Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Utusan Khusus AS Tom Barrack, Perdamaian di Timur Tengah Hanyalah Ilusi

Utusan Khusus AS Tom Barrack, Perdamaian di Timur Tengah Hanyalah Ilusi

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
24 September 2025, 23.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Timur Tengah
Sejumlah partisipan mengikuti aksi solidaritas untuk Gaza di Beirut, Lebanon, pada 15 September 2025. (Xinhua/Bilal Jawich)

DUBAI, JurnalPost.com -- Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Tom Barrack menilai perdamaian di Timur Tengah sebagai "ilusi semata", menyatakan kawasan tersebut sebagai wilayah yang terjebak dalam konflik abadi dan klaim-klaim legitimasi yang saling bertentangan, dalam sebuah wawancara mendalam dengan harian Uni Emirat Arab (UEA), The National.

"Saya tidak mempercayai siapa pun di Timur Tengah. Kepentingan kita tidak sejalan, termasuk Israel," ungkap Barrack dalam komentar yang diterbitkan pada Senin (22/9). "Ketika kita berbicara tentang perdamaian, itu hanyalah ilusi semata. Perdamaian tidak pernah ada. Mungkin tidak akan pernah ada perdamaian karena semua pihak berjuang untuk memperoleh legitimasi."

IKLAN

Barrack, yang juga menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) AS untuk Turkiye, mengatakan bahwa Israel "menyerang semua pihak", merujuk pada kebakaran sebuah kapal menuju Gaza di Tunisia yang disebut oleh otoritas setempat sebagai serangan sengaja. "Mereka menyerang Tunisia," ujarnya, menyinggung insiden tersebut sebagai ilustrasi dari pernyataannya. Kebakaran itu melanda kapal Family, kapal terbesar dalam armada Global Sumud Flotilla, saat kapal tersebut berlabuh di dekat Tunis. Tunisia telah membuka penyelidikan, sementara Israel masih belum mengaku bertanggung jawab.

melintasi jalan di Teheran
Baca Juga

Iran Peringatkan Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Perihal Lebanon, Barrack berpendapat bahwa bantuan militer AS ditujukan untuk menjaga stabilitas dalam negeri, bukan untuk melawan Israel. "Apakah kita akan mempersenjatai mereka (tentara Lebanon) agar mereka bisa melawan Israel? Saya rasa tidak," paparnya. "Kita mempersenjatai mereka agar mereka bisa melawan rakyatnya sendiri."

IKLAN

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri pada Selasa (23/9) mengkritik keras pernyataan Barrack, menyebutnya "tidak dapat diterima, baik dari segi bentuk maupun isi".

Wawancara Barrack dilakukan beberapa hari setelah Washington memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata tanpa syarat di Gaza, veto keenam sejak konflik dimulai. "Telah tercapai 27 gencatan senjata. Tidak satu pun yang berhasil," sebut Barrack, seraya menekankan bahwa Israel tetap menjadi sekutu penting yang menerima miliaran dolar bantuan AS setiap tahun. Pengakuan kedaulatan Palestina oleh Inggris, Prancis, dan negara-negara lain, "tidak berguna" dan tidak membantu, lanjutnya.

Berkomentar mengenai serangan Israel terhadap pejabat Hamas di Doha pada 9 September lalu, yang memicu kemarahan Negara-Negara Teluk, Barrack mengatakan serangan tersebut "tidak baik" namun tidak merusak hubungan AS-Qatar. "Israel tidak menginformasikan kita sebelumnya. Namun, Qatar telah menjadi sekutu yang besar dan berharga sejak awal," katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Baca Juga

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

Barrack juga sebelumnya telah menimbulkan kontroversi. Dalam sebuah konferensi pers di Beirut bulan lalu, dia meminta awak media Lebanon untuk "diam" dan mendeskripsikan perilaku mereka "seperti binatang," sehingga memicu kecaman dari serikat jurnalis Lebanon yang menyebut pernyataan tersebut sebagai "kesombongan kolonial." Kepresidenan Lebanon kemudian mengeluarkan pernyataan penyesalan.

Seorang investor miliarder sekaligus sekutu lama Presiden AS Donald Trump, Barrack dilantik sebagai Dubes AS untuk Turkiye pada awal tahun ini dan ditunjuk sebagai utusan khusus Washington untuk Suriah. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/utusan-khusus-as-tom-barrack-perdamaian-di-timur-tengah-hanyalah-ilusi/86092/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Donald Trump
  • #Timur Tengah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  5. 5

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.