Sleman, JurnalPost.com — Mahasiswa praktikan Bimbingan dan Konseling (BK) melaksanakan kegiatan bimbingan klasikal bertajuk “Finding Your Emotion” bagi peserta didik kelas X SMAN 1 Pakem, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari layanan bimbingan pribadi yang berfokus pada penguatan kemampuan regulasi emosi peserta didik. Program ini juga dikaitkan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya pada aspek kesehatan mental remaja usia sekolah.
Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) yang menunjukkan perlunya penguatan kemampuan peserta didik dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara sehat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa praktikan BK menggunakan pendekatan cinematherapy dengan memanfaatkan cuplikan film Inside Out sebagai media pembelajaran.
Pemutaran cuplikan film digunakan untuk menghadirkan gambaran situasi emosional secara lebih konkret sehingga peserta didik dapat menghubungkannya dengan pengalaman yang pernah mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa setiap emosi memiliki fungsi dan perlu dikenali sebelum dapat dikelola dengan baik.
Setelah sesi menonton, peserta didik diminta mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi refleksi mengenai jenis emosi yang pernah mereka rasakan, situasi yang menjadi pemicu, serta bagaimana mereka merespons pengalaman emosional tersebut.
Proses refleksi tersebut menjadi bagian penting dalam membantu peserta didik membangun kesadaran terhadap kondisi emosinya sendiri.
Kegiatan berlangsung dengan pendampingan guru BK dan melibatkan peserta didik kelas X secara aktif.
Selama sesi berlangsung, peserta didik menunjukkan antusiasme baik ketika menyaksikan cuplikan film maupun saat mengerjakan lembar refleksi.

Pendekatan melalui film dinilai mampu membuat materi mengenai emosi menjadi lebih dekat dengan pengalaman remaja sehingga proses bimbingan berlangsung lebih interaktif dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis emosi, tetapi juga diarahkan untuk melakukan refleksi terhadap cara mereka menghadapi emosi dalam keseharian.
Proses tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik melakukan pelepasan emosi atau emotional release secara lebih terarah sekaligus melatih kemampuan untuk mengenali pikiran dan perasaan yang muncul dalam berbagai situasi.
Kemampuan mengenali emosi menjadi salah satu dasar penting dalam regulasi emosi. Dengan memahami apa yang sedang dirasakan dan faktor yang memicunya, peserta didik diharapkan mampu menentukan respons yang lebih sehat dan sesuai.
Kegiatan “Finding Your Emotion” juga menunjukkan bahwa layanan BK dapat dikembangkan melalui media yang kreatif dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Penggunaan cinematherapy memberikan ruang bagi siswa untuk memahami persoalan psikologis melalui cerita, karakter, dan pengalaman emosional yang ditampilkan dalam film.
Selain memberikan manfaat dalam jangka pendek berupa peningkatan pemahaman terhadap emosi, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan regulasi emosi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Kemampuan mengelola emosi secara sehat dinilai penting bagi peserta didik karena dapat mendukung kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta proses pembelajaran di sekolah.
Dalam konteks tersebut, layanan BK di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental peserta didik.
Program bimbingan yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata siswa dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan sekaligus penguatan keterampilan psikologis sejak dini.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi layanan bimbingan dan konseling terhadap pencapaian SDG 3, khususnya melalui upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja.
Ke depan, program bimbingan berbasis kebutuhan peserta didik seperti “Finding Your Emotion” diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Tindak lanjut dapat dilakukan melalui bimbingan klasikal secara rutin maupun pendampingan individual bagi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Dengan dukungan layanan BK yang adaptif dan sesuai kebutuhan, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang membantu peserta didik tumbuh dengan kondisi psikologis yang sehat.
Pada akhirnya, penguatan regulasi emosi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu memahami dirinya, menghadapi tekanan secara sehat, dan menjaga kesejahteraan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda