JurnalPost.com - Bertempat di Aula Kantor Camat Liukang Tupabbiring Utara Pulau Sabutung Pangkep, Selasa (9/7), YKPM Sulsel melalui Program INKLUSI melaksanakan pertemuan sekolah perempuan yang dihadiri kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pangkep, Ir. Djajang, ST, MT, IPU. Kehadiran Kepala DPMD Pangkep ini dalam rangka ingin melihat dan berdiskusi dengan sekolah perempuan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh YKPM Sulsel.
Hal ini sejalan dengan Program KASSAKI (Kolaborasi Fasilitas Pemberdayaan Masyarakat Turunkan Kemiskinan di Desa) yang diinisiasi oleh Kepala DPMD Pangkep. Program KASSAKI adalah sebuah program kolaborasi bersama dengan beberapa pihak salah satunya dengan YKPM Sulsel untuk bersama-sama menurunkan kemiskinan di Wilayah Kabupaten Pangkep.
Dalam pertemuan sekolah perempuan ini, kepala DPMD yang turut hadir memberikan pengarahan tentang pentingnya keterlibatan kelompok perempuan mengambil bagian dalam menurunkan angka kemiskinan khususnya di Kepulauan salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi.
"Kemiskinan adalah persoalan daerah ini, namun dengan begitu banyaknya potensi yang bisa dikembangkan oleh kegiatan yang dilakukan Sekolah Perempuan yang secara dasar juga sudah memiliki kegiatan pemberdayaan ekonomi menjadi peluang untuk bisa terus dikembangkan" Ujar Djajang.
Lebih lanjut kepala DPMD ini juga memberikan salah satu contoh kegiatan menggali potensi nilai hasil laut di wilayah kepulauan adalah potensi cumi yang jauh lebih mudah didapatkan di Pulau.
"Contoh pengembangan hasil laut yang bisa bernilai tinggi adalah cumi, cumi jika biasanya orang membeli mentah mungkin harganya 50 ribu sekilo, tapi jika cumi ini diolah dan dikeringkan kemudian di kemas dan dijual di luar, maka harganya akan bernilai jauh lebih tinggi bisa 2 kali lipat" Tambahnya.
Merespon hal tersebut Koordinator Program YKPM Sulsel untuk program INKLUSI yang saat ini dikelola bersama ibu-ibu sekolah perempuan berharap untuk bisa difasilitasi.

"Di Komunitas kami Sekolah Perempuan sudah memiliki beberapa jenis usaha. Tantangan tentu seperti biasa adalah fasilitas modal dan pemasaran dan tentunya pembinaan yang berkelanjutan. Sebut saja di sini ada ibu Naje, penyandang disabilitas yang memiliki usaha telur asin, Ibu Sitti Salehah pengrajin kayu seperti miniatur perahu, flashdisk dan lain-lain, termasuk juga sejumlah usaha lainnya, jadi berharap melalui program KASSAKI potensi-potensi yang sudah ada ini bisa dikolaborasikan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi termasuk tadi pengolahan bahan cumi" tutupnya.
Program INKLUSI adalah salah satu program pemberdayaan perempuan melalui Komunitas Sekolah Perempuan yang tersebar di sejumlah desa di Wilayah Kabupaten Pangkep. Kolaborasi Program ini dan KASSAKI sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci dan juga di Pulau Laiya, Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.
Seperti yang kita ketahui angka kemiskinan di Pangkep masih cukup tinggi di Sulawesi Selatan sebagaimana data Badan Pusat Statistik Tahun 2023 salah satunya di wilayah kepulauan yang disebabkan oleh sejumlah faktor seperti keterbatasan akses informasi, pendidikan, kesehatan dan juga tantangan masyarakat pulau yang lebih banyak memilih melaut atau menjadi Nelayan daripada memilih alternatif lainnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda