Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  2. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Anomie dan Dimana Kaki berpijak, Disitu langit dijunjung

Anomie dan Dimana Kaki berpijak, Disitu langit dijunjung

Foto profil Nurul
Editor: Nurul
27 Agustus 2026, 18.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Agus Wiranto

Oleh: Agus Wiranto, S.T., M.Kom
(Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan)

JurnalPost.com - Pandangan atau lebel negative sering kita anggap kejam, akan tetapi ada kawan teman akar sosiologis dibalik itu penting, Saling tolong menolong, saling berkumpul sesame kawan ramai-ramai, atau berbagi makanan dan tempat tinggaladalah usaha kita menciptakan kehangatan komunal ditanah perantauan, Itu adalah nilai yang baik dari daerah asal. Namun, hal itu bisa saja dianggap amoral di tanah rantau yang punya ciri individualistik dan punya aturan formal yang ketat.

IKLAN

Tetapi tidak baiknya sering sekali ini dianggap Kebiasaan karakter etnis tertentu, yang akan dianggap rasisme yang akut, Padahal masih banyak orang Timur yang merantau dan berhasil, baik secara materi, maupun berhasil membaca situasi, norma dan budaya daerah tujuan.

Comforting Support in a Warm Living Room
Baca Juga

Di Antara Nilai Budaya dan Kesehatan Mental: Mengapa Tidak Semua Luka Berani Diceritakan?

Anomie adalah berasal dari bahasa Yunani anomia artinya kondisi sosial ketika norma, aturan, dan nilai moral dalam masyarakat melemah, hilang, atau tidak lagi dipatuhi. Diperluas oleh sosiolog Robert K. Merton yang melihat anomie sebagai ketidakcocokan antara tujuan hidup (seperti kekayaan) dan cara sah untuk mencapainya Hal ini mencakup ketiadaan arah moral, kebingungan aturan, dan hilangnya kontrol sosial. Anda dapat mempelajari definisi lengkapnya melalui

Kemudian, masalah rasisme ini memiliki ciri standar ganda. Dimana, orang yang rasis tidak mencari kebenaran, mereka tidak bisa menerima fakta dan tidak peka, mereka hanya berusaha mencari pembenaran atas kebencian yang sudah ada.

Mereka menggunakan kasus buruk untuk membenarkan generalisasi negatif (kelompok A) dan mengabaikan kasus buruk untuk membenarkan generalisasi positif (kelompok B). Kalau sudah selektif seperti ini, apa pun teori yang mampu menjelaskan tentang kelompok A, hal itu dianggap pembelaan. Kita memeklumi caraberpikir dan logika fatal yang bias terjadi pada siapa saja sebagai masyarakat bersosial.

Perlu kami tegaskan bahwa masalah ini bukan karakter bawaan atau masalah etnis. Ini adalah masalah Gagal Adaptasi Sosial oleh segelintir oknum.

sosaial media
Baca Juga

Berbeda Budaya, Bukan Berarti Harus Bermusuhan: Mengatasi Prasangka di Media Sosial

Orang Timur sama saja, suka buat Rusuh ditanah rantau : Sering kita dengar kalimat seperti itu Bahkan, sudah mengarah kepada setigma dan menjadi beban pesikologi bagi masyarakat Timur di perantauan Bali, Jakata, Surabaya, Yogyakarta, Malang dan berbagai kota besar lainya menjadi lokasi dimana pelaku buruk segelintir oknum dipertontonkan, dan akhirnya seluruh identitas orang Timur ikut terbawa.

Dalam ilmu sisiologi, kondisi ini disebut Anomie, suatu keadaan dimana Individu mengalami kebingungan moral karena, norma lama sudah tidak relevan dengan Norma di tempat baru.

Disatu sisi norma baru juga belum sepenuhnya dipahami dan dipatuhi oleh pendatang oleh karena itu, istilah dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung belum sepenuhnya dimaknai secara utuh.

IKLAN

Salah satu contoh yang sering dibicarakan adalah soal anak-anak Timur yang suka berkumpul : yang sewa kost hanya satu orang, tapi satu orang ini mengundang tujuh orang lain untuk sekedar rame-rame dan nongkrong sampai pagi.

GWCN Serukan
Baca Juga

GWCN Serukan Kepedulian dan Persatuan dalam Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan

Di daerah tertentu di Timur, berkumpul ramai-ramai dan berbagi tempat tinggal sebagai bentuk solidaritas social yang tinggi, dan juga sebagai kewajiban social dan cara kita membangun jaring pengaman di perantauan. Semakin ramai Semakin terasa Kekeluargaanya.

Nilai Solidaritas kita orang Timur menjadi kabur maknanya ketika disandingkan dengan norma daerah lain, Ada semacam benturan kebiasaan dan budaya yang sulit untuk dihindari.

Dilingkungan kota yang sangat individualistic dan tersetruktur, dengan hokum tertulis(formal) yang ketat, prilaku sepereti ini dianggap sebagai gangguan ketertiban umum, mengusik privasi, dan melanggar peraturan lingkungan.

Nilai solidaritas kita orang daerah Timur menjadi kabur maknanya ketika di sandingkan dengan norma daerah lain. Ada semacam benturan kebiasaan dan budaya yang sulit untuk dihindari

Dilingkungan Kota yang sangat individualistic dan tersetruktur, dengan hokum tertulis(formal) yang ketat prilaku ini dianggap sebagai gangguan ketertiban umum, mengusik privasidan melangar peraturan lingkungan.

Intinya prilaku rusuh yang kita lihat adalah respon kebingungan segelintir oknum yang membawa system aturan lama kedalam system aturan baru.

Sebenarnya, bisa saja mereka tid yang sangat mencolok. Oleh karena itu sangat penting adanya adabtasi, paham situasi, pah ak suka rusuh, tetapi mereka hanya gagal beradaptasi dengan perbedaan norma, hokum dan budaya am bagaimana suatu daerah punys norma tersendiri.

Jelas bahwa prilaku rusuh oleh Oknum bukan karakter bawaan atau masalah etnis, ini hanya gejala kegagalan adabtasi social yang dialami saat terjadi perpindahan mendadak dari norma daerah kenorma kota yang sama sekali berbeda.

Jadi sangat tidak benar kalau setigma itu digeneralisasikan kepada semua orang daerah tertentu Timur yang merantau.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/anomie-dan-dimana-kaki-berpijak-disitu-langit-dijunjung/97476/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

  • #Adaptasi Sosial
  • #Anomie
  • #Budaya
  • #Kehidupan Sosial
  • #Masyarakat Timur
  • #Perantauan
  • #Rasisme
  • #Solidaritas Sosial
  • #Sosiologi
  • #Stigma Sosial

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.