SUKOHARJO, JurnalPost.com — Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Warga menerapkan teknologi kendali otomatis pada Instalasi Air Bersih PAMSIMAS di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Agustus 2026.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim STT Warga yang terdiri atas tiga dosen, yakni Emanuel Budi, Joko Yunianto, dan Slamet Pambudi, serta dua mahasiswa dari bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektronika.
Kegiatan ini didanai dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STT Warga Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut difokuskan pada penerapan alat kendali otomatis arus listrik DC untuk mengendalikan pompa air berdaya 3 PK yang menggunakan arus listrik AC pada instalasi PAMSIMAS 1.
Penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengoperasian pompa sekaligus menjaga kontinuitas distribusi air bersih kepada masyarakat.
Ketua Pengelola BUMDes PAMSIMAS, Kadaryanto, mengatakan penerapan sistem kendali otomatis memberikan perubahan pada pengelolaan distribusi air bersih di Desa Ngombakan.
Menurutnya, sistem tersebut mampu mendukung distribusi air kepada sekitar 180 kepala keluarga dengan tingkat kontinuitas pasokan lebih dari 95 persen setiap hari.
Sebelum sistem kendali otomatis diterapkan, distribusi air disebut masih beberapa kali mengalami gangguan hingga berlangsung selama beberapa jam. Setelah sistem digunakan, aliran air menjadi lebih stabil, termasuk ketika memasuki musim kemarau.
Dari sisi penggunaan energi, penerapan kendali otomatis juga disebut mampu menekan konsumsi listrik sekitar 20 hingga 30 persen setiap bulan.
Penghematan tersebut berdampak pada penurunan biaya operasional sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Dana yang sebelumnya digunakan untuk menutup biaya operasional kemudian dapat dialihkan untuk kebutuhan pemeliharaan jaringan maupun peningkatan kualitas layanan air bersih.
Penggunaan sistem otomatis juga dinilai membantu mengurangi risiko kerusakan pompa akibat beban berlebih hingga sekitar 40 persen.
Keandalan distribusi air turut mengalami peningkatan. Gangguan yang sebelumnya dapat terjadi hingga tiga kali dalam satu bulan disebut berkurang menjadi sekitar satu kali dalam periode yang sama.
Warga Dilatih Melakukan Perawatan
Selain penerapan teknologi, program pengabdian masyarakat tersebut juga mencakup peningkatan keterampilan warga dalam mengelola dan merawat instalasi PAMSIMAS.
Tim STT Warga memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat mengenai pengoperasian serta perawatan sistem kendali otomatis.
Sekitar 15 warga mendapatkan keterampilan teknis yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan secara mandiri.
Dengan adanya peningkatan kemampuan tersebut, ketergantungan pengelola terhadap teknisi dari luar desa disebut dapat berkurang hingga sekitar 60 persen.
Kemampuan melakukan pemeliharaan secara mandiri juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan sistem karena gangguan ringan dapat ditangani lebih cepat tanpa harus selalu menunggu tenaga teknis dari luar.
Efisiensi biaya operasional yang diperoleh kemudian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, antara lain perawatan jaringan pipa dan upaya peningkatan kualitas air yang diterima masyarakat.
Program tersebut turut mencatat adanya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air, dari sekitar 70 persen menjadi 85 persen.
Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih terlibat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas air bersih di desa.
Melalui penerapan sistem kendali otomatis dan peningkatan keterampilan warga, pengelolaan PAMSIMAS Desa Ngombakan diharapkan dapat berlangsung lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Teknologi yang diterapkan juga dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan layanan dasar masyarakat di tingkat desa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda