Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Dari Gelombang Laut Jadi Listrik, Kok Bisa?

Dari Gelombang Laut Jadi Listrik, Kok Bisa?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Oktober 2020, 00.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dari Gelombang Laut Jadi Listrik, Kok Bisa?
Pernah gak sih teman-teman memikirkan kita hidup tanpa listrik? Pasti teman-teman membayangkan  seluruh kota akan gelap dan menjadi sunyi JURNALPOST - Diperkirakan krisis energi akan melanda dunia akan datang. Hal ini disebabkan karena semakin langkanya minyak bumi dan meningkatnya permintaan energi karena pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Untuk mengatasi krisis energi tersebut kita bisa menggunakan pembangkit terbarukan. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan sumber daya yang ada di bumi seperti cahaya matahari, energi angin, air, ombak dan lainnya. Energi Terbarukan adalah sumber energi yang cepat dipulihkan secara alami. Energi terbarukan ini dihasilkan dari sumber daya yang secara alami yang tidak akan habis bahkan berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Energi terbarukan akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang terus menerus dibakar dan secara tidak langsung juga akan mengurangi karbondioksida. Walaupun Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) kapasitas dayanya tidak terlalu besar seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tetapi pembangkit listrik tenaga ombak ini dapat membantu masyarakat yang tinggal di pesisir pantai terutama yang belum mendapatkan suplay listrik dari PLN. Dan dapat dikembangkan untuk kedepannya sebagai energi alternatif. Yang telah kita ketahui bahwa  Indonesia merupakan negara maritim yang sebagian besar wilayahnya laut, maka energi terbarukan yang paling dominan berasal dari laut.  Dari data Badan Informasi Geospasial (BIG) total panjang garis pantai di Indonesia adalah 99.093 km dengan banyak pulau 13.466. Ombak atau gelombang laut sebagai alternatif adalah bentuk permukaan laut yang berupa puncak gelombang dan palung oleh gerak ayun akibat tiupan angin atau lintas kapal. Bagaimana bisa dari ombak bisa menjadi energi listrik?  Energi Ombak dikonversi menjadi energi listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk pemukimn yang ada di pesisir pantai terutama bagi daerah pesisir pantai yang belum terjangkau listrik. Karena Indonesia negara maritim maka perlu  optimalisasi pada tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO), mengingat potensi yang dihasilkan sangatlah  besar untuk menambah kebutuhan listrik dalam negeri. Bahkan beberapa negara telah melakukan kajian dan uji coba dan pengemabangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL). Seperti Jepang dengan teknologi Might Whale, USA Washington dengan teknologinya AquaBOy, Denmark dengan teknologinya Wave Dragon, United Kingdom dengan teknologinya Salter Duck dan masih banyak lagi negara lainnya dengan teknologinya masing-masing. Sayangnya inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut di Indonesia masih sederhana jika dibandingkan beberapa negara diatas yang sudah disebutkan. Berikut ini beberapa teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut yang mungkin akan diterapkan di Indonesia, yaitu
  1. Buoy Type (Model Pelampung)
Teknologi ini digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gelombang laut sistem bandulan. Yang rancangannya berbentuk ponton atau pelampung yang ditempatkan mengapung di atas permukaan air laut dan pelampung tersebut akan mengikuti arus gelombang sesuai dengan frekuensi gelombang laut, sehingga selalu bergerak terombang-ambing sesuai alur gelombangnya. Gerakan yang terus menerus akan menyebabkan ayunan bandul memutar generator. Sehingga pelampung tersebut akan mengeluarkan energi atau daya listrik. Gerakan bandul yang bergoyang dirubah menggunakan sistem transmisi menjadi putaran yang dapat memutar generator, dan generator yang dig nakan adalah jenis putaran rendah 3 phase AC dengan daya 500 Watt pada putaran 1400 rpm.
  1. Wave Dragon Device
Wave Dragon dipasang di lokasi dengan kedalam 25- 40 meter. Konsep Wave Dragon merupakan penggabungan antara konsep TAPCHAN dan Sea Power dengan struktur bangunan mengapung serta dilengkapi reflektor gelombang yang memfokuskan gelombang menuju reservoir. Wave Dragon terdiri 3 bagian, yaitu: Pertama, 2 reflektor gelombang yang memfokuskan gelombang menuju lereng (ramp) yang terhubung struktur utama. Reflektor gelombang memiliki efek meningkatkan tinggi gelombang signifikan secara substansial dan demikian meningkatkan menangkap energi sebesar 70% dalam kondisi gelombang tertentu. Kedua, struktur utama yang terdiri dari lereng yang melengkung (ramp) dan reservoir penyimpanan air. Ketiga, satu set low head propeller turbines untuk mengkonversi energi di dalam reservoir. Tetapi PLTGL sudah memakai teknologi OWC atau Oscillating Wave Column. OWC ada 2 macam, yaitu OWC terapung dan OWC tidak terapung. Untuk OWC tidak terapung terdiri dari 3 bangunan utama yaitu saluran memasukkan air, reservoir (penampungan), dan pemangkit.Yang terpenting dari ketiga bangunan tersebut ialah pemodifikasian saluran masukkan air sebab bertujuan untuk menaikkan air laut ke reservoirnya. Bangunan memasukkan air terdiri 2 unit yaitu kolektor yang fungsinya menangkap ombak, lalu memusatkan gelomang tersebut ke konverter. Yang kedua ada Konverter yaitu saluran yang runcing di salah satu ujungya  yang berfungsi meneruskan air laut knaik ke reservoir. Karena bentuknya yang spesifik salura tersebut disebut tappered channel (TAPCHAN). Setelah reservoir tertampung air, air yang sudah tertampung diterjunkan ke sisi bangunan yang lain. Energi potensial inilah yang memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Turbin tersebut di desain agar bisa bekerja dengan generator dua arah. Sistem yang berfungsi mengonversi energi mekanik menjadi listrik diletak di atas permukaan laut dan terisolasi dari air laut dengan meletakkannya di ruangan khusus sehingga tidak bersentuhan dengan air laut. OWC ini diletakkan di sekitar 50 meter dari garis pantai pada kedalaman 15 meter. Untuk OWC terapung penerapannya sama dengan OWC tidak terapung bedanya hanya di peletakannya. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak memiliki kelebihan yaitu energi diperoleh dengan gratis karena sudah tersedia, tidak memerlukan bahan bakar, tidak menghasilkan limbah yang akan merusak lingkungan. Namun dibalik itu terdapat beberapa kekurangan yaitu bergantung pada gelombang laut atau ombak. Lalu kita harus menemukan lokasi yang sesuai kekuatan ombaknya. Selain itu kita membutuhkan alat konversi yang mampu bertahan menahan kondisi di lingkungan laut yang keras disebabkan oleh tingginya korosi dan kuatnya ombak di laut. Ridha Nur Amaliyah Citizen Report by :
Nama : Ridha Nur Amaliyah
Prodi : Pendidikan IPA
Universitas : Universitas Negeri Medan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-gelombang-laut-jadi-listrik-kok-bisa/12674/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.16 WITA

  • #Ombak

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. I
    Iftikhori Lintang 09 Oktober 2020 00.56 WITA
    Bagus banget artikelnya , nambah ilmu poll . Semangat terus Ridha

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  5. 5

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.