Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. IPB University Gelar Workshop Edukasi Gizi: Ibu Balita Mulyaharja Belajar Menyusun Menu Cegah Stunting

IPB University Gelar Workshop Edukasi Gizi: Ibu Balita Mulyaharja Belajar Menyusun Menu Cegah Stunting

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
05 November 2025, 15.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kolaborasi

Bogor, JurnalPost.com — Sebagai bentuk nyata komitmen akademisi dalam menekan angka stunting di Indonesia, tim dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG), Sekolah Vokasi IPB University, menggelar kegiatan Workshop Perencanaan Menu untuk Mencegah Stunting pada Balita.

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 4 November 2025, di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dan menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Terpusat dan Terpadu Sekolah Vokasi IPB Tahun 2025 bertema “Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melalui Pendekatan Edukasi Gizi Terintegrasi.”

IKLAN

Workshop ini dibuka oleh Ketua Program Studi MIJMG, Annisa Rizkiriani, S.Gz., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keterampilan ibu-ibu dalam menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk tumbuh kembang anak.

Program Dosen
Baca Juga

Kolaborasi Dosen IPB dan Masyarakat Desa Petir dalam Program Dosen Pulang Kampung untuk Pengembangan Desa

“Upaya mencegah stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Keluarga, terutama ibu, memiliki peran utama dalam memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi dari bahan lokal yang tersedia,” jelas Annisa.

Turut hadir Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., yang menyampaikan apresiasinya atas kontribusi IPB University dalam mendampingi masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Edukasi seperti ini membantu ibu-ibu memahami cara memberi makan anak sesuai usia, sehingga tumbuh kembang balita di Mulyaharja bisa lebih optimal,” ujarnya.

Tiga Materi Kunci: Menu Sehat Berdasarkan Tahapan Usia Sebanyak 30 peserta, terdiri atas ibu balita dan kader posyandu, mengikuti kegiatan dengan antusias. Workshop diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, lalu dilanjutkan dengan tiga sesi utama yang disampaikan oleh dosen ahli dari MIJMG Sekolah Vokasi IPB.

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Materi pertama disampaikan oleh Rosyda Dianah, S.KM., M.KM., yang membahas perencanaan menu bagi bayi usia 6–8 bulan dan 9–11 bulan. Beliau menjelaskan pentingnya memperkenalkan tekstur makanan secara bertahap, menjaga kebersihan, serta memastikan kebutuhan energi terpenuhi. Peserta juga dikenalkan pada contoh olahan seperti Schotel Soun, kudapan kukus lembut berbahan soun, telur puyuh, dan sayuran.

Sesi kedua diisi oleh Annisa Rizkiriani, S.Gz., M.Si., yang memaparkan menu untuk anak usia 12–23 bulan. Dalam tahap ini, anak mulai dikenalkan pada makanan keluarga dengan porsi kecil. Salah satu contoh hidangan yang diperkenalkan adalah Bola-Bola Tahu, olahan tahu yang dipadukan dengan telur puyuh dan dilapisi tepung panir, sebagai alternatif camilan sehat yang disukai anak.

IKLAN

Materi ketiga disampaikan oleh Mia Mustika Hutria Utami, S.Gz., M.Gz., yang menjelaskan kebutuhan gizi untuk anak usia 2–5 tahun. Beliau menekankan pentingnya asupan cairan dan variasi makanan bergizi seimbang. Contoh menu yang diperkenalkan adalah Bola-Bola Mie, camilan praktis yang kaya energi dan protein dari mie telur serta telur puyuh.

Semua materi disusun berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan RI 2023 dan dilengkapi dengan contoh resep, takaran bahan, serta informasi kandungan gizi. Dengan pendekatan ini, peserta dapat langsung memahami konsep gizi seimbang dalam bentuk nyata.

Langkah Kecil Kurangi Sampah
Baca Juga

Kurangi Sampah dari Rumah, IPB University Ajarkan Warga Mulyaharja Membuat Eco Enzyme

Dari Edukasi ke Aksi Nyata Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti post-test untuk menilai peningkatan pemahaman. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan gizi, kemampuan mengenali kebutuhan makan anak berdasarkan usia, serta pemahaman tentang pentingnya protein hewani.

Kegiatan pengabdian tidak berhenti sampai di sini. Pada pertemuan berikutnya, tim IPB akan melaksanakan praktik memasak (cooking class) dengan tema “Memasak Menu Bergizi untuk Balita.” Dalam sesi ini, peserta akan mempraktikkan langsung menu-menu yang telah dirancang pada workshop sebelumnya.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, setiap peserta juga mendapatkan buku panduan “Pandai Menyiapkan MPASI” . Buku ini berisi contoh menu bergizi sesuai usia anak, prosedur pembuatan menu, serta dilengkapi dengan kalender gizi.

Kolaborasi

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa: Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi Kegiatan pengabdian ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa MIJMG IPB. Mahasiswa turut berperan dalam membantu pelaksanaan kegiatan, pendampingan peserta, serta dokumentasi kegiatan. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi contoh nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana kegiatan edukasi dan pengabdian berjalan beriringan dengan penerapan ilmu gizi terapan.

Melalui program ini, Sekolah Vokasi IPB University berharap masyarakat, khususnya ibu balita di Kelurahan Mulyaharja, semakin terampil dalam menyusun menu bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Langkah ini sejalan dengan komitmen IPB University dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya melalui inovasi gizi terapan. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di ruangan aula kelurahan, namun menjadi kebiasaan baru di dapur masyarakat,” tutup Mia.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, IPB University terus berupaya menjadikan edukasi gizi sebagai gerakan nyata untuk menekan angka stunting dan mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ipb-university-gelar-workshop-edukasi-gizi-ibu-balita-mulyaharja-belajar-menyusun-menu-cegah-stunting/87705/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #Berita Dosen
  • #Cegah Stunting
  • #Dosen IPB
  • #IPB University
  • #Pengabdian Masyarakat

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.