
Solok Selatan, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 menghidupkan kembali kegiatan didikan subuh bagi anak-anak dan remaja di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, mahasiswa juga membersihkan dan mengecat ulang Tugu PDRI yang kondisinya mulai lapuk dimakan usia.
Kegiatan didikan subuh dipusatkan di Masjid Syafruddin, salah satu bangunan bersejarah peninggalan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di nagari tersebut. Program ini digagas mahasiswa untuk kembali menghidupkan fungsi masjid sebagai ruang belajar dan pembinaan generasi muda, sekaligus mendekatkan anak-anak dengan sejarah kampung mereka sendiri.
Sementara itu, di Tugu PDRI, mahasiswa turun tangan membersihkan lumut, mengecat ulang bagian yang mulai pudar, serta memperbaiki area sekitar tugu agar lebih layak dikunjungi. Tugu ini didirikan pada 1981 sebagai penanda sejarah keberadaan PDRI di Bidar Alam, yang pernah menjadi pusat pemerintahan darurat terakhir sebelum dibubarkan pada Juli 1949. Sayangnya, catatan sejarah yang minim ditambah kondisi bangunan-bangunan tersebut yang kurang terpelihara membuat bukti perjuangan ini perlahan berada di ambang kelupaan, sebuah ironi mengingat kampung ini pernah menjadi salah satu titik penting perjalanan bangsa.
Nagari Bidar Alam sendiri menyimpan jejak penting perjalanan PDRI, pemerintahan darurat yang dideklarasikan Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi pada 22 Desember 1948 setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Setelah bergerilya melintasi Situjuah, Suliki, Halaban, hingga Koto Tinggi, rombongan PDRI akhirnya menetap di Bidar Alam hingga pemerintahan pusat kembali ke Yogyakarta.

Wali Nagari Bidar Alam menyambut baik dua program tersebut. Ia menilai kegiatan didikan subuh dan perawatan Tugu PDRI sama-sama penting, karena selain membina generasi muda, juga menjaga agar situs bersejarah di nagari tersebut tidak semakin terlupakan. Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Wali Nagari Bidar Alam berperan dalam memfasilitasi mahasiswa untuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta mengakses berbagai lokasi yang memiliki nilai sejarah di nagari tersebut.
"Pemerintah Nagari Bidar Alam beserta seluruh masyarakat menyampaikan rasa bangga, terima kasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang Tahun 2026 atas dedikasi, pengabdian, serta kerja sama yang telah ditunjukkan. Berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Wali Nagari Bidar Alam. Lebih lanjut, ia berharap pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat dapat meningkatkan perhatian terhadap upaya memperkenalkan dan mempromosikan Bidar Alam sebagai salah satu situs bersejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Menjelang berakhirnya masa pengabdian, mahasiswa bersama Pemerintah Nagari Bidar Alam menyepakati keberlanjutan program. Kegiatan didikan subuh di Masjid Syafruddin akan dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat, sementara Tugu PDRI akan terus dijaga dan dirawat sebagai salah satu situs bersejarah nagari.
Bagi tim KKN UNP, dua program ini menjadi bentuk nyata pengabdian yang tidak berhenti pada formalitas akademik, tetapi juga ikut menjaga identitas sejarah kampung yang mereka tempati selama 30 hari masa pengabdian. Sejarah yang nyaris tenggelam kini kembali bersuara, digerakkan oleh semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat, selaras dengan falsafah Minangkabau yang mereka pegang teguh: basamo mangko manjadi, hanya dengan kebersamaan sesuatu dapat terwujud.
Penulis adalah mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 yang bertugas di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda