JURNALPOST.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sulsel, Ilyas Iskandar, mengaku, tahun ini pihaknya akan fokus pada pembangunan halte BRT daripada penambahan unit BRT.
Tahun ini, pihaknya berencana menambah 70 unit halte dan shelter BRT.
"Kita lebih fokus pada halte, akan ada penambahan 70 halte tahun ini, tapi masih sementara dihitung. Titiknya di Mamminasata, kita lihat mana koridor yang kurang supaya lebih jalan dan efektif," ungkapnya, kemarin.
Dengan penambahan tersebut, maka nantinya total jumlah halte dan shelter BRT yang ada menjadi 100 hingga 110 unit.
Untuk usulan penambahan BRT, mengatakan, pihaknya masih akan mengevaluasi operasional BRT yang ada saat ini.
Pihaknya berharap angka load vector BRT yang ada sekarang paling tidak bisa berada diatas 60 persen, sehingga bila ingin membuka jaringan baru, bisa lebih gampang.
"Kita usulkan tapi dievaluasi dulu apakah yang 30 ini efektif atau tidak, bagaimana load vectornya. Kalau dibawah 50 persen tentu sulit. Kita realistis saja karena orang di pusat juga kan orang yang mengerti transportasi," ujarnya.
Ilyas mengaku, bisa memahami jika BRT masih merugi karena saat ini BRT masih dalam tahap sosialisasi, sehingga pihaknya belum bisa untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
"Evaluasi dari dinas belum bisa karena masih pada proses sosialisasi. Secara teoritis sosialisasi itu masih rugi sama dengan angkutan perintis," paparnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi (Seklrov) Sulsel, Abdul Latief, saat dikonfirmasi mengenai evaluasi perkembangan operasional BRT, mengaku sampai saat ini tidak ada keluhan yang diterimanya secara tertulis.
"Adem-adem dan aman-aman saja, berarti kan itu masih berjalan," ujarnya (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda