JurnalPost.com - Setahun Program INKLUSI yang dijalankan oleh YKPM Sulsel di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, KAPAL Perempuan menggelar audit keuangan dan program di wilayah sasaran Program INKLUSI baik di wilayah Kepulauan maupun di Pegunungan .
Adapun para pihak yang digandeng dalam pelaksanaan Audit Partisipatif yang di gelar di Logos Cofeee, (6/10) diantaranya Balitbangda, Dinas Kominfo, DPMD, Disdukcapil, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Puskesmas Sabutung, Camat Liukang Tupabbiring Utara, Bappeda, perwakilan NGO dan Media.
Budhis Utami sebagai Perwakilan KAPAL Perempuan yang hadir langsung ke Pangkep mendampingi proses Audit ini menyampaikan bahwa audit ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan dan para penerima manfaat di wilayah program.
" Sudah setahun program Inklusi ini berjalan di Kabupaten Pangkep, kami bekerjasama dengan Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) Sulsel selaku pelaksana di lapangan dengan jumlah wilayah sasaran Program sebanyak 13 desa, tentu kita ingin melihat selama setahun ini apa saja manfaat yang dirasakan oleh penerima manfaat khususnya lagi para pihak yang telah membantu program ini berjalan, Audit ini juga sekaligus sebagai bagian dari evaluasi program dan juga untuk perencanan kegiatan mendatang dengan saran dan masukan para pihak yang hadir dalam kegiatan ini" Jelas Budhis
Dalam diskusi Audit Partisipatif ini, tim audit menanyakan ke peserta mengenai Program INKLUSI, bagaimana proses pelaksanaannya, kegiatan apa saja yang telah dilakukan dan pernah diikuti serta bentuk sinergitas yang telah terbangun selama setahun ini juga mendengat sejumlah tantangan yang dihadapi di tengah masyarakat dalam mengkampanyekan issu Program INKLUSI seperti kebijakan penolakan terhadap pernikahan di bawah umur, pencegahan stunting dan pencegahan kekerasan pada perempuan" jelas Budhis yang didampingi oleh Direktur YKPM Sulsel Muliadi Prayitno.
Salah satu peserta yang tak lain adalah Camat Liukang Tupabbiring Utara Husni Tamrin menyampaikan dukungan program INKLUSI ini termasuk merasa senang dan bangga karena Kecamatannya menjadi wilayah sasaran Program.
"Selaku pemerintah wilayah Kecamatan kami tentu sangat senang dan bangga bahwa program INKLUSI ini di bawa ke wilayah kami yang memang secara akses lebih sulit dibanding wilayah daratan, melalui Sekolah Perempuan ibu-ibu di Pulau punya wadah untuk belajar akan banyak hal, termasuk kemarin terlibat aktif dalam mendukung deklarasi penolakan pernikahan dibawah umur. Hanya tidak bisa di pungkiri juga bawah tantangan di tengah masyarakat untuk issu semacam ini kadang tidak bisa di terima, yang pada akhirnya membutuhkan edukasi yang lebih massif agar tidak juga menjadi serangan bagi Pemerintah Kecamatan dan Desa di wilayah tersebut" Ungkap Husni
Pandangan lainnya juga disampaikan oleh Dinas Kominfo yang menyatakan dukungannya atas program INKLUSI ini, bahkan siap menfasilitasi kegiatan sosialisasi melalui media yang ada di dinasnya .
"Kami punya sarana Radio Suara Pangkep, ini bisa menjadi wadah atau sarana dalam melakukan sosialisasi pada Masyarakat kaitannya dengan pencegahan perkawinan anak, KDRT, serta issu lainnya yang ingin di sampaikan ke Masyarakat, kita bisa membangun sinergitas yang baik dalam mensukseskan program ini di Kabupaten Pangkep, bahkan pengalokasian anggaran melalui dana desa juga kedepannya diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan dan keinginan kelompok perempuan dan menduplikasi keberhasilan sekolah perempuan tersebut" Jelasnya.
Pandangan Media dan NGO juga turut didengar melalui kegiatan ini seperti upaya publikasi secara Massif terkait kesetaraan gender dan pencegahan perkawinan di bawah umur, kekerasan seksual pada perempuan, serta mendorong partisipasi perempuan dan kelompok disabilitas di ruang publik semuanya menjadi issu yang selalu disuarakan di sejumlah media dengan dukungan para jurnalis dan mitra NHO yang hadir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda