JURNALPOST - Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), setelah sebelumnya dikunjungi oleh Airlangga Hartarto dan Setya Novanto yang merupakan Calon Ketua Umum (Caketum) DPP Partai Golkar yang rencananya akan maju dalam Munaslub mendatang, kali ini Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang juga akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar, kembali menerima kunjungan Aziz Syamsudin yang juga dikabarkan akan maju sebagai Caketum Golkar.
Azis, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Kosgoro 1957, menemui Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (11/4).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat saling mendukung dan menciptakan pelaksanaan Munaslub yang objektif transparan dan berkeadilan.
Azis mengatakan, dirinya dan Syahrul Yasin Limpo memiliki visi dan misi yang sama untuk membesarkan Partai Golkar dan membantu pemerintahan Jokowi-JK untuk bersama-sama membangun bangsa.
"Saya sepakat untuk merangkul semua faksi-faksi dan semua calon ketua umum yang ada untuk masuk dalam kepengurusan Golkar," kata Azis, usai melakukan pertemuan dengan SYL.
Azis juga mengatakan, seluruh calon ketua umum nantinya akan berkoalisi untuk mensukseskan pelaksanaan Munaslub Golkar.
Sehingga, siapapun yang nantinya yang akan menang, tetap saling mendukung dalam kepengurusan Golkar dan bisa mengembalikan kejayaan Paryai Golkar.
"Targetnya adalah bagaimana Golkar bisa memenangkan Pilkada 2017 dan 2018," ujarnya.
Azis juga mengaku telah memiliki kabinet bayangan jika dirinya terpilih menjadi Ketua Umum. Hanya saja Azis masih enggan merinci siapa saja nama-nama yang akan dimasukan dalam kabinetnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengaku, kedatangan Azis menemuinya adalah untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran Azis kepadanya terkait pelaksanaan Munaslub mendatang.
"Azis dan saya sama-sama di Kosgoro, diaa menganggap saya kakaknya di kosgoro. Azis datang menyampaikan pikirannya terkait Munaslub," kata SYL.
Dalam pertemuan tersebut, SYL juga mengatakan, Aziz menyampaikan niatnya untuk maju sebagai Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar pada pelaksanaan Munaslub mendatang.
"Azis minta izin, dia bilang, Kak kamu maju, saya juga maju. Kalau bisa kita sama-sama. Saya bilang, yang penting untuk Golkar, ayo kita sama-sama," ungkapnya.
SYL juga mengaku, ia dan Aziz sepakat siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi Ketua Umum, tetap akan saling mendukung untuk kembali membesarkan Partai Golkar.
"Kita juga sepakat siapapun yang menang, semua nantinya akan masuk dalam kabinet besar dalam kepengurusan Golkar," ujarnya.
Selain itu, SYL juga mengaku menyampaikan kepada Azis, apabila ada aksi bayar-membayar dalam pelaksanaan Munaslub mendatang, ia akan mundur.
"Saya juga sampaikan, bahwa kapan ada aksi bayar-bayaran, saya tidak akan ikut munas. Saya akan cabut," tutupnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda