Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Antara keinginan dan keadaan: Konflik eksistensialisme Neil Perry dalam Dead Poets Society

Antara keinginan dan keadaan: Konflik eksistensialisme Neil Perry dalam Dead Poets Society

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
12 Agustus 2026, 19.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Neil Perry

Penulis: Tubagus Melvy Syauqi Fadhia Sunartadirja Universitas Pendidikan Indonesia

JurnalPost.com - Sebagai orang yang gemar menonton film. Saya tentu memiliki sejumlah film yang membuat saya tertarik untuk menontonnya. Entah karena alur ceritanya, aktornya ataupun bisa juga soundtrack filmnya. Salah satu film yang membuat saya tertarik adalah dead poets society (1989) karya Peter Weir, karena salah satu pemainnya yaitu Robin Williams.Film Dead poets Society memiliki cerita yang cukup sederhana, yaitu sekelompok siswa yang memasuki sekolah bergengsi yang terkenal dengan sekolah yang memiliki aturan ketat tentang kedisiplinan, kehormatan dan prestasi akademik. Peraturan - peraturan ketat tersebut kadang dapat membuat siswanya sendiri jenuh. Namun hadir John Keating, seorang guru bahasa inggris yang memiliki gaya belajar yang dapat membuat aturan - aturan tersebut menjadi hal yang aneh. Keating mendorong para siswa untuk belajar dengan cara yang diluar dari buku teks sekolah.

IKLAN

Keating melihat suatu hal yang biasa dapat dipertanyakan kembali, karena kadang hal yang terlihat biasa saja dapat menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dibicarakan. Dan juga hal - hal tersebut dapat mendapatkan kehidupan kembali jika kita melakukannya dengan penuh gairah. Hal biasa saja yang bisa dijadikan contoh pada film ini adalah puisi. Mungkin saat kita duduk di bangku sekolah menulis dan membaca puisi merupakan hal biasa yang kita lakukan agar kita dapat mendapatkan nilai, namun hasilnya akan berbeda jika kita mengerjakannya dengan penuh gairah. Keating berhasil menunjukan hal itu dan menginspirasi murid - muridnya untuk melakukan hal yang ingin mereka lakukan.

Peneliti DKV UPI
Baca Juga

Peneliti DKV UPI Kembangkan Model Kemasan Berbasis Budaya untuk Sarung Goyor Pemalang

Salah satu murid yang menarik untuk dibahas adalah Neil Perry. Neil Perry merupakan seorang siswa yang terlihat ceria, percaya diri dan sering dianggap oleh teman - temannya sebagai orang yang berani. Namun dibalik itu semua, ia merasakan tekanan yang besar oleh ayahnya yang memiliki pendapat mutlaknya sendiri tentang apa yang baik atau buruk untuk Neil. Tekanan itulah yang membuat ia kebingungan untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Walaupun demikian Neil mempunyai ketertarikan untuk bermain teater setelah mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia teater. Neil pun ikut serta untuk bermain dalam pertunjukan teater " A Midsummer Night's Dream". Neil merasa bahwa ia hidup kembali dan dapat menunjukan sisi terbaik dalam hidupnya.

Masalah mulai muncul ketika Neil mendapatkan hukuman oleh ayahnya karena ayahnya mengetahui bahwa Neil tidak menjadi "anak baik". Neil merasa bahwa teater merupakan hal yang membuatnya bebas. Namun berbeda dengan ayahnya yang merasa bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak berguna dan dapat membuat akademik Neil menurun. Ayahnya lalu memaksa Neil untuk berhenti bermain teater dan meninggalkan sekolahnya untuk pergi ke sekolah militer guna untuk fokus belajar. Hal ini membuat konflik dalam diri Neil semakin besar dan menimbulkan pertanyaan " Kehidupan siapakah yang harus ia jalani?". Titik puncak Neil adalah ketika Neil memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena lelah dengan kehidupan yang bukan untuknya, Menurut saya pribadi cerita Neil mirip seperti penggalan lirik band FSTVLST dalam lagu Jefferson " Hidup yang berarti, bukan sekedar tak mati. Mati yang berarti, mesti yang terakhir kali". Karena bagi Neil ia tidak mau hidup jika ia tidak merasa menghidupi pilihannya sendiri.

IKLAN

Cerita Neil dapat dipahami dengan perspektif eksistensialisme Sartre sebagai perrjuangan untuk membentuk dirinya sendiri oleh pilihannya sendiri. Menurut Sartre Seseorang tidak hanya menjadi apa yang orang lain katakan tentangnya, Manusia memiliki kemampuan untuk memilih jalan kehidupannya sendiri. Saat Neil memilih untuk bermain dalam pertunjukan teater, ia sebenarnya sedang berusaha untuk menentukan jalan kehidupannya sendiri, ia tidak ingin hanya menjadi " anak baik " yang ditentukan oleh ayahnya, Tetapi ia ingin menjadi Neil yang dapat hidup bebas karena bisa menentukan tujuan hidupnya sendiri.

Konsep kebebasan juga merupakan konsep penting dalam eksistensialisme oleh Sartre. Sartre melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Namun, kebebasan tersebut tidak berarti bahwa manusia dapat melakukan semua hal dalam hidupnya tanpa batas. Manusia akan selalu berada dalam situasi tertentu, dimana ia harus bisa menentukan bagaimana ia akan berperilaku dalam situasi tertentu. Hal tersebut dapat dilihat ketika Neil memilih untuk bermain teater karena ia merasa bebas dan bahagia saat bermain teater. Akan tetapi pilihan tersebut membawa Neil kedalam masalah yang lebih besar yaitu penolakan dari ayahnya, dan ia tidak dapat lari dari itu.

Cancel Culture
Baca Juga

Cancel Culture: Keadilan atau Sekadar Ikut-ikutan?

Pada titik ini, Neil bukan hanya bingung untuk memilih menjadi aktor atau tidak. Namun hal ini menyangkut kebebasan neil untuk dapat menjadi dirinya sendiri tanpa paksaan orang lain. Neil telah menemukan hal yang dapat membuatnya menjadi hidup, Namun pilihan tersebut bertentangan dengan kehidupan yang telah dirancang oleh ayahnya sendiri. Ia berada dalam situasi dimana keinginannya sendiri menghadapi tantangan yaitu penentangan dari sosok yang memiliki kekuasaan yang lebih besar atas kehidupannya. Pada akhirnya, Neil memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak ingin memilih menjadi " anak baik" . Namun hal ini bukanlah bentuk dari kebebasan menurut Sartre, Namun merupakan kondisi dimana individu mengalami konflik berat antara keinginannya untuk memilih jalan hidupnya sendiri dengan tekanan lingkungannya yang tidak mendukung pilihannya. Kematian Neil juga dapat dilihat sebagai kebebasan membutuhkan ruang yang suportif agar dapat terwujud. Sartre juga berpendapat bahwa kebebasan seseorang tidak dapat berdiri sendiri karena kebebasan manusia berkaitan dengan kebebasan orang lain juga.

Pada akhirnya, Dead Poets Society tidak hanya menceritakan tentang sekelompok siswa yang menentang aturan di sekolahnya yang kaku. Film ini pun mengajak penonton untuk dapat mempertanyakan pilihan hidupnya sendiri. Karakter Neil Perry juga memberikan refleksi bahwa pilihan seseorang untuk dapat menentukan hidupnya sendiri perlu juga didengar dan dihargai. Orang lain dapat menilai apa yang kita lakukan tapi orang lain tidak tahu pasti apakah itu hal yang baik atau buruk untuk kehidupan kita. Dead Poets Society juga menanyakan sesuatu yang mendalam yaitu, " Sejauh mana manusia dapat menjadi bebas? "

Sumber: Weir, P. (Sutradara). (1989). Dead Poets Society [Film]. Touchstone Pictures. Sartre, J.-P. (2007). Existentialism is a humanism (C. Macomber, Trans.). Yale University Press. (Original work published 1946).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/antara-keinginan-dan-keadaan-konflik-eksistensialisme-neil-perry-dalam-dead-poets-society/96961/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #Universitas Pendidikan Indonesia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.