JurnalPost.com - Dulu, setiap kali membutuhkan surat keterangan atau sekadar ingin mengetahui persyaratan administrasi, warga Nagari Sunua Barat harus datang langsung ke kantor wali nagari. Tidak jarang mereka kembali pulang karena ada berkas yang belum lengkap atau informasi yang belum diketahui. Bagi warga yang tinggal cukup jauh dari kantor nagari, hal seperti ini tentu memerlukan waktu dan biaya tambahan.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan pelayanan publik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Nagari Sunua Barat. Informasi mengenai pelayanan administrasi, kegiatan pemerintahan, maupun potensi nagari masih didominasi melalui penyampaian secara langsung. Website nagari yang sebelumnya telah tersedia tidak lagi aktif, sementara pemanfaatan OpenSID belum berjalan optimal sebagai pusat informasi dan pelayanan. Akibatnya, masyarakat masih harus datang ke kantor nagari untuk memperoleh informasi yang sebenarnya dapat diakses secara daring. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan inklusif sebagaimana sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 16, yaitu membangun kelembagaan yang tangguh melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Website resmi Nagari Sunua Barat yang kembali aktif sebagai pusat informasi dan pelayanan digital masyarakat.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Melalui program digitalisasi yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang, berbagai informasi dan layanan nagari mulai tersedia dalam satu platform digital yang dapat diakses melalui telepon genggam. Masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pelayanan tatap muka untuk memperoleh informasi dasar mengenai administrasi nagari. Langkah ini menjadi awal transformasi pelayanan publik di Nagari Sunua Barat menuju layanan yang lebih cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang menghadirkan program digitalisasi Nagari Sunua Barat melalui reaktivasi website resmi nagari dan optimalisasi OpenSID sebagai pusat layanan informasi. Platform ini dikembangkan untuk menyajikan informasi mengenai profil nagari, layanan administrasi, berita pemerintahan, potensi daerah, serta berbagai informasi publik yang dapat diakses masyarakat kapan saja. Kehadiran website dan OpenSID menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat.
Mahasiswa KKN UNP menghadirkan layanan WhatsApp Business Nagari Sunua Barat untuk memudahkan akses informasi dan pelayanan masyarakat.
Inovasi berikutnya diwujudkan melalui WhatsApp Business yang dilengkapi dengan fitur auto-reply. Warga cukup mengirimkan pesan untuk mendapatkan informasi awal mengenai layanan administrasi seperti syarat pengurusan surat fisik dan template surat, informasi terkait media sosial nagari, jam operasional kantor nagari, serta informasi mengenai pin website layanan mandiri. Balasan otomatis yang tersedia membuat masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh informasi dasar. Layanan ini dirancang agar setiap pertanyaan masyarakat yang masuk ke nomor resmi nagari dapat langsung memperoleh balasan otomatis berisi informasi dasar mengenai jam pelayanan, persyaratan administrasi, maupun tautan menuju website nagari. Kehadiran layanan ini menjadi solusi sederhana, tetapi berdampak nyata karena mampu mempersingkat waktu masyarakat dalam memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke kantor wali nagari. Kehadiran WhatsApp Business juga membantu aparatur nagari dalam memberikan pelayanan yang lebih responsif dan terstruktur.
Digitalisasi pelayanan tidak akan berjalan optimal tanpa diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) yang dilakukan ke SDN 02 Nan Sabaris dan SDN 09 Nan Sabaris.. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa/i mengenai pentingnya keamanan digital, perlindungan anak di ruang siber, serta penggunaan teknologi secara bijak. Dengan demikian, program digitalisasi tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memperkuat literasi digital sebagai pengguna layanan.
Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi di tingkat nagari tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks, melainkan dari penyediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Nagari Sunua Barat, dan masyarakat, transformasi pelayanan publik mulai diwujudkan secara bertahap. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pelayanan digital yang berkelanjutan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan nagari yang lebih terbuka, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Secara perlahan, pelayanan di Nagari Sunua Barat mulai berubah. Jika sebelumnya masyarakat harus datang langsung ke kantor nagari hanya untuk menanyakan terkait persyaratan administrasi atau mencari informasi, sekarang sebagian kebutuhan tersebut dapat diakses melalui layanan digital yang telah disiapkan. Website nagari yang kembali aktif dan OpenSID yang dioptimalkan menjadi pintu baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lebih cepat dan praktis.
Pemerintah Nagari Sunua Barat menyambut positif program digitalisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UNP. Staff Keuangan Nagari Sunua Barat, Wirna Ayulis, mengungkapkan bahwa program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah nagari.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa KKN UNP. Program digitalisasi yang dibawa ke nagari ini sangat baik dan kami berharap website yang sebelumnya vakum dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan kedepannya”ujarnya.
Menurutnya, keberadaan website dan Whatsapp Business ini mampu meningkatkan efisiensi pelayanan karena masyarakat tidak perlu selalu datang ke kantor nagari hanya untuk menanyakan informasi atau persyaratan administrasi.
”Masyarakat bisa mengakses informasi dan layanan dari mana saja. Ini sangat membantu, terutama ketika ada kendala jarak maupun cuaca. Waktu dan tenaga masyarakat juga menjadi lebih hemat”,jelasnya. Ia juga berharap layanan digital yang telah dibangun dapat terus dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh Pemerintah Nagari Sunua Barat setelah program KKN berakhir.
Program digitalisasi Nagari Sunua Barat menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat, inovasi yang lahir selama KKN tidak hanya menjadi luaran program, tetapi juga menjadi fondasi menuju tata kelola pemerintahan negari yang lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Konsep ini sejalan dengan semangat KKN Berdampak UNP yang menekankan keberlanjutan dan perubahan nyata bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda