Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kesegaran di Balik Senyuman: Kisah Perjuangan Rina Penjual Es Teh di Sudut Kampus UNP

Kesegaran di Balik Senyuman: Kisah Perjuangan Rina Penjual Es Teh di Sudut Kampus UNP

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
15 Desember 2025, 21.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kampus UNP

Penulis : Yulia Eka Putri

JurnalPost.com - Sore itu, mentari mulai condong ke barat, meninggalkan kehangatan yang masih terasa di udara setelah seharian beraktivitas. Di lokasi yang strategis, sebuah gerobak sederhana berwarna cerah berdiri tegak di bawah payung besar berwarna hijau gelap. Lokasinya sangat spesifik: di jalan yang ramai oleh lalu lintas mahasiswa yang baru pulang kuliah atau sekadar mencari snack sore, tepat di depan Laboratorium UNP dan berseberangan dengan penjual Ayam Geprek yang selalu ramai. Di papan namanya tertulis jelas, "Es Teh Umma A'ina", menawarkan aneka minuman pelepas dahaga: Es Teh, Es Jeruk Peras, dan Es Teh Hijau Susu. Gerobak ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga panggung kecil bagi kisah-kisah sederhana tentang harapan dan kerja keras.

IKLAN

Di balik meja penuh tumpukan jeruk nipis segar dan peralatan sederhana seperti pemeras jeruk manual dan galon air, berdiri Rina (nama samaran), seorang perempuan muda dengan jilbab hitam yang memancarkan ketenangan. Ia adalah wajah baru di usaha Es Teh Umma A'ina. Rina baru bekerja sekitar satu bulan, namun kehadirannya telah menjadi bagian dari dinamika kecil di area tersebut. "Saya memilih bekerja di sini karena tempatnya dekat dengan rumah dan banyak pengunjung mahasiswa yang suka minuman segar," ujar Rina memulai ceritanya. Bagi Rina, pekerjaan ini adalah jalan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan penghasilan tambahan sambil tetap memiliki waktu yang fleksibel.

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Peta Status SID untuk Nagari Padang Limau Sundai
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Peta Status SID untuk Nagari Padang Limau Sundai

Rutinitas Rina dipenuhi dengan kesibukan menyiapkan bahan-bahan: memilih jeruk, mengukur takaran teh dan gula, serta memastikan persediaan es aman. Di waktu sore, tugasnya terasa semakin menantang karena merupakan jam-jam puncak. Tugas utamanya adalah melayani pembeli dengan ramah, menjaga kebersihan, dan mencatat penjualan. Gerobak kecil ini, meski sederhana, adalah pusat dari interaksi sosial yang hangat. Rina melayani setiap pembeli, mulai dari dosen, pekerja kantoran, hingga yang paling sering: para mahasiswa yang haus setelah berjam-jam kuliah atau deadline tugas yang mencekik.

Namun, berdagang di lapangan tentu tidak tanpa tantangan. Rina mengakui bahwa saat-saat paling berat adalah ketika pembeli datang secara bersamaan, membentuk antrean mendadak. "Tantangan terbesar adalah saat ramai pelanggan datang bersamaan, membuat saya harus bekerja cepat sambil tetap menjaga kualitas pelayanan," ungkapnya. Dalam situasi seperti itu, kecepatan tangan harus seimbang dengan kesabaran hati. Ia harus memastikan setiap gelas Es Jeruk Peras atau Es Teh memiliki kualitas rasa yang sama, sesuai dengan standar kesegaran yang ia jaga. "Saya selalu memastikan bahan yang dipakai segar dan takaran tepat. Jika ada bahan yang kurang baik, saya langsung laporkan supaya diganti," tegas Rina, menjelaskan kiatnya dalam mempertahankan kualitas.

IKLAN

Di tengah kesibukan itu, Rina menemukan momen-momen yang berkesan. Bagi Rina, senyuman dan ucapan terima kasih dari pelanggan menjadi energi baru. Ia bercerita tentang seorang mahasiswa yang khusus datang hanya untuk mengucapkan terima kasih. "Pernah ada mahasiswa yang datang hanya untuk mengucapkan terima kasih karena es teh di sini membantu menyegarkan sekaligus menjadi pelepas stres dari tugas kuliah," kenang Rina dengan mata berbinar. Kisah kecil ini menunjukkan bahwa minuman dingin yang ia sajikan bukan sekadar pelepas dahaga fisik, melainkan juga penawar lelah mental bagi para pejuang akademis.

Pekerjaan ini, dengan jam kerja yang fleksibel dan sistem gaji harian atau mingguan, telah membawa dampak signifikan dalam kehidupan pribadi dan keluarga Rina. Pekerjaan ini menumbuhkan kemandirian dan memberinya kesempatan untuk berkontribusi pada penghasilan keluarga. Bagi Rina, setiap gelas yang ia sajikan adalah langkah kecil menuju kemandirian. Rina dapat mandiri secara finansial dan aktif mendukung penghasilan keluarganya melalui usahanya ini. Ia juga menilai bahwa sistem jam kerja yang fleksibel membantunya mengatur waktu dan kebutuhan pribadi dengan baik.

Dari Masjid ke Tugu Bersejarah: Aksi Mahasiswa KKN UNP Rawat Jejak PDRI di Bidar Alam
Baca Juga

Dari Masjid ke Tugu Bersejarah: Aksi Mahasiswa KKN UNP Rawat Jejak PDRI di Bidar Alam

Kisah Rina adalah refleksi dari semangat human interest yang otentik—perjuangan sederhana seorang individu dalam membangun hidup. Gerobak Es Teh Umma A'ina di sudut jalan dekat Laboratorium UNP itu mengajarkan tentang nilai ketekunan, kesabaran, dan kualitas pelayanan. Ini bukan sekadar tentang menjual minuman; ini tentang menjual kesegaran di tengah panasnya hari dan memberikan senyuman di tengah hiruk-pikuk aktivitas.

Melihat ke depan, Rina memiliki harapan yang sederhana namun kuat. "Saya berharap bisa terus belajar dan berkembang, serta semoga usaha ini makin maju dan saya bisa membantu pengelolaan yang lebih baik di masa depan," tutupnya.

Setiap tetes Es Teh yang terjual adalah bukti bahwa di balik usaha kecil, ada impian besar yang sedang diperjuangkan. Dan setiap kali seorang mahasiswa atau pejalan kaki mengambil satu gelas dingin di sore hari yang panas, mereka tidak hanya membeli minuman, tetapi juga mengapresiasi kerja keras dan harapan Rina.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kesegaran-di-balik-senyuman-kisah-perjuangan-rina-penjual-es-teh-di-sudut-kampus-unp/89118/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.27 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Universitas Negeri Padang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.