Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Dampak Kebijakan Tarif Impor Donald Trump terhadap Ekonomi Indonesia

Dampak Kebijakan Tarif Impor Donald Trump terhadap Ekonomi Indonesia

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
21 April 2025, 21.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dampak Kebijakan Tarif Impor Donald Trump terhadap Ekonomi Indonesia
Arsip foto - Trump mengaku merasa sangat yakin bahwa negosiasi antara AS dan Rusia ini akan berhasil. JURNALPOST/ Xinhua/pri.

Oleh : Ade Prayoga

JurnalPost.com - Keputusan Donald Trump untuk menaikkan tarif impor, terutama terhadap produk dari Tiongkok, merupakan salah satu langkah paling kontroversial dalam kebijakan ekonominya selama menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada (2/4/2025) yang membuat banyak negara tercengang. Pada saat menyampaikan pidatonya, ia menyebut Langkah kebijakan tarif impor baru tersebut sebagai bagian dari liberation day, untuk membebaskan ekonomi Amerika dari ketergantungan impor. Kebijakan tarif Trump adalah persentase pajak yang dikenakan terhadap nilai suatu barang yang diimpor dari negara lain. Katakanlah, tarif sebesar 25 persen diberlakukan untuk produk impor seharga AS$ 10, ini membuat harga produk itu dikenai biaya tambahan AS$ 2,5.

IKLAN

Trump menerapkan tarif impor 10 persen terhadap negara asing di dunia yang memperdagangkan produk ke AS. Tarif universal 10 persen ini berlaku efektif mulai Sabtu (5/4/2025). Menurut Trump, tarif impor merupakan respons terhadap tindakan yang diambil negara-negara lain dalam membatasi ekspor produk dari AS. Besaran tarif ditentukan sesuai pungutan moneter setiap negara terhadap produk impor dari AS, serta hambatan perdagangan non-moneter, seperti regulasi yang menyulitkan produk AS masuk pasar. Meski begitu, dia mengklaim tarif timbal balik hanya setengah dari tarif impor negara-negara lain terhadap produk AS. Berikut beberapa pilihan judul SEO untuk artikel tersebut:

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Menurut Trump, penerapan tarif ini tujuan utamanya sebenarnya buat ngejaga industri dalam negeri mereka sendiri—biar produk-produk lokal Amerika bisa lebih laku dan nggak kalah saing sama barang luar. Tapi, yang sering nggak kelihatan, kebijakan kayak gitu bisa berdampak juga ke negara lain, termasuk Indonesia, bahkan sampai ke masyarakat kecil.

Penerapan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap Indonesia membawa tekanan besar terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan ini menurunkan daya saing ekspor Indonesia di pasar AS karena harga barang menjadi lebih mahal.

Meskipun Indonesia bukan target langsung dari tarif itu, efeknya tetap terasa. Soalnya, ekonomi sekarang tuh saling nyambung. Misalnya, gara-gara perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, banyak perusahaan jadi nahan pesanan barang atau nurunin pembelian dari negara lain. Nah, kalau ekspor dari Indonesia menurun, itu bisa bikin pabrik-pabrik di sini mengurangi produksi. Akibatnya? Banyak pekerja bisa dikurangi jam kerjanya, bahkan bisa sampai kena PHK. Yang kena duluan ya masyarakat kecil—buruh pabrik, petani yang hasil taninya buat ekspor, atau pengrajin kecil.

IKLAN

Nggak cuma itu, perang dagang juga bikin harga-harga barang naik. Bahan baku yang biasa diimpor jadi lebih mahal, terus berantai ke harga barang di pasar. Barang-barang kayak elektronik, baju, atau kebutuhan sehari-hari bisa jadi lebih mahal. Yang susah ya masyarakat kecil, karena penghasilan mereka tetap tapi biaya hidup jadi naik.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Terus, ada juga efek dari produk luar yang akhirnya masuk ke Indonesia. Gara-gara barang-barang Tiongkok susah masuk ke Amerika, mereka nyari pasar baru—termasuk ke negara berkembang kayak Indonesia. Akhirnya produk mereka yang murah-murah itu jadi pesaing berat buat produk lokal. UMKM atau pedagang kecil di sini jadi makin susah bersaing.

Intinya, walaupun kebijakan tarif impor Trump itu kelihatannya cuma urusan negara besar, dampaknya bisa nyampe ke kehidupan sehari-hari orang-orang kecil di negara kayak Indonesia. Dari kehilangan kerjaan, naiknya harga barang, sampai makin beratnya usaha kecil buat bertahan.

Kebijakan tarif impor yang diterapkan Donald Trump lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Dengan meningkatkan tarif barang impor, Trump melindungi industri AS di jangka pendek, namun menyebabkan harga barang Indonesia di pasar AS menjadi lebih mahal dan menurunkan daya saing produk-produk lokal. Ini mengancam sektor-sektor padat karya di Indonesia, seperti tekstil dan alas kaki, yang sangat bergantung pada pasar AS.

Selain itu, kebijakan proteksionis ini memicu perang dagang global yang mengganggu kestabilan ekonomi dunia. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump dapat menghambat investasi asing yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Kebijakan ini juga menunjukkan pendekatan yang sempit, di mana Trump lebih fokus pada perlindungan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap hubungan perdagangan internasional yang lebih luas.

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Secara keseluruhan, kebijakan tarif Trump tidak hanya merugikan Indonesia, tetapi juga menciptakan ketegangan global yang bisa memperburuk ekonomi dunia, termasuk ekonomi negara-negara maju sekalipun.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-kebijakan-tarif-impor-donald-trump-terhadap-ekonomi-indonesia/80127/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.19 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Pilihan Editor

  1. 1 Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.