Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. KB dan Kesehatan Mental: Peran Strategis BKKBN dalam Prespektif Bimbingan dan Konseling

KB dan Kesehatan Mental: Peran Strategis BKKBN dalam Prespektif Bimbingan dan Konseling

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
28 November 2025, 12.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kesehatan Mental

Oleh : Rahmi Dwi Savitri Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

JurnalPost.com - Program Keluarga Berencana (KB) kerap dipersepsikan sebagai urusan alat kontrasepsi semata. Namun di balik persoalan teknis tersebut, terdapat dimensi penting yang sering luput dari perhatian publik: kesehatan mental keluarga. Keputusan ber-KB bukan hanya soal alat apa yang digunakan, melainkan juga bagaimana pasangan memahami kemampuan emosional, kesiapan psikologis, serta kualitas hubungan yang mereka miliki. Di titik inilah peran BKKBN dan pendekatan bimbingan serta konseling menjadi sangat relevan.

IKLAN

Pada kenyataannya, banyak pasangan menghadapi tekanan saat menentukan metode KB. Sebagian merasa takut terhadap efek samping kontrasepsi, sebagian lagi khawatir dianggap belum siap memiliki anak, atau justru mengalami tekanan keluarga besar yang mendorong mereka segera memiliki keturunan. Situasi ini dapat memunculkan kecemasan, konflik, dan beban mental, terutama jika pasangan tidak memiliki ruang konsultasi yang aman dan objektif.

dok penulis
Baca Juga

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pendampingan KB seharusnya tidak berhenti pada penyuluhan teknis. Dalam perspektif bimbingan dan konseling, proses edukasi ber-KB harus membantu pasangan memahami kondisi psikologis mereka sebelum mengambil keputusan. Misalnya, apakah pasangan sudah mampu mengelola stres? Bagaimana komunikasi mereka dalam merencanakan masa depan? Apakah ada kekhawatiran yang perlu dibahas lebih dalam? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini membantu pasangan menyadari bahwa KB bukan sekadar memilih alat, tetapi memilih pola hidup keluarga yang lebih sehat.

BKKBN telah banyak mengembangkan pendekatan yang menekankan kualitas keluarga, namun integrasi bimbingan dan konseling perlu terus diperkuat. Konseling KB idealnya memberikan kesempatan kepada pasangan untuk berdialog terbuka, mengekspresikan keraguan, dan mengevaluasi kesiapan mental dalam membina keluarga. Dengan cara ini, keputusan ber-KB menjadi lebih matang dan tidak menimbulkan konflik atau tekanan emosional di kemudian hari.

IKLAN

Dalam banyak kasus, konflik rumah tangga muncul bukan karena perbedaan pilihan kontrasepsi, tetapi karena kurangnya komunikasi dan ketidakjelasan harapan antar pasangan. Konselor KB berperan membantu pasangan menyusun kesepahaman bersama mengenai tujuan keluarga: kapan ingin memiliki anak, berapa jumlah yang diinginkan, dan bagaimana membagi peran dalam pengasuhan. Jika komunikasi ini dibangun sejak awal, pasangan akan lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi setelah KB dilakukan.

Selain itu, integrasi layanan kesehatan mental dalam program KB juga penting untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih serius. Misalnya, beberapa perempuan mengalami kecemasan berlebih setelah menggunakan metode tertentu karena kekhawatiran terhadap perubahan fisik atau hormonal. Tanpa pendampingan yang memadai, kondisi ini bisa berkembang menjadi stres berkepanjangan. Pendekatan konseling dapat membantu mereka memahami perubahan tersebut, sekaligus memberikan dukungan mental yang diperlukan.

hustle culture pandangan sartre byung chul han
Baca Juga

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pendekatan bimbingan dan konseling juga membantu pasangan memandang KB sebagai upaya menjaga kualitas hidup, bukan sebagai pembatas kebebasan atau tekanan sosial. Melalui dialog yang terbuka dan edukatif, pasangan dapat mengurangi pemahaman keliru yang selama ini berkembang, seperti anggapan bahwa ber-KB hanya untuk perempuan atau bahwa keluarga kecil pasti lebih bahagia. Konseling membantu pasangan menyadari bahwa kebahagiaan keluarga ditentukan oleh kesiapan mental, kualitas komunikasi, serta kemampuan merencanakan masa depan secara realistis.

BKKBN memiliki peluang besar untuk menegaskan diri sebagai lembaga yang bukan hanya mengatur angka kelahiran, tetapi juga menjaga kesehatan psikologis keluarga Indonesia. Dengan memperkuat pendekatan konseling, BKKBN dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa penting bagi pasangan untuk mempertimbangkan aspek emosional sebelum menentukan pilihan kontrasepsi.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesehatan mental, integrasi KB dengan bimbingan dan konseling menjadi langkah strategis. Pasangan yang menerima konseling cenderung lebih percaya diri, lebih siap secara emosional, dan lebih kompak dalam merencanakan kehidupan rumah tangga. Hal ini akan berdampak langsung pada kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak, serta mendukung terwujudnya keluarga yang lebih sehat dan harmonis.

Pada akhirnya, KB seharusnya dipahami sebagai jalan menuju kehidupan keluarga yang berkualitas. Ketika pasangan mengambil keputusan dengan tenang, sadar, dan saling mendukung, keluarga menjadi lebih kuat, dan dari keluargalah lahir generasi yang sehat baik secara fisik maupun mental. Dengan memperkuat peran konseling, BKKBN bukan hanya mengendalikan pertumbuhan penduduk, tetapi juga turut membangun fondasi kesehatan mental keluarga Indonesia.

Seseorang berbaring di lantai dengan kaki bertumpu pada kursi putar tua, menggambarkan rasa enggan memulai pekerjaan.
Baca Juga

Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kb-dan-kesehatan-mental-peran-strategis-bkkbn-dalam-prespektif-bimbingan-dan-konseling/88506/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.05 WITA

  • #BKKBN
  • #Kesehatan Mental
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  4. 4

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.