Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Data Keluarga Bicara: Saatnya Jaga Anak dari Stunting & Gangguan Mental

Data Keluarga Bicara: Saatnya Jaga Anak dari Stunting & Gangguan Mental

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
28 November 2025, 12.44 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Stunting
Ilustrasi

Oleh: Isnaini Septian Nur Rochmah

JurnalPost.com - Ketika mendengar kata stunting, sebagian besar orang langsung berpikir soal tinggi badan anak yang pendek atau gizi yang kurang. Padahal, stunting jauh lebih kompleks daripada sekedar persoalan fisik. Stunting bisa berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, bahkan kesehatan mental anak di masa depan. Artinya, stunting bukan hanya soal tubuh yang kerdil, tapi juga masa depan generasi yang terancam. Di sinilahh peran data keluarga menjadi sangat penting.

IKLAN

Data keluarga yang dihimpun oleh BKKBN melalu pendataan keluarga bukan sekedar kumpulan angka. Data ini memuat informasi detail mengenai kondisi keluarga, mulai dari status ekonomi, pendiidkan orang tua, hingga kondisi kesehatan iibu dan anak. Data tersebut bisa menjadi peta jalan untuk melihat keluarga mana yang rentan mengalami stunting, sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Tim Pengabdian
Baca Juga

Cegah Stunting, FKKH Undana Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak di Kelurahan Bello

Pendataan keluarga merupakan fondasi penting dalam upaya penganggulangan stunting. Proses pendataan dilakukan secara by name by address melalui kunjungan langsung rumah ke rumah yang dilakukan oleh kader pendata, kemudian data dimasukkan mellaui aplikasi digital agar dapat langsung diverifikasi, dan divalidasi. Ketika ditemukan kelluarga dengan risiko stunting tinggi, BKKBN menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas sector. BKKBN bekerja sama dengan puskesmas, kader kesehatan, pemerintah daerah, badan pangan nasional untuk melakukan intervensi terarah, seperti kunjungan rumah, edukasi gizi, pemantauan ibu hamil, dan dukungan makanan bergizi.

IKLAN

Dalam praktiknya, efektivitas pemanfaatn data antara BKKBN dan tenaga kesehatan sangat ditentukan oleh koordinasi di lapangan. Kolaborasi ini terbukti membaantu penurunan angka stunting karena tenaga kesehatan dapat memanfaatkan data keluarga sebagai acuan untuk melakukan pendampingan intensif kepada sasaran prioritas. Jika melihat perkembangan terbaru, angka stunting nasional menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan survei gizi pemerintah, prevalensi stunting pada tahun 2024 turun menjadi 19,8 %, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 21,5%.

Namun, di balik itu semua, pengumpulan data masih menghadapi sejumlah hambatan. Beberapa wilayah mengalami kendala jaringan internet dan keterbatasan perangkat, sehingga proses input data bisa terhambat. Selain itu, beberapa keluarga enggan memberikan informasi detail karena alasan privasi atau ketidakpercayaan, sehingga data yang diterima tidak selalu lengkap.

Lebih jauh, data keluarga juga bisa membantu mencegah masalah mental pada anak. Bagaimana caranya? Dengan data, kita bisa menilai apakah sebuah keluarga memiliki risiko konflik, tekanan ekonomi, atau kurangnya dukungan sosial. Factor-faktor ini sangat berpengaruh pada pola asuh yang diberikan orang tua, yang ujungnya berimbas pada kesehatan mental anak.

Kolaborasi
Baca Juga

IPB University Gelar Workshop Edukasi Gizi: Ibu Balita Mulyaharja Belajar Menyusun Menu Cegah Stunting

Dengan kata lain, pemanfaatan data keluarga bukan hanya untuk mencegah stunting secara fisik, tetapi juga membangun lingkungan yang sehat secara psikologis. Namun, tantangannya adalah bagaimana membuat data ini benar-benar hidup. Sering kali, data hanya menjadi tumpukan berkas atau file digital yang jarang disentuh kembali. Padahal, data keluarga bisa menjadi senjata paling ampuh jika dikelola secara serius, terintegrasi dengan sistem kesehatan, pendidikan, dan sosial. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan konselor keluarga bisa bekerja bersama menggunakan data inn untuk menysusn strategi pencegahan stunting sekaligus membangun generasi yang sehat mental.

Saat data keluarga bicara, sejatinya itu adalah suara masyarakat yang perlu di dengar. Angka-angka itu mewakili wajah anak-anak yang butuh gizi cukup, kasih sayang yang hangat, dan lingkungan yang mendukunng. Maka, mari kita dorong agar data keluarga tidak hanya dilihat sebagai kewajiban administrasi, tetapi benar-benar menjadi nyawa kebijakan pembangunan. Karena dari data yang akurat dan dimanfaatkan dengan baik, kita bisa menjaga anak-anak kita. Bukan hanya dari stunting, tetapi juga dari ancamangangguan mental yang bisa membayangi masa depan mereka.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/data-keluarga-bicara-saatnya-jaga-anak-dari-stunting-gangguan-mental/88518/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.17 WITA

  • #Cegah Stunting

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.