MIAMI, JurnalPost.com – Vinicius Junior tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol dalam perjalanan Brasil di Piala Dunia. Namun, penyerang Real Madrid itu menegaskan bahwa target utamanya bukan penghargaan individu, melainkan membawa Selecao kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
Brasil berhasil melaju ke babak gugur sebagai juara Grup C setelah tampil solid dalam tiga pertandingan fase grup. Vinicius menjadi salah satu tokoh penting dalam keberhasilan tersebut dengan mencetak empat gol dari tiga laga.
Catatan itu membuat namanya masuk dalam persaingan perebutan Sepatu Emas bersama sejumlah bintang dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland. Meski demikian, pemain berusia 25 tahun tersebut menegaskan bahwa pencapaian pribadi bukan prioritasnya.
“Saya tidak peduli dengan penghargaan individu. Saya di sini bukan untuk menjadi MVP. Saya di sini untuk membantu Brasil meraih Piala Dunia keenam,” ujar Vinicius.
Pernyataan itu sejalan dengan penampilannya di lapangan. Dalam setiap laga fase grup, Vinicius mampu memberi dampak besar lewat kecepatan, pergerakan tajam, serta kemampuannya membongkar pertahanan lawan. Ia menjadi motor serangan Brasil saat tim membutuhkan pembeda.
Peran besar itu membuat Vinicius kini menjadi salah satu tumpuan utama Brasil. Beban tersebut mengingatkan pada peran yang selama ini melekat pada Neymar sebagai sosok pemain yang diharapkan mampu menentukan hasil pertandingan.
Bagi Vinicius, pengalaman pahit di Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran penting. Saat itu, Brasil harus tersingkir dari Kroasia melalui drama adu penalti. Kekalahan tersebut masih membekas dan membuatnya memahami bahwa setiap detail dalam turnamen sebesar Piala Dunia sangat menentukan.
“Piala Dunia berbeda dari semua turnamen yang pernah saya ikuti. Edisi sebelumnya mengajarkan saya bahwa kami harus siap sampai menit terakhir pertandingan. Kami harus melakukan hal-hal secara berbeda, pelajaran telah dipetik,” katanya.
Vinicius juga merasa datang ke turnamen kali ini dengan kondisi yang lebih matang. Pengalaman bermain di level tertinggi bersama Real Madrid dan tim nasional membuatnya lebih siap menghadapi tekanan besar di Piala Dunia.
“Saya memainkan lebih banyak laga dan memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan Piala Dunia sebelumnya. Saya di sini untuk menjalani turnamen yang luar biasa,” ujarnya.
Performa impresif Vinicius juga tidak lepas dari kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil. Keduanya sudah lama bekerja sama di Real Madrid, sehingga Ancelotti memahami betul cara memaksimalkan kemampuan sang penyerang.
Di bawah arahan Ancelotti, Vinicius mendapat kebebasan untuk bergerak, menusuk ke kotak penalti, dan membangun serangan sesuai karakter permainannya. Hal itu membuatnya tampil lebih lepas dan efektif.
“Bermain di bawah arahan Ancelotti terasa spesial karena dia memberikan saya kebebasan untuk melakukan apa yang terbaik bagi saya. Ini bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga bermain dengan baik. Tidak masalah berapa banyak gol yang saya cetak; yang terpenting adalah tim,” kata Vinicius.
Ancelotti pun menegaskan bahwa meski Vinicius sedang berada dalam performa terbaik, fokus utama Brasil tetaplah keberhasilan tim, bukan sorotan terhadap satu pemain.
“Dia tiba di Piala Dunia dalam kondisi prima. Namun, kami tidak berharap ini menjadi Piala Dunia-nya Vinicius; kami berharap ini menjadi Piala Dunia-nya Brasil,” ujar Ancelotti.
Dengan kontribusi besarnya, Vinicius telah membantu Brasil kembali masuk dalam daftar tim favorit juara. Namun, sang pemain tetap menunjukkan sikap rendah hati dan menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi.
Bagi Vinicius, masih banyak gelar yang bisa ia kejar bersama Real Madrid, termasuk penghargaan bergengsi seperti Ballon d’Or. Namun untuk saat ini, semua itu bukan prioritas.
Satu hal yang paling ia inginkan adalah membawa Brasil kembali ke puncak sepak bola dunia dan mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar Piala Dunia keenam. (Xinhua)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda