JURNALPOST.COM - Untuk menghimpun dukungan sebagai kandidat ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, sejauh ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, masih mengandalkan tim lokal.
Tetapi, dalam waktu dekat ini Syahrul berencana membentuk tim kampanye nasional untuk memuluskan langkahnya pada pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendatang.
Syahrul mengatakan, akan memilih orang dengan kriteria khusus pada tim kampanye nasionalnya. Terutama untuk posisi ketua tim.
"Saya mau seorang jenderal yang jadi ketua tim saya," kata Syahrul, Kamis (3/3).
Sejumlah nama dikatakannya menjadi pertimbangan, tetapi Syahrul masih enggan menyebut nama-nama yang dimaksudnya. Menurut Syahrul, hal ini masih akan dibicarakan bersama tim lokalnya di Sulsel.
"Yang jelas, figur jenderal tersebut sudah tidak aktif di militer. Sebab seorang jenderal aktif tidak boleh berpolitik, apalagi yang menjabat menteri. Itu tidak boleh," ucapnya.
Kapasitas seorang Jenderal dari kalangan militer yang pasti telah teruji, terutama dalam hal militansi dan mobilitas yang tinggi, menjadi alasan Syahrul menetapkan seorang Jenderal sebagai kriteria calon ketua timnya. Selain itu, mantan seorang perwira tinggi juga dianggapnya memiliki konsepsi yang lebih jelas tentang sebuah negara.
Syahrul menyadari, sejauh ini dirinya masih kalah populer bila dibandingkan sejumlah kandidat lainnya yang juga akan mencalonkan diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar. Akan tetapi, ia tetap optimistis bisa terpilih.
Pembentukan tim kampanye nasional ini disebutnya sebagai salah satu strategi memperpanjang nafas perjuangan di Munaslub.
"Kita seperti lari maraton, jangan sampai kehabisan daya tahan di tengah jalan." ujarnya.
Lebih jauh Syahrul mengatakan, yang menjadi pertimbangan utama dirinya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar adalah konsepsi negara. Dia mengaku merasa terpanggil untuk membenahi Partai Golkar agar bisa terus memberikan pengabdian yang lebih besar kepada negara.
Hal ini dikatakannya sesuai dengan khittah Partai Golkar sebagai mitra pemerintah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
"Yang paling penting adalah memperbaiki negeri ini," tutupnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda