Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dosen dan Mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya Kenalkan Pestisida Nabati Paitan kepada Petani Lamongan

Dosen dan Mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya Kenalkan Pestisida Nabati Paitan kepada Petani Lamongan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
07 Agustus 2026, 10.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
TIM DS
Tim pengabdian FBiPK Universitas Brawijaya bersama petani dan mahasiswa KKN dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat FBiPK UB 2026 di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan
LAMONGAN, JurnalPost.com — Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendiseminasikan teknologi tepat guna berupa pestisida nabati berbahan baku lokal kepada Kelompok Tani Sumber Makmur 01 di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung pada 1 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut dipimpin oleh Dr. Mochammad Syamsulhadi, S.P., M.P. sebagai ketua tim pengabdian. Program ini diarahkan untuk memperkaya pilihan teknik pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) nonkimia yang dapat diterapkan secara mandiri oleh petani. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar desa sebagai bahan pestisida nabati guna mendukung budidaya padi yang lebih ramah lingkungan. Dr. Mochammad Syamsulhadi menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga pendampingan dan evaluasi bersama petani. DR45 Dr. Mochammad Syamsulhadi, S.P., M.P. memberikan sosialisasi dan pelatihan pestisida nabati berbahan lokal kepada petani Desa Miru. Melalui pendekatan tersebut, petani Desa Miru tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pestisida nabati, tetapi juga didampingi untuk memproduksi dan mengaplikasikannya secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Hasilkan PESNABILA Berbahan Paitan

Dari rangkaian kegiatan tersebut, tim menghasilkan dua produk pestisida nabati. Salah satunya adalah Pestisida Nabati Paitan-Lactobacillus atau PESNABILA. PESNABILA diformulasikan menggunakan air cucian beras, molase, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), serta bagian daun, batang, dan akar tanaman paitan (Tithonia diversifolia). Seluruh bahan tersebut kemudian diproses melalui fermentasi anaerob selama 21 hari. Proses fermentasi menggunakan sistem air lock sederhana yang memungkinkan petani untuk menerapkannya dengan peralatan yang relatif mudah diperoleh. ortt Proses fermentasi anaerob PESNABILA (Pestisida Nabati Paitan-Lactobacillus) menggunakan sistem air lock sederhana. Produk kedua adalah pestisida nabati berbahan dasar buah maja. Formulasi pestisida tersebut menggunakan buah maja, nanas, tepung beras, dan molase yang difermentasi selama satu bulan. Pestisida nabati buah maja dapat diaplikasikan melalui beberapa metode, mulai dari perendaman benih, pengocoran, hingga penyemprotan pada tanaman padi. Selain menghasilkan dua jenis pestisida nabati tersebut, tim FBiPK Universitas Brawijaya juga menyusun sejumlah Standard Operating Procedure (SOP) pendukung penggunaan agens hayati. SOP yang diperkenalkan antara lain BIOFRESH dan SOP Asam Amino. Kehadiran panduan tersebut diharapkan semakin memperkaya alternatif pengelolaan hama nonkimia yang dapat dipelajari dan direplikasi secara mandiri oleh kelompok tani.

Manfaatkan Bahan yang Tersedia di Desa

Kelompok Tani Sumber Makmur 01 memberikan respons positif terhadap program tersebut. Selama proses pendampingan, para petani diajak memanfaatkan sejumlah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti air cucian beras, tanaman paitan, dan buah maja. 56656 Alat fermentasi skala lebih besar yang digunakan dalam produksi agens hayati pendukung di Desa Miru. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dan dimanfaatkan sebagai alternatif untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia dalam budidaya tanaman padi. Keterlibatan langsung petani menjadi salah satu bagian penting dalam program ini. Dengan mempraktikkan sendiri proses pembuatan hingga pengaplikasian, teknologi yang diperkenalkan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, tetapi dapat terus dikembangkan oleh kelompok tani. Sebagai bentuk pengakuan terhadap implementasi teknologi tersebut, Pemerintah Desa Miru menerbitkan Surat Keterangan Pelaksanaan Implementasi Karya. Surat tersebut menjadi keterangan resmi atas penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat, dunia usaha, dan industri di wilayah Desa Miru. Mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya turut terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan di lapangan, hingga diseminasi hasil kepada masyarakat. Kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok tani tersebut diharapkan mampu memperkuat penerapan inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal yang mudah direplikasi masyarakat. Diseminasi teknologi pestisida nabati ini juga mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Melalui penggunaan bahan lokal dan penerapan pengendalian OPT nonkimia, program tersebut diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan produksi padi yang lebih sehat, berkelanjutan, serta mampu memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di tingkat desa. Kegiatan pengabdian dipimpin Dr. Mochammad Syamsulhadi, S.P., M.P. sebagai ketua tim, didampingi sejumlah dosen anggota serta mahasiswa KKN Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dosen-dan-mahasiswa-kkn-fbipk-universitas-brawijaya-kenalkan-pestisida-nabati-paitan-kepada-petani-lamongan/96600/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.17 WITA

  • #Universitas Brawijaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.