
JurnalPost.com - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengangkat isu strategis pendidikan di era digital melalui karya inovatif Tim JAGONESAI yang berpartisipasi dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 Divisi Poster Digital Pendidikan dengan karya bertajuk “GENERASI PROMPT: Canggih Secara Digital, Tumpul Secara Intelektual”.
Tim yang diketuai oleh Ariel Rendra Pratama bersama Satrio Herlambang, Aina Nur Rohmatin, dan Mohamad Hermy Hibatulloh di bawah bimbingan Yetty Septiani Mustar, S.KM., M.P.H., mengangkat keresahan terhadap fenomena ketergantungan berlebihan generasi muda terhadap kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan analitis. Melalui visual simbolik yang kuat, poster ini menyoroti fenomena Generasi Prompt, yaitu generasi yang mahir memberi perintah pada mesin namun semakin kehilangan kedalaman berpikir akibat cognitive offloading dan risiko AI Dependency Syndrome. Karya ini membawa pesan kuat bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti nalar manusia, sekaligus mengajak pelajar dan mahasiswa agar lebih bijak menggunakan teknologi demi menjaga kualitas intelektual di tengah arus digitalisasi, sejalan dengan tujuan SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan ASTA CITA poin 4 tentang memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat juga diajak memberikan dukungan melalui interaksi di media sosial agar pesan literasi digital ini semakin luas menjangkau generasi muda.
Dokumentasi Pribadi
Tim JAGONESAI juga melaksanakan kampanye #BijakGunakanAI melalui lima bentuk aksi nyata. Pertama, kampanye media sosial dilakukan secara intensif melalui akun @BijakGunakanAI di Instagram, X (Twitter), dan TikTok dengan unggahan poster edukatif, video pendek, dan konten literasi digital. Kedua, tim melakukan kolaborasi dengan komunitas dan NGO untuk memperluas jangkauan penyebarluasan poster dan pesan kampanye. Ketiga, diskusi interaktif dan mini talkshow dilaksanakan bersama guru SD, SMP, SMA hingga dosen guna membuka ruang dialog kritis tentang dampak AI dan pentingnya berpikir mandiri. Keempat, dilakukan distribusi poster fisik melalui papan informasi kampus, area publik, serta pemanfaatan media layar seperti videotron UNESA. Kelima, tim melakukan penjaringan respon melalui formulir digital, tanggapan media sosial, serta pengumpulan testimoni langsung dari peserta kegiatan.
Salah satu peserta sosialisasi menyampaikan kesan positif terhadap kampanye ini, “Selama ini saya merasa AI itu selalu membantu dan mempermudah, tapi lewat poster dan diskusi ini saya jadi sadar kalau terlalu bergantung justru bikin kita malas mikir. Kegiatannya membuka wawasan dan bikin saya lebih reflektif dalam menggunakan AI, bukan asal pakai tapi tetap mengandalkan logika sendiri. Harapannya program seperti ini bisa terus dilanjutkan karena sangat relevan dengan kondisi pelajar dan mahasiswa saat ini.”
Tidak hanya itu, program ini juga memberikan dampak yang terukur dan nyata. Dari sisi jangkauan digital, kampanye berhasil menjangkau lebih dari 70.000 akun dalam satu bulan, dengan 87.720 tayangan di Instagram, poster kampanye mencapai lebih dari 60.000 views, serta performa tinggi di TikTok dengan 65.000 views dan 30.000 likes. Di platform X (Twitter), tagar #BijakGunakanAI mencapai lebih dari 500 penggunaan tagar dalam satu bulan. Di sisi edukasi langsung, kegiatan diskusi interaktif bersama tenaga pendidik berhasil meningkatkan kesadaran kritis tentang risiko ketergantungan AI dan pentingnya literasi digital. Distribusi poster fisik dan pemanfaatan videotron kampus turut memperluas jangkauan pesan ke masyarakat non-digital. Dampak sosial yang dihasilkan terlihat dari meningkatnya partisipasi audiens, testimoni positif, dan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menggunakan AI secara lebih etis, kritis, dan bertanggung jawab.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda