Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Politik
  3. Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe' ke Gubernur

Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe' ke Gubernur

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
06 April 2016, 21.59 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Sosialisasi Jelang Pilgub, Tanribali Mappatabe' ke Gubernur

MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Setelah bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, beberapa hari lalu, mantan Carateker Gubernur Sulsel di tahun 2008, Mayjen TNI (Purn) Achmad Tanribali Lamo, juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (6/4).

Sebelumnya, Tabribali juga sudah bertemu dengan beberapa tokoh berpengaruh di Sulsel, seperti Mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, dan Aksa Mahmud.

IKLAN

Tanri mengaku, mulai menemui sejumlah tokoh berpengaruh di Sulsel untuk "mappatabe'" atau meminta izin untuk melakukan sosialisasi terkait keinginannya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan digelar tahun 2018 mendatang.

Tidak Pernah Nepotisme, Tomas Maccini Sombala Dukung Agus Tanribali
Baca Juga

Tidak Pernah Nepotisme, Tomas Maccini Sombala Dukung Agus Tanribali

"Kedatangan saya menemui Pak Syahrul, karena beliau sebagai pemimpin wilayah dan pemerintahan di Provinsi Sulsel, makanya saya datang. Sebelum sosialisasi dimana-mana, kalau orang Makassar bilang tentu harus mappatabe' atau meminta izin dulu," kata Tanri.

Tanri berkomitmen akan menjalankan politik santun sebagaimana yang diperlihatkan orang-orang Sulsel selama ini.

"Bertarung di Pilkada tidak harus saling mencederai. Semalam saya juga ketemu Aksa Mahmud, dan intinya juga seperti itu. Kami banyak ngobrol, bagaimana Sulsel ke depan agar lebih baik," ujarnya.

Tanri mengungkapkan, keinginannya untuk bertarung di Pilgub Sulsel, didasari keinginan untuk mengabdi.

Bukber Alumni Smansa 2016, Agus AN Ungkap Ini
Baca Juga

Bukber Alumni Smansa 2016, Agus AN Ungkap Ini

IKLAN

"Ayah saya kan juga pernah pejabat disini. Jadi, kalau dimungkinkan kenapa saya tidak mengabdi disini. Kalau survei bagus, berarti kan ada keinginan masyarakat. Kalau tidak, ya saya tidak maju. Saya tidak cari jabatan, saya pada keinginan mengabdi," ungkapnya.

Tanri yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Kesbangpol di Kementerian Dalam Negeri ini, mengaku tidak punya target apakah harus mencalonkan diri sebagai kosong satu atau kosong dua.

Menurutnya, jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan satu paket yang beban kerjanya sudah diatur dalam Undang-Undang. Ia juga mengaku bersedia menjadi kosong dua jika pasangannya memiliki jaringan yang lebih luas, pengalaman yang lebih bagus, diakui secara nasional dan internasional, dan memang jauh lebih baik darinya.

"Saya mengalir saja tanpa beban. Tahun 2013 kan saya digadang-gadang juga untuk maju, tapi saat itu pimpinan menginginkan saya untuk tetap jadi Dirjen. Kita menginginkan Sulsel yang lebih baik lagi dari sekarang, makanya ibaratnya kita lihat bibit, bebet, dan bobot. Saya kira, mereka yang maju di Pilgub juga akan mencari pasangan yang seperti itu. Kalau memang ada yang lebih hebat, kenapa saya harus memaksakan kosong satu. Intinya, saya bersedia kosong dua," ucapnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Dukung Penuh Program Pendidikan INOVASI
Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Dukung Penuh Program Pendidikan INOVASI

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mempersilakan Tanribali untuk melakukan sosialisasi. Tetapi, ia menyarankan agar Tanribali tetap menjaga ritme untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat.

"Tanribali kakak saya, dari dulu mulai dari kecil main sama-sama, satu kelompok bermain, kemudian akhirnya dia jadi Jendral dan saya jadi camat. Dia juga jadi Carateker Gubernur. Dia datang bersilaturahmi dengan saya, sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai keluarga, dan kemudian sekaligus minta ijin bisa tidak lakukan sosialisasi-sosialisasi sebagai calon Gubernur. Saya bilang pasti bisalah, tapi jangan kencang-kencang karena saya masih jadi Gubernur. Tipis-tipis saja supaya tidak terjadi polarisasi-polarisasi apapun," kata Syahrul.

Syahrul juga mengatakan, nasehatnya tersebut bukan hanya untuk Tanribali, tetapi ditujukan kepada semua yang ingin maju di Pilgub Sulsel. Siapapun boleh berkompetisi, tapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama.

"Yang penting itu adalah rakyat dan kemajuan daerah. Karena itu, boleh sosialisasi tapi jangan terlalu kencang hingga berakibat polarisasi. Belum waktunya, masih dua tahun lagi. Masih jauh, nanti kehabisan napas. Itu nasehat saya," ujarnya. (fo)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sosialisasi-jelang-pilgub-tanribali-mappatabe-ke-gubernur/2128/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

  • #Gubernur
  • #Jelang Pilgub
  • #Pilgub 2018
  • #Sosialisasi
  • #Tanribali

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Erick Komala Terima Penghargaan atas Dedikasi Memperkuat Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Jawa Timur

Kongres X GPM Tetapkan Alit Kelakan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Kongres X GPM di TMII, Hasto Kristiyanto Tekankan Ideologi dan Kaderisasi

Pengawasan Pemilu Berbasis Gender: Mengapa Harus Ada Perempuan dalam Struktur Pengawas Pemilu?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.