Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Civil Discourse Dikaji sebagai Strategi Baru Cegah Perundungan di Sekolah Dasar

Civil Discourse Dikaji sebagai Strategi Baru Cegah Perundungan di Sekolah Dasar

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Desember 2025, 14.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Civil Discourse
Kegiatan focus group discussion di SDN 3 Tugu Kota Tasikmalaya

Penulis: Febri Fajar Pratama, M.Pd Dosen Tetap Universitas Perjuangan Tasikmalaya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

JurnalPost.com -- Dosen Universitas Perjuangan Tasikmalaya melalui hibah Penelitian Fundamental Reguler (PFR) Pendidikan Tinggi mendorong pengembangan model teoritis civil discourse, yakni pendekatan komunikasi dan dialog santun yang mengedepankan saling menghargai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan, sebagai strategi baru dalam mencegah perundungan di sekolah dasar. Tim peneliti yang diketuai oleh Febri Fajar Pratama, M.Pd. ini menjalankan penelitian multiyears pada periode 2025–2026, dengan fokus pada penguatan komunikasi santun sebagai pendekatan resolusi konflik di lingkungan pendidikan dasar.

IKLAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keresahan terhadap berbagai kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar. Secara nasional, kajian resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia berada dalam kondisi darurat perundungan anak di dunia pendidikan, di mana sekolah dasar menjadi salah satu jenjang yang rentan terhadap praktik intimidasi verbal, relasional, dan psikologis (dikutip dari Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian DPR RI).

Andi Azhar
Baca Juga

Bawa Gagasan dan Pengalaman soal Internasionalisasi dan Sertifikasi Profesi, Dosen UM Bengkulu Diundang Jadi Pembicara di Malaysia

Kondisi tersebut menuntut pendekatan pencegahan yang tidak hanya menitikberatkan pada sanksi atau hukuman, tetapi juga pada pembentukan budaya komunikasi yang sehat dan berkeadaban. Kajian dalam latar belakang penelitian menunjukkan bahwa perundungan verbal menjadi bentuk yang paling dominan terjadi di sekolah dasar, seperti ejekan, olok-olok, pemberian label negatif, dan ujaran merendahkan yang kerap dianggap wajar dalam interaksi sehari-hari siswa, padahal berdampak serius pada kondisi psikologis anak.

Di tingkat lokal, situasi ini tercermin di Kota Tasikmalaya, dengan 170 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sepanjang 2025, serta lebih dari 200 kasus sejak 2022, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan, hingga kekerasan seksual (dikutip dari radartasik.id dan newstasikmalaya.com). Dalam konteks inilah civil discourse dipandang relevan sebagai pendekatan pencegahan. Civil discourse secara sederhana dapat dipahami sebagai praktik berkomunikasi dan berdialog secara santun, saling menghargai, serta menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa kekerasan atau intimidasi. Di lingkungan sekolah, pendekatan ini mendorong siswa untuk mengungkapkan perasaan, menyelesaikan konflik, dan berinteraksi dengan teman sebaya melalui dialog yang konstruktif, sehingga potensi perundungan dapat dicegah sejak dini melalui proses edukatif dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, penelitian dilakukan di empat sekolah dasar yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Dua sekolah di wilayah kota, yakni SDN 3 Tugu dan SD Yayasan Islam, serta dua sekolah di wilayah kabupaten, yaitu SDN Cikadondong dan SD Islam Mutiara Sahara, menjadi lokasi studi lapangan. Pemilihan sekolah lintas wilayah ini bertujuan menangkap variasi dinamika perundungan pada konteks wilayah perkotaan dan kabupaten.

Model civil discourse yang dikembangkan dalam penelitian ini menekankan pentingnya dialog konstruktif, penghargaan terhadap perbedaan, serta penyelesaian konflik secara damai sejak usia dini. Pendekatan ini diyakini mampu membekali siswa dengan keterampilan sosial, empati, dan kemampuan berkomunikasi secara etis, sehingga potensi konflik tidak berkembang menjadi tindakan perundungan.

Dosen dan Warga
Baca Juga

Ketika Iuran Tak Lagi Cukup, Dosen dan Warga Mencari Jalan Baru

Sebagai bagian dari diseminasi hasil penelitian tahun pertama, tim peneliti menyelenggarakan seminar dan diskusi panel pada 5 Desember 2025 dengan tema “Penguatan Temuan Tahun Pertama Penelitian Pengembangan Model Civil Discourse untuk Pencegahan Perundungan Siswa Sekolah Dasar.” Kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para pemangku kepentingan pendidikan, melibatkan guru kelas IV–VI, kepala sekolah mitra, serta praktisi pendidikan dari berbagai latar belakang.

IKLAN

Seminar menghadirkan Prof. Dr. Sapriya, M.Pd. dari Universias Pendidikan Indonesia sebagai narasumber kunci yang menyoroti peran strategis guru dan sekolah dalam menumbuhkan komunikasi santun serta mencegah perundungan di sekolah dasar. Dalam paparannya, Prof. Sapriya menegaskan bahwa keteladanan pendidik, pembiasaan nilai, serta penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal merupakan fondasi utama dalam membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif.

Ibu Rina Marlina, S.Sos.I., M.Pd., ketua KPAD Kota Tasikmalaya ketika menyampaikan pandangan pada seminar dan diskusi panel yang diselenggarakan di meeting room hotel Cordela Tasikmalaya

Diskusi panel juga diperkaya oleh pandangan para praktisi dan akademisi, antara lain Ketua KPAD Kota Tasikmalaya, Ibu Rina Marlina, S.Sos.I., M.Pd., yang memaparkan kondisi faktual kasus kekerasan dan perundungan anak di wilayah Tasikmalaya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lembaga perlindungan anak agar pencegahan dapat dilakukan secara komprehensif.

Rekayasa Kosmetik ITERA
Baca Juga

Dosen Rekayasa Kosmetik ITERA Dampingi Siswa SMK Negeri 7 Bandar Lampung olah Bahan Alam menjadi Body Scrub

Panelis lainnya, Dr. Caswita, M.Pd. selaku Ketua Forum Gumeulis Kota Tasikmalaya, Fajar Nugraha, M.Pd. dosen Pendidikan Karakter PGSD Universitas Perjuangan Tasikmalaya, serta Anandha Putri Rahimsyah, M.Pd. dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, menyoroti urgensi pendekatan preventif berbasis pendidikan karakter, pengelolaan emosi, dan keterampilan sosial anak sebagai kunci utama pencegahan perundungan.

Kegiatan Foto Bersama pada Acara Kegiatan Seminar dan Diskusi Panel

Melalui kegiatan seminar dan diskusi panel tersebut, para peserta tidak hanya berbagi pengalaman dan pandangan, tetapi juga membangun kesepahaman bersama mengenai arah pencegahan perundungan di sekolah dasar. Forum ini menegaskan bahwa penanganan perundungan tidak cukup dilakukan melalui aturan dan sanksi semata, melainkan harus dibangun melalui budaya komunikasi yang sehat, konsisten, dan manusiawi. Seminar dan diskusi panel ini sekaligus menjadi ruang refleksi dan validasi awal atas pengembangan model teoritis civil discourse yang sedang dirumuskan oleh tim peneliti.

Berdasarkan hasil penelitian pada tahun pertama, praktik civil discourse di sekolah dasar sejauh ini masih berkembang dalam bentuk kebiasaan dan pembiasaan informal. Nilai-nilai komunikasi santun, empati, dan penyelesaian konflik secara damai telah muncul dalam interaksi guru dan siswa, namun belum terstruktur dalam kerangka yang formal, sistematis, dan terintegrasi ke dalam program sekolah. Implementasi yang ada masih sangat bergantung pada inisiatif personal guru dan budaya sekolah masing-masing, sehingga keberlanjutannya belum terjamin secara institusional.

Oleh karena itu, pada tahun kedua penelitian 2026, tim peneliti akan memfokuskan diri pada perumusan model teoritis civil discourse yang lebih formal dan sistematis, dilengkapi dengan validasi akademik dan rekomendasi implementatif. Model ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi program pencegahan perundungan berbasis sekolah, yang memiliki tujuan, tahapan, serta prinsip pelaksanaan yang jelas, sehingga dapat diadaptasi oleh berbagai satuan pendidikan dasar sesuai konteksnya.

Secara jangka panjang, penelitian ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kajian akademik, tetapi juga memberikan dampak praktis bagi sekolah, guru, dan pembuat kebijakan. Model civil discourse yang dirumuskan diharapkan mampu menjadi rujukan konseptual dalam membangun budaya sekolah yang aman, berkeadaban, dan berorientasi pada perlindungan anak. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, pencegahan perundungan tidak lagi bersifat insidental, melainkan menjadi bagian dari program pendidikan karakter dan resolusi konflik yang melekat dalam sistem pendidikan sekolah dasar.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/civil-discourse-dikaji-sebagai-strategi-baru-cegah-perundungan-di-sekolah-dasar/89508/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Berita Dosen
  • #Civil Discourse
  • #Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.