Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri
Kenali apa itu self-sabotage, akar psikologis di balik kebiasaan menunda pekerjaan, pandangan filsafat, serta cara efektif untuk mulai melangkah.
Kumpulan berita dan artikel yang membahas psikologi.
Kenali apa itu self-sabotage, akar psikologis di balik kebiasaan menunda pekerjaan, pandangan filsafat, serta cara efektif untuk mulai melangkah.
Mengenal perilaku people pleasing, alasan sulit mengatakan tidak, serta dampak terus mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi menyenangkan orang lain.
Pernah merasa konten kesehatan mental sangat relate dengan diri sendiri? Kenali alasan psikologis di baliknya dan bahaya melakukan self-diagnosis secara keliru.
Memahami kesehatan mental di Indonesia dalam perspektif budaya, nilai keluarga, dan dampaknya terhadap stigma sosial serta keberanian mencari pertolongan.
Ni Nyoman Yulia Niti Darma adalah mahasiswa Magister Sains Psikologi di Soegijapranata Catholic University. Melalui perspektif psikologi multikultural, ia mengangkat...
Pelajari cara mengatasi prasangka budaya dan stereotipe di media sosial guna membangun ruang digital yang inklusif serta menjaga kerukunan antarkelompok.
Temukan teknik alternatif nonfarmakologis untuk mengatasi ansietas secara mandiri, mulai dari relaksasi napas dalam, grounding, hingga expressive writing.
Tim dosen UNTAG Surabaya mengenalkan website LUMI untuk mendampingi remaja Save Street Child Sidoarjo mengenali minat dan merancang perencanaan karier sejak din
Kenali fenomena brain rot dan doomscrolling akibat konsumsi media sosial berlebihan yang berdampak pada kesehatan mental serta cara menyiasatinya.
Mengapa makan sendiri dan jalan sendiri masih sering dianggap aneh? Pelajari alasan psikologis di baliknya dan bedanya menyendiri serta kesepian.
Memahami dampak buruk ketika validasi orang lain menjadi tolak ukur kebahagiaan serta pentingnya membangun penerimaan diri sendiri.
Seminar nasional di Universitas Tarumanagara membahas pentingnya pencegahan kesehatan mental berbasis AI, pengelolaan risiko psikososial, dan aksi nyata organis