LIMA PULUH KOTA, JurnalPost – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata Air Terjun Lubuk Batang, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, beradaptasi dengan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Air Terjun Lubuk Batang menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. Sebelum mencapai lokasi air terjun, wisatawan akan melewati tiga pos yang masing-masing memiliki warung milik warga setempat.
Warung-warung tersebut menyediakan berbagai makanan dan minuman bagi pengunjung yang hendak beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju air terjun.
Namun, sebagian besar pedagang sebelumnya masih mengandalkan pembayaran secara tunai. Kondisi itu menjadi kendala ketika wisatawan ingin melakukan pembayaran menggunakan QRIS atau dompet digital.
Salah satu pedagang di pos pertama, Witria, sebelumnya hanya dapat menggeleng ketika wisatawan menanyakan ketersediaan pembayaran melalui QRIS. Kini, warung miliknya telah dilengkapi stiker QRIS setelah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa KKN UNP.
Berdasarkan hasil wawancara mahasiswa dengan para pedagang, banyak wisatawan yang menanyakan pembayaran melalui QRIS maupun DANA. Sementara itu, para pemilik warung belum memahami proses pendaftaran dan penggunaan sistem pembayaran digital tersebut.
Menanggapi persoalan itu, mahasiswa KKN UNP yang ditempatkan di Nagari Koto Bangun mendatangi langsung warung-warung di sepanjang jalur menuju Air Terjun Lubuk Batang.
Mahasiswa tidak hanya membantu pembuatan akun QRIS, tetapi juga memberikan pendampingan penggunaan aplikasi dan cara memeriksa transaksi yang masuk.

Selain itu, mahasiswa membuatkan spanduk untuk membantu wisatawan mengetahui nama warung, produk, serta menu makanan dan minuman yang tersedia.
Program pendampingan tersebut meliputi wawancara dengan pedagang untuk mengidentifikasi kendala usaha, pembuatan akun QRIS, pelatihan penggunaan sistem pembayaran digital, serta pembuatan dan pemasangan spanduk warung yang dilengkapi daftar menu.
Pada tahap awal, program tersebut diterapkan di warung milik Witria di pos pertama dan warung milik Santi di pos kedua. Kedua warung itu kini telah memiliki QRIS dan spanduk baru.
Menurut Witria, keberadaan QRIS membuat proses transaksi dengan wisatawan menjadi lebih mudah. Pengunjung yang tidak membawa uang tunai kini tetap dapat membeli makanan maupun minuman di warungnya.
“Terima kasih banyak kepada anak-anak KKN karena sudah membuatkan QRIS dan spanduk untuk warung ibuk. Sekarang, kalau wisatawan bertanya bisa QRIS atau tidak, ibuk bisa langsung menjawab bisa. Jadi, transaksi menjadi lebih mudah,” ujar Witria.
Hal senada disampaikan Santi. Menurutnya, spanduk yang dipasang mahasiswa turut membantu wisatawan mengetahui menu yang tersedia di warungnya.
“Ibuk mengucapkan terima kasih kepada anak-anak KKN atas QRIS dan spanduknya. Ini memudahkan ibuk dalam melakukan transaksi, sementara wisatawan juga lebih mudah melihat menu-menu yang tersedia di warung,” kata Santi.
Mahasiswa KKN UNP berharap program tersebut dapat diterapkan di seluruh warung yang berada di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Lubuk Batang.
Penggunaan QRIS dinilai dapat membantu pedagang melayani wisatawan secara lebih cepat, praktis, dan aman tanpa sepenuhnya bergantung pada pembayaran tunai.
Program yang dimulai dari dua pos tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan baru bagi masyarakat Nagari Koto Bangun dalam mengelola usaha secara lebih modern dan berdaya saing.
Kegiatan ini juga mengusung semangat kebersamaan masyarakat Minangkabau, yakni “Basamo Mangko Manjadi”, yang bermakna bahwa suatu tujuan akan lebih mudah terwujud apabila dikerjakan secara bersama-sama.
Penulis: Tim KKN Universitas Negeri Padang, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda