Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  2. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  3. Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

  4. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  5. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Photovoice Jadi Diplomasi Visual Perempuan Muda untuk Suarakan Ruang Urban Berkelanjutan

Photovoice Jadi Diplomasi Visual Perempuan Muda untuk Suarakan Ruang Urban Berkelanjutan

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
01 Oktober 2026, 19.40 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
City Diplomacy
Tim pengabdian masyarakat memberikan briefing kepada peserta sebelum memulai sesi Photovoice. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat)

JurnalPost.com, Batu — Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) bersama Southeast Asia Neighbourhood Network (SEANNET) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “City Diplomacy dari Akar Rumput: Photovoice sebagai Diplomasi Visual dalam Memperjuangkan Ruang Urban Berkelanjutan” di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang diketuai Dian Mutmainah, S.IP., M.A. tersebut melibatkan 13 perempuan muda berusia 16 hingga 25 tahun dari Malang. Para peserta diajak menggunakan metode Photovoice untuk merekam sekaligus menceritakan pengalaman mereka mengenai ruang yang dianggap aman maupun tidak aman di kawasan perkotaan Kota Batu.

IKLAN

Hasil dokumentasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi photostory individu maupun kelompok yang menggambarkan perspektif perempuan muda terhadap ruang kota.

Kegiatan ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana pengalaman perempuan muda hidup dan beraktivitas di tengah perkembangan kota yang terus berlangsung.

Pertumbuhan kawasan perkotaan memang menghadirkan berbagai peluang, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan tantangan dalam menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan muda.

Selama ini, konsep city diplomacy atau diplomasi kota lebih sering dipahami sebagai aktivitas yang melibatkan pemerintah daerah maupun elite lokal. Padahal, masyarakat juga memiliki pengalaman dan pandangan yang dapat menjadi bagian penting dalam membangun kota yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, perempuan muda ditempatkan sebagai subjek yang memiliki hak untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, serta aspirasi mereka mengenai ruang kota.

Pendekatan itu juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Photovoice sebagai Media Diplomasi Visual

Photovoice merupakan metode partisipatif yang menggunakan fotografi sebagai sarana untuk mendokumentasikan sekaligus mengomunikasikan berbagai persoalan yang dianggap penting oleh peserta.

Dengan memanfaatkan kamera atau ponsel, peserta tidak hanya menjadi objek penelitian atau kegiatan, tetapi berperan aktif dalam merekam realitas di sekitarnya berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Dalam pelaksanaannya, peserta diarahkan melalui tiga tahapan refleksi, yakni mengenali, memaknai, dan membayangkan.

PS
Peserta memotret ruang-ruang kota yang mereka persepsikan aman maupun tidak aman. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat)

Peserta terlebih dahulu diajak mengenali ruang kota yang selama ini mereka lewati dalam aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, mereka mencoba memahami faktor yang membuat sebuah ruang terasa aman maupun menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pada tahap berikutnya, peserta diajak membayangkan seperti apa ruang perkotaan yang lebih ramah dan aman bagi perempuan muda.

Pelatihan Photovoice diawali dengan pengenalan konsep fotografi sebagai alat diplomasi visual. Para peserta diperkenalkan pada kemampuan foto dan narasi dalam membangun persepsi publik sekaligus menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan.

IKLAN

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Puspitaningtyas Sulistyowati atau yang akrab disapa Mba Tyas dari Yayasan Arkom Indonesia sebagai narasumber.

ARKOM Indonesia merupakan organisasi berbasis di Yogyakarta yang bergerak dalam transformasi perkotaan dan penguatan komunitas melalui isu perumahan serta kawasan permukiman dengan visi mewujudkan kota ekologis dan inklusif.

Usai memperoleh pembekalan, peserta menyusuri sejumlah kawasan di pusat Kota Batu, mulai dari Alun-Alun Kota Batu hingga kawasan Balai Kota.

Sepanjang perjalanan tersebut, peserta mengamati kondisi lingkungan dan menentukan ruang-ruang yang menarik perhatian mereka.

Lokasi yang dipotret tidak hanya berkaitan dengan ruang yang dianggap nyaman dan aman, tetapi juga tempat-tempat yang dinilai dapat menghadirkan rasa tidak aman maupun kerentanan bagi perempuan muda.

Peserta kemudian mengabadikan ruang-ruang tersebut menggunakan ponsel masing-masing. Pemilihan objek foto dilakukan berdasarkan pengalaman, pengamatan, serta perasaan personal peserta terhadap ruang kota yang mereka lewati.

Foto dan Narasi Dirangkai Menjadi Photostory

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan photostory yang dipandu langsung oleh Dian Mutmainah, S.IP., M.A. selaku ketua tim pengabdian.

Dalam sesi tersebut, peserta menyeleksi sejumlah foto yang telah mereka ambil selama kegiatan lapangan. Setiap foto kemudian dilengkapi dengan narasi yang menjelaskan kondisi yang tergambar, alasan ruang tersebut dianggap aman atau tidak aman, hingga pesan yang ingin mereka sampaikan kepada masyarakat maupun pembuat kebijakan.

Gambar3
Peserta berdiskusi dan menyusun hasil photostory secara berkelompok. (Dok. Tim Pengabdian Masyarakat)

Foto dan cerita tersebut selanjutnya dirangkai menjadi photostory yang berfungsi sebagai kesaksian visual mengenai pengalaman perempuan muda dalam berinteraksi dengan ruang perkotaan.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman sehari-hari yang sebelumnya mungkin hanya dirasakan secara personal dapat diterjemahkan menjadi narasi visual yang lebih mudah dipahami publik.

Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya bersama SEANNET berharap kegiatan ini dapat membantu perempuan muda semakin peka terhadap kondisi ruang di sekitar mereka, mengenali berbagai bentuk kerentanan, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan ruang kota yang aman dan inklusif.

Photostory yang dihasilkan juga diharapkan dapat berkembang menjadi media komunikasi dan advokasi yang mampu menyampaikan aspirasi perempuan muda kepada publik dan pemangku kepentingan.

Dengan demikian, diplomasi kota tidak hanya berlangsung melalui hubungan antarpemerintah atau institusi formal, tetapi juga dapat tumbuh dari pengalaman warga di tingkat akar rumput melalui foto, cerita, dan suara mereka sendiri.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi lebih dari sekadar dokumentasi. Melalui Photovoice, visual dapat menjadi sarana membangun kesadaran, solidaritas, serta mendorong terciptanya ruang perkotaan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/photovoice-jadi-diplomasi-visual-perempuan-muda-untuk-suarakan-ruang-urban-berkelanjutan/97938/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 13.13 WITA

  • ##SDGs
  • #Diplomasi Visual
  • #FISIP UB
  • #Kota Batu
  • #Kota Berkelanjutan
  • #Perempuan Muda
  • #Photovoice
  • #Ruang Urban
  • #SEANNET

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pancasila di Tengah Patah Hati: Sudahkah Kita Memanusiakan Manusia dalam Hubungan?

Penguatan Instruktur, PPSDM Migas Gelar Sosialisasi Pejabat Fungsional

Dosen UMI Tingkatkan Literasi Ilmiah dan Kesadaran Hukum Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Digital

Kurikulum yang Tak Tertulis di Pesantren: Antara Keteladanan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak

Pilihan Editor

  1. 1 Politik yang Merangkul, Bukan Memecah Belah Masyarakat
  2. 2

    IPAB, Dinas Arpus Cilacap, dan SIP Publishing Dorong Karya Literasi Masuk ke Industri Kreatif

  3. 3

    Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

  4. 4

    UPN “Veteran” Jawa Timur dan UNDIP Perkuat Kerja Sama Akademik di Bidang Pendidikan dan Penelitian

  5. 5

    Kampus Ramah, Mahasiswa Aman: Dosen UPN Veteran Jatim Edukasi 200 Mahasiswa Baru tentang Pencegahan Kekerasan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.