Penulis: Deni Frans Sakka, M.Biotech.
MAKASSAR, JurnalPost.com – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengembangkan teknologi biokonversi limbah organik berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan kemandirian pakan nasional.
Penelitian bertajuk “Teknologi Biokonversi Limbah Organik Berbasis Black Soldier Fly sebagai Solusi Circular Economy untuk Mendukung Kemandirian Pakan dan Pertanian Berkelanjutan” tersebut diketuai Prof. Dr. Adnan, M.S.
Kegiatan penelitian didanai oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dilaksanakan di Laboratorium Kebun Percobaan Biologi (LKPB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM.
Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan limbah organik yang berasal dari restoran, limbah pasar, dan warung makan UMKM di sekitar Kampus UNM sebagai media budidaya larva BSF.
Melalui proses biokonversi, limbah organik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan diolah menjadi biomassa maggot dengan kandungan protein tinggi.
Biomassa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk pakan ikan, unggas, dan ternak. Sementara itu, residu hasil pengolahan yang dikenal sebagai frass dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Teknologi ini menerapkan konsep circular economy atau ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya baru yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan limbah organik, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta menyediakan sumber protein alternatif bagi sektor peternakan dan perikanan.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Adnan, M.S., mengatakan penelitian tersebut berpotensi memberikan dampak luas bagi lingkungan, pendidikan, ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi sirkular.
“Saya percaya bahwa penelitian ini dapat memberikan dampak yang sangat luas, mulai dari penyelesaian permasalahan lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan berbasis riset, penguatan ketahanan pangan dan kemandirian pakan nasional, hingga mendorong terwujudnya ekonomi sirkular,” ujar Adnan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs.
“Melalui kolaborasi berbagai pihak, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Libatkan Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM Penelitian tersebut juga menjadi bagian dari penerapan pembelajaran yang terintegrasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM dilibatkan secara aktif dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari pengumpulan limbah organik, budidaya larva BSF, hingga analisis hasil biokonversi.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung dalam penerapan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat budaya riset, inovasi, dan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.
Selain melibatkan mahasiswa, penelitian dikembangkan melalui pendekatan pentahelix yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, pelaku UMKM, masyarakat, serta media.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi sehingga teknologi biokonversi yang dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas.

Targetkan Pakan Maggot hingga Model Bisnis Tim peneliti menargetkan sejumlah luaran dari program tersebut. Di antaranya formulasi pakan berbasis maggot BSF, pupuk organik dari frass, publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual, serta model bisnis berbasis ekonomi sirkular.
Model bisnis tersebut diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan di berbagai daerah sesuai dengan potensi limbah organik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Penelitian ini juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals.
Kontribusi tersebut meliputi SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui pengembangan sumber protein alternatif untuk pakan, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis riset.
Penelitian turut mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Selain itu, program tersebut berkaitan dengan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengurangan limbah organik dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Dengan dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, penelitian ini diharapkan menjadi salah satu model pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan sekaligus mendukung kemandirian pakan nasional.
Program tersebut juga menunjukkan komitmen UNM dalam menghadirkan pendidikan berbasis riset yang berdampak bagi masyarakat, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menumbuhkan inovasi dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda