digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya tren konsumsi dimsum di kalangan generasi muda, sekaligus kebutuhan akan alternatif makanan praktis yang lebih sehat.
Inovasi DIMSANTARA dikembangkan oleh tim mahasiswa UNESA yang diketuai oleh Ariel Rendra Pratama bersama Sandi Bagas Permana, Aulia Puja Dewanti, Dhita Berliana Tri Rahmawati Rawi, dan Mohamad Hermy Hibatulloh dengan bimbingan Bapak Dr. Risky Budianto., S.E., M.Ak. Produk ini dirancang untuk menjawab permasalahan terbatasnya varian makanan sehat berbasis bahan lokal yang mampu bersaing di pasar modern.
Pengembangan DIMSANTARA dilatarbelakangi oleh keprihatinan tim terhadap dominasi produk dimsum di pasaran yang cenderung tinggi lemak dan mengandung bahan pengawet, sehingga kurang memperhatikan aspek nilai gizi. Berdasarkan berbagai studi yang menunjukkan bahwa 64 persen generasi muda mulai mempertimbangkan faktor kesehatan dalam memilih makanan, DIMSANTARA hadir untuk mengisi celah pasar tersebut melalui pendekatan pangan fungsional berbasis lokal.

DIMSANTARA menggunakan kulit dimsum berbahan tepung beton yang berasal dari biji nangka, menghasilkan tekstur kenyal dan lembut serta bebas gluten. Untuk isian, produk ini memanfaatkan ikan bandeng yang kaya protein dan omega-3. Sebagai pelengkap, disertakan Spicy Ear Mushroom Sauce berbahan dasar jamur kuping yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan memberikan cita rasa pedas-umami. Produk ini dikemas dalam box aluminium foil dengan pilihan isi 6, 8, dan 16 potong.
Keunggulan lain dari DIMSANTARA terletak pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) pada kemasannya. Melalui pemindaian menggunakan ponsel, konsumen dapat mengakses informasi nilai gizi, asal-usul bahan baku lokal, serta tutorial penyajian secara interaktif. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi pangan sekaligus memberikan pengalaman konsumsi yang edukatif.
Selain fokus pada inovasi produk, DIMSANTARA juga mengusung prinsip ekonomi hijau dengan melibatkan petani dan nelayan lokal sebagai pemasok bahan baku utama. Penggunaan kemasan ramah lingkungan serta rencana pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual menjadi bagian dari strategi keberlanjutan usaha. Melalui inovasi ini, mahasiswa UNESA menunjukkan peran aktif generasi muda dalam mengembangkan pangan sehat berbasis lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda