JurnalPost.com - Wisata bahari di Jawa Timur tengah bersiap naik kelas lewat inovasi SATRIA (Sustainable Approach to Tourism Resilience and Innovation Advancement), sebuah model penguatan destinasi wisata yang dirancang agar tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim serta dinamika pariwisata global. SATRIA bukan sekadar konsep, melainkan strategi konkret yang menghubungkan ketahanan pangan, inovasi, dan destination branding untuk membangun citra wisata bahari Jawa Timur yang lebih kuat.
Melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif, tim peneliti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yaitu Novan Andrianto, S.I.Kom., M.I.Kom, Muchamad Rizqi, S.I Kom., M Med.Kom, dan Beta Puspitaning Ayodya, S.Sos., M.A serta bersama Mahasiswa Pembantu Lapangan, yaitu Rahmawati Erika Febianti, Iriani Putri Santoso, Rara Diffy Aidillah, Falisya Haifa Azzahra, dan Mutia Ramadhani Firdaus, mengembangkan model ini agar dapat diterapkan langsung di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir. Seluruh kegiatan ini juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Novan Andrianto, yang memastikan setiap tahapan penelitian berjalan terarah dan sesuai standar akademik.
Program SATRIA menjangkau berbagai wilayah pesisir unggulan di Jawa Timur, mulai dari Probolinggo dengan pesona Pantai Mayangan, Patung Kuda Cipta Wilaha, Pantai Duta, dan Pantai Boom Marina. Banyuwangi hadir dengan Pantai Cacalan serta Pantai Oseng Kedung Derus Pondoknongko, sementara Tuban menonjol melalui Pantai Kelapa Tuban, Pantai Pasir Putih Tuban, dan Pantai Boom. Tak ketinggalan, Lamongan memperkuat geliat pariwisata bahari lewat Wisata Bahari Lamongan (WBL), Pantai Putri Klayar, hingga Pantai Kutang.
Di sisi lain, Gresik memadukan edukasi dan ekowisata melalui Pantai Delegan, Mangrove Karang Kiring, dan Pantai Karang Kering. Wilayah perkotaan seperti Surabaya juga semakin menguatkan daya tarik wisata pesisir dengan Pantai Batu-Batu Kenjeran, Kenjeran Park, dan Surabaya North Quay yang kini menjadi simbol wisata modern tepi laut. Sementara itu, Sidoarjo menawarkan keunikan lewat Wisata Bahari Tlocor, Delta Fishing, dan Pantai Gisik Cemandi yang mengedepankan konsep wisata keluarga. Di Pasuruan, keindahan Pantai Lekok, Pemandian Alam Banyu Biru, dan Saygon Waterpark menjadi magnet wisatawan lokal. Adapun Situbondo menghadirkan harmoni alam melalui Pantai Pasir Putih, Pantai Lempuyang, Pantai Bletok, Pantai Utama Raya, hingga Beach Forest dengan nuansa hijau pesisirnya.
Dengan inovasi SATRIA, setiap destinasi bahari ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga mengusung semangat keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Model ini membantu pelaku wisata dan pemerintah daerah dalam mengembangkan strategi komunikasi pemasaran yang ramah lingkungan, berkarakter lokal, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui implementasi SATRIA, Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat citra sebagai ikon wisata bahari berkelanjutan di Indonesia sebuah kawasan dimana pesona alam, inovasi, dan ketahanan berpadu untuk menghadirkan masa depan pariwisata yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis. Iriani Kirana Putri Santoso 1152300190 (3,66) Falisya Haifa Azzahra 1152300240 (ipk 3,72) Mutiara Ramadhani Firdaus 1152300100 Rahmawati Erika Febianti 1152300006 Rara Dify Aidillah 1152300277 ( Ipk 3,67) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda