MAGELANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 84 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mendorong penguatan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Wekas, Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Upaya tersebut dilakukan melalui program fasilitasi pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta pemberian spanduk usaha kepada sejumlah pelaku UMKM. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada 5 dan 10 Agustus 2026.
Dusun Wekas dipilih sebagai lokasi program karena menjadi salah satu jalur pendakian yang banyak dilalui pendaki, termasuk pengunjung dari luar daerah. Tingginya mobilitas pengunjung dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha setempat.
Namun, berdasarkan pengamatan mahasiswa KKN-PPM UMBY, masih terdapat sejumlah pedagang yang belum menyediakan metode pembayaran digital. Beberapa toko kelontong maupun usaha jasa di sekitar kawasan tersebut juga belum memiliki papan nama atau spanduk yang dapat memudahkan pengunjung mengenali usaha mereka.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kelompok 84 KKN-PPM UMBY memulai kegiatan pada 5 Agustus 2026 dengan melakukan pendataan pelaku UMKM sekaligus mendampingi proses pembuatan QRIS.
Para pedagang mendapatkan pendampingan secara langsung dalam proses pendaftaran melalui aplikasi GoPay Merchant agar dapat menerima pembayaran nontunai dari konsumen.

Tidak hanya membantu proses pendaftaran, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai penggunaan layanan pembayaran digital, mulai dari memantau riwayat transaksi hingga proses pencairan saldo ke rekening bank milik masing-masing pelaku usaha.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pedagang beradaptasi dengan kebiasaan transaksi masyarakat yang semakin mengandalkan pembayaran digital, termasuk para pendaki dan wisatawan yang melintas di kawasan Wekas.
Program kemudian dilanjutkan pada 10 Agustus 2026 dengan penyerahan spanduk kepada UMKM yang sebelumnya belum memiliki identitas visual usaha yang memadai.
Spanduk tersebut dipasang sebagai media informasi sekaligus promosi agar keberadaan warung maupun usaha warga lebih mudah terlihat dan dikenali oleh pengunjung.
Para pelaku UMKM menyambut positif kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka selama proses pendampingan penggunaan QRIS hingga penataan identitas usaha di lokasi masing-masing.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 84 UMBY berharap digitalisasi pembayaran dan peningkatan identitas visual usaha dapat membantu UMKM di Dusun Wekas memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Keberadaan jalur pendakian Wekas yang ramai dikunjungi masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi warga sekitar apabila didukung layanan transaksi yang mudah serta tampilan usaha yang lebih mudah dikenali.
Penulis: Kelompok 84 KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda