JURNALPOST.COM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa ikut terlibat dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mendatang.
"Saya berharap tidak ada bayar-bayaran di Munas, KPK harus hadir di situ. Mau jadi apa Republik ini kalau selalu dengan hal-hal seperti itu," tegas Syahrul, Senin (15/2).
Walaupun sampai hari ini, Syahrul belum mendaklarasikan diri untuk maju dan ikut bertarung dalam bursa pemilihan calon ketua umum DPP Partai Golkar, ia mengaku sudah mendapat dukungan dan respon yang baik dari beberapa DPD.
"Dalam kunjungan saya ke beberapa daerah, respon dan sambutan mereka cukup positif. Ketika saya menyampaikan pemikiran saya, ternyata kita punya kesamaan pemikiran dan keinginan untuk Partai Golkar," ujarnya.
Syahrul mengatakan, Golkar harus menjadi besar untuk memperjuangkan kepentingan rakyat agar bisa mengawal kebijakan pemerintah untuk betul-betul berpihak kepada rakyat.
"Ini bukan pekerjakan kecil, Syahrul pun kalau harus maju adalah untuk memberikan dan mewujudkan itu. Golkar adalah raksasa besar yang kemarin tidur, dan harus bangun harus membela kepantingan rakyat," ucapnya.
Ideologi yang dijalankan, lanjutnya, harus sesuai dengan Ideologi Partai Golkar dan tidak boleh ada yang keluar dari jalur itu.
"Jangan ada yang keluar. Kalau selesai pertandingan politik, harus kembali ke pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Makanya, Golkar tidak boleh hanya dimiliki seseorang apalagi kelompok," ungkapnya.
Menurut Syahrul, semua kader berhak untuk maju dan ikut bertarung dalam bursa pemilihan calon ketua umum. Persoalan menang dan kalah, itu katakannya adalah hal yang sangat lumrah dalam sebuah kompetisi.
Semua berhak maju, termasuk saya dan yang lain. Mari kita sama-sama berkompetisi. Menang dan kalah itu hal yang biasa. Bertanding secara terbuka maupun tertutup itu hampir menjadi bagian hidup saya. Bagi saya Munaslub ini adalah kompetisi untuk menunjukkan ide gagasan untuk membangun rakyat dan Indonesia," paparnya.
Syahrul juga membantah bila dikatakan ia mengesampingkan tugas sebagai Gubernur demi untuk melakukan konsolidasi jelang pelaksanaan Munaslub.
"Jangan pikir saya mainkan tugas sebagai gubenrur, saya gunakan hari libur untuk ini. Dan saya pasti lebih memilih tugas sebagai Gubernur," tutupnya. (FO)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda