Partisipasi Perempuan dalam UMKM Digital di Tengah Tren Ekonomi Kreatif
JurnalPost.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 96,9% tenaga kerja. Dari sekitar 65 juta unit UMKM yang tersebar di Indonesia, lebih dari 64% dikelola oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya melalui sektor UMKM.
Perkembangan teknologi digital dan tren ekonomi kreatif telah membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usahanya secara online. Platform e-commerce, media sosial, dan aplikasi digital lainnya memungkinkan perempuan menjalankan usaha dari rumah dengan fleksibilitas waktu yang tinggi. Walaupun peluang ini besar, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM Perempuan, dimana data menunjukkan bahwa hanya 24% pelaku UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas usahanya. Selain itu, keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, serta jaringan bisnis juga menjadi hambatan dalam pengembangan usaha online hingga proses kepemilikan legalitas dagang/Nomor Induk Berusaha (NIB). Peran ganda sebagai pelaku usaha dan pengurus rumah tangga menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengelola UMKM.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, berbagai inisiatif telah dilakukan, seperti pelatihan digital marketing yang diselenggarakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Misalnya, di Kabupaten Bandung Barat, pelatihan digital marketing diberikan kepada pelaku UMKM perempuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital. Namun, upaya ini masih perlu diperluas dan ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM perempuan di berbagai daerah. Melihat besarnya potensi dan peran perempuan dalam UMKM berbasis online, maka penting untuk memahami sejauh mana mereka berpartisipasi, apa saja kendala yang dihadapi, serta bagaimana strategi yang dapat dikembangkan untuk mendorong partisipasi yang lebih inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana tingkat partisipasi perempuan dalam UMKM berbasis online di tengah tren ekonomi kreatif dengan harapan dapat memberikan gambaran nyata dan rekomendasi yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara berkelanjutan. Data dalam penelitian ini kami analisa dari hasil wawancara bersama pemilik UMKM berbasis online di Indonesia dari 5 sampel dengan kriteria; pelaku usaha/owner adalah perempuan, berwirausaha/mengelola usaha, dan menekuni dunia usaha berbasis online.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda