SURABAYA, JurnalPost.com — Universitas Airlangga (UNAIR) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui partisipasi Pusat Inovasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (PIPTP) UNAIR dalam International Faculty Development Program (IFDP) yang diselenggarakan Parul Institute of Technology, Parul University, India, pada 17 September 2026.
Dalam forum internasional tersebut, PIPTP UNAIR diwakili oleh Dr. Nilam Andalia Kurniasari, Koordinator Bidang Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Program (Bidang II) PIPTP UNAIR.
Ia membawakan materi bertajuk “Sustainable Development Goals in Higher Education: Universitas Airlangga's Best Practices” yang mengulas berbagai praktik baik UNAIR dalam mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam pendidikan tinggi.
IFDP kali ini mengangkat tema “Transforming Education for Sustainable Development: Interdisciplinary Teaching, Digital Inclusion, Ethics, and Well-being.” Forum tersebut mempertemukan puluhan akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai negara di kawasan Asia, Afrika, hingga Eropa.
Gambar 1. Dr. Nilam Andalia Kurniasari menerima Token of Appreciation sebagai presenter dalam International Faculty Development Program di Parul University, India.
Dalam pemaparannya, Dr. Nilam menjelaskan bahwa komitmen UNAIR terhadap SDGs tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diterapkan melalui berbagai program yang mengintegrasikan pedagogi modern, pemanfaatan teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap pengakuan internasional yang diraih UNAIR. Pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, UNAIR berhasil menempati peringkat ke-15 dunia sekaligus posisi pertama di Indonesia.
Dorong Pendidikan Berkualitas melalui AMOORA
Salah satu praktik baik yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah pengembangan Airlangga Massive Open Online Resources Academy (AMOORA) sebagai bagian dari transformasi digital pembelajaran di UNAIR.
Melalui AMOORA, PIPTP UNAIR menyediakan berbagai kursus microcredential dan Massive Open Online Course (MOOC) yang dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat.
Platform tersebut memungkinkan peserta mengikuti materi pembelajaran tanpa terbatas ruang dan waktu sehingga akses terhadap pendidikan tinggi menjadi semakin terbuka, adaptif, dan inklusif.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi UNAIR dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh sumber pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan global.
PIPTP UNAIR juga berupaya memastikan inovasi pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Sertifikasi Profesi untuk Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa
Selain penguatan pembelajaran digital, Dr. Nilam turut memaparkan kontribusi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNAIR yang berada di bawah PIPTP UNAIR dalam mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui program sertifikasi profesi gratis bagi mahasiswa UNAIR yang berasal dari kelompok ekonomi terbawah.
Program afirmasi tersebut secara khusus menyasar mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) serta mahasiswa yang menghadapi keterbatasan finansial.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pengakuan profesional tanpa harus terbebani biaya sertifikasi.
Dr. Nilam menjelaskan bahwa sertifikasi profesi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Dengan kompetensi yang terukur dan tersertifikasi, mahasiswa diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses akademik selama mahasiswa berada di kampus, tetapi juga mencakup upaya mempersiapkan mereka memasuki dunia profesional secara lebih kompetitif dan inklusif.
Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Partisipasi Dr. Nilam Andalia Kurniasari sebagai perwakilan PIPTP UNAIR dalam International Faculty Development Program di India sekaligus menjadi bagian dari upaya UNAIR memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Forum internasional menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan global, mulai dari transformasi digital, inklusivitas pendidikan, etika, hingga kesejahteraan.
Melalui keterlibatan dalam berbagai kolaborasi internasional, UNAIR terus memperkuat posisinya sebagai centre of excellence yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran PIPTP UNAIR dalam forum IFDP di India juga menunjukkan bahwa inovasi pendidikan yang dikembangkan perguruan tinggi Indonesia memiliki ruang untuk dibagikan sekaligus didiskusikan dalam ekosistem pendidikan global.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang semakin luas serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda