JurnalPost.com - Tim dosen UPN Veteran Jawa Timur bersama anggota PR Fatayat NU Gunung Anyar Lor usai kegiatan penyuluhan dan pelatihan bertema Membangun Kemandirian Organisasi melalui Urban Farming. Kegiatan memperkenalkan budidaya microgreen, hidroponik, dan budikdamber sebagai alternatif usaha produktif bagi organisasi masyarakat.
SURABAYA – PR Fatayat NU Gunung Anyar Lor menghadapi persoalan yang umum dialami banyak organisasi masyarakat: kegiatan bertambah, sumber pendanaan tetap. Selama ini organisasi mengandalkan iuran anggota. Skema tersebut cukup untuk membiayai kegiatan rutin, tetapi belum memberi ruang bagi organisasi untuk mengembangkan program baru.
Persoalan itu menjadi titik awal kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema Hibah Internal PKM-EDU Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur yang digelar pada 19 Juli 2026. Sebanyak 20 anggota Fatayat mengikuti diskusi yang tidak dimulai dari teknik budidaya, tetapi dari kebutuhan organisasi mencari alternatif sumber pendapatan di luar iuran.
"Selama ini kegiatan organisasi memang berjalan dari iuran anggota. Untuk kegiatan rutin masih cukup, tetapi ketika ingin membuat program baru kami harus mencari sumber dana tambahan. Karena itu kami ingin punya kegiatan produktif yang bisa dijalankan bersama," kata Ketua PR Fatayat NU Gunung Anyar Lor.
Tim pengabdian dipimpin Intan Mega Maharani, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur, bersama Dita Rosyita (Agribisnis), Olive Khoirul Lukluil Maknun Al Faishol (Sains Data), dan Nur Meili Zakiyah (Agroteknologi), yang menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurut Intan, tema kegiatan disusun berdasarkan persoalan yang disampaikan peserta. Karena itu, urban farming dipilih bukan sebagai pelatihan bercocok tanam semata, tetapi sebagai salah satu alternatif kegiatan produktif yang dapat dikelola secara kolektif oleh organisasi.
Pilihan tersebut juga mempertimbangkan karakter anggotanya. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, sementara sebagian lainnya bekerja di luar rumah. Kondisi itu membuat organisasi membutuhkan model usaha yang dapat dijalankan secara bersama-sama, dimulai dalam skala kecil, dan tidak menuntut perubahan pada aktivitas utama para anggotanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penyuluhan mengenai urban farming serta dibekali sarana awal budidaya untuk mendukung praktik setelah pelatihan. Tim menyerahkan paket budikdamber, perangkat hidroponik sederhana, paket budidaya microgreen, benih tanaman, serta benih ikan lele sebagai modal awal penerapan di tingkat organisasi.
Bagi tim pengabdian, kebutuhan organisasi masyarakat tidak selalu berhenti pada peningkatan keterampilan anggotanya. Organisasi juga membutuhkan kegiatan yang dapat menopang keberlangsungan program ketika kebutuhan pembiayaan terus bertambah, sementara kemampuan anggota untuk menambah iuran memiliki batas.
Fenomena tersebut tidak hanya dihadapi Fatayat NU Gunung Anyar Lor. Banyak organisasi masyarakat menghadapi tantangan serupa ketika ingin mengembangkan kegiatan tanpa membebani anggotanya dengan iuran yang lebih besar. Persoalannya bukan mencari usaha yang memberikan keuntungan paling besar, yang lebih mendasar adalah menemukan model kegiatan produktif yang dapat dikelola bersama, sesuai dengan kapasitas anggota, dan memberi ruang bagi organisasi untuk mengembangkan program di luar pembiayaan rutin.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda