Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

  2. KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

  3. Menagih Janji Negara: Mengurai Persoalan Kesejahteraan Guru Honorer di NTT

  4. Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

  5. Kurikulum yang Tak Tertulis di Pesantren: Antara Keteladanan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
21 Oktober 2026, 18.30 WITA • Editor: Shella Paramitha
6 menit baca
Sinergi Akademisi dan Pemerintah

BOGOR, JurnalPost.com - Sekolah Vokasi IPB University melalui Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Saung AEWO, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan balita sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Melalui penyuluhan gizi dan pelayanan pengukuran berat serta tinggi badan, para orang tua diberikan pemahaman mengenai cara memantau tumbuh kembang anak secara tepat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 ibu yang memiliki balita dan enam kader posyandu setempat.

IKLAN

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Ir. Rina Martini, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin agar gangguan pertumbuhan dapat dikenali lebih awal.

IPB University Edukasi Ibu Balita
Baca Juga

Menenun Harapan Bebas Stunting dari Saung AEWO Mulyaharja, IPB University Edukasi Ibu Balita tentang Gizi dan PHBS

“Meskipun sederhana, penimbangan badan setiap bulan penting karena merupakan salah satu cara paling mudah untuk memantau pertumbuhan anak,” ujar Rina.

Menurutnya, pemantauan pertumbuhan bukan sekadar mencatat angka berat badan, tetapi juga menjadi dasar untuk mengetahui apakah perkembangan anak telah sesuai dengan usianya.

Sekretaris Kelurahan Mulyaharja, Taufik Hidayat, S.A.P., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi akademisi IPB University dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kader posyandu diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masalah gizi melalui pendekatan edukatif yang langsung menyentuh kebutuhan keluarga.

FOTO 19 SEPTEMBER 2026
Baca Juga

Prodi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB Dampingi Warga Mulyaharja Kelola Sampah Plastik Berbasis Teknologi

Kenalkan Filosofi 3T untuk Pemantauan Gizi Balita

Sesi penyuluhan menghadirkan dua narasumber dari Sekolah Vokasi IPB University, yakni Annisa Rizkiriani, S.Gz., M.Si., dan Rosyda Dianah, S.K.M., M.K.M.

Keduanya menyampaikan materi pemantauan status gizi balita dengan mengadaptasi panduan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024 melalui pendekatan 3T, yaitu Tepat Cara, Tepat Catat, dan Tindak Lanjut.

Pada prinsip Tepat Cara, peserta diperkenalkan dengan prosedur pengukuran antropometri yang sesuai standar. Pengukuran berat badan maupun panjang atau tinggi badan harus menggunakan alat yang memenuhi standar dan dilakukan dengan teknik yang benar agar hasilnya akurat.

Saat penimbangan, anak dianjurkan tidak menggunakan alas kaki dan mengenakan pakaian seminimal mungkin. Sementara itu, pengukuran panjang atau tinggi badan dilakukan dengan memperhatikan posisi tubuh serta penggunaan alat yang sesuai dengan usia anak.

Ibu Balita di Kupang
Baca Juga

Ibu Balita di Kupang Jadi ‘Detektif Dapur’, Belajar Mengenali Risiko Mikroplastik di Rumah

Selanjutnya, prinsip Tepat Catat menekankan pentingnya pencatatan hasil pengukuran secara berkala pada grafik pertumbuhan dalam Buku KIA, termasuk Kartu Menuju Sehat (KMS).

Pencatatan tersebut membantu orang tua dan kader posyandu melihat pola kenaikan berat badan dari waktu ke waktu, sekaligus mengenali tanda-tanda gangguan pertumbuhan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Adapun prinsip Tindak Lanjut mengajarkan peserta untuk tidak mengabaikan hasil pengukuran yang menunjukkan pertumbuhan kurang optimal.

Apabila grafik pertumbuhan anak cenderung mendatar atau menurun, orang tua perlu melakukan evaluasi terhadap pola pemberian makanan, kemungkinan penyakit infeksi, serta faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi gizi anak. Pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan diperlukan apabila ditemukan tanda gangguan pertumbuhan.

Melalui pendekatan tersebut, orang tua diharapkan tidak hanya rutin datang ke posyandu, tetapi juga memahami arti hasil pengukuran dan langkah yang perlu dilakukan setelahnya.

IKLAN

Diskusi Interaktif Bahas Persoalan Gizi Anak

Selain mendapatkan materi penyuluhan, peserta berkesempatan berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam merawat balita.

Salah satu pertanyaan yang mengemuka berkaitan dengan kondisi anak yang aktif dan memiliki nafsu makan baik, tetapi berat badannya sulit meningkat.

Dalam pembahasan kasus tersebut, narasumber menjelaskan bahwa riwayat infeksi berulang, termasuk gangguan pencernaan seperti muntaber, dapat memengaruhi penyerapan zat gizi dan pertumbuhan anak.

Persoalan lain yang dibahas ialah praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebelum bayi berusia enam bulan. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan pengaruh kebiasaan pengasuhan dalam keluarga, meskipun kader posyandu telah memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif.

Diskusi juga menyinggung kasus bayi berusia lima bulan dengan berat badan mencapai 10 kilogram, sementara berat lahirnya tercatat 3 kilogram.

Narasumber mengingatkan pentingnya evaluasi status gizi menggunakan standar pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak. Berat badan saja tidak cukup untuk menetapkan diagnosis gizi lebih atau obesitas.

Orang tua juga mendapat arahan mengenai pentingnya mempertahankan ASI eksklusif hingga usia enam bulan, memberikan stimulasi perkembangan motorik sesuai tahapan usia, serta memantau pertumbuhan anak melalui tenaga kesehatan.

Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa persoalan gizi balita tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua, pola pengasuhan, dan kondisi kesehatan anak.

Untuk menciptakan suasana kegiatan yang lebih nyaman, tim pengabdian turut menyediakan media mewarnai bertema pemantauan status gizi di posyandu bagi anak-anak yang hadir bersama orang tua mereka.

Lurah Mulyaharja Ingatkan Pentingnya Pangan Lokal Bergizi

Menutup rangkaian kegiatan, Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang dilakukan Sekolah Vokasi IPB University.

Ia menilai edukasi mengenai gizi anak penting untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membangun kesadaran bahwa pemenuhan kebutuhan gizi tidak selalu memerlukan bahan makanan mahal.

“Makanan bergizi bisa didapatkan dari pangan lokal, tidak harus mahal. Jangan beda-bedakan anak laki-laki dan perempuan, semua harus mendapatkan makanan yang bergizi,” tegas Muslim.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan makanan bergizi secara adil dan sesuai kebutuhannya.

Menurutnya, keberhasilan upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga kalangan akademisi.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi IPB University berharap pengetahuan mengenai pemantauan pertumbuhan balita dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Mulyaharja.

Para peserta juga diharapkan mampu membagikan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga kesadaran terhadap pentingnya pemantauan status gizi anak semakin meningkat.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus mendorong terbentuknya generasi yang lebih sehat melalui penguatan edukasi gizi di tingkat keluarga.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sinergi-akademisi-dan-pemerintah-sekolah-vokasi-ipb-university-gelar-edukasi-gizi-di-mulyaharja/98282/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 10.27 WITA

  • #Mulyaharja
  • #Sekolah Vokasi IPB
  • #edukasi gizi balita
  • #kesehatan anak
  • #pemantauan pertumbuhan
  • #posyandu
  • #stunting

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

HMI Cabang Pamekasan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Lewat Program BAKTI CITA

Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz Pesantren Mizanul Ulum Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Digital

Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

IPAB, Dinas Arpus Cilacap, dan SIP Publishing Dorong Karya Literasi Masuk ke Industri Kreatif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Krisis Komunikasi Media Sosial dan Degradasi Etika Kebangsaan di Era Digital

Tak Selalu Harus dengan Obat: Menjelajahi Teknik Alternatif untuk Mengatasi Ansietas

Dosen UMI Tingkatkan Literasi Ilmiah dan Kesadaran Hukum Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Digital

Etika Komunikasi Publik dan Integritas Bangsa: Catatan Kritis Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Pilihan Editor

  1. 1 Prodi S-1 Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur Perkuat Kerja Sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah
  2. 2

    Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

  3. 3

    Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Latih Guru SDN Srijaya 04 Tingkatkan Kemampuan Public Speaking

  4. 4

    Politik yang Merangkul, Bukan Memecah Belah Masyarakat

  5. 5

    Pelaku UMKM Gunung Sari Belajar Digital Marketing dan Promosi Produknya di Sosial Media

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.