Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Setelah di Maros, Peneliti UNHAS dan BRIN Kembali Temukan Makam Bernisan Aceh di Pangkep

Setelah di Maros, Peneliti UNHAS dan BRIN Kembali Temukan Makam Bernisan Aceh di Pangkep

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Mei 2025, 21.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Setelah di Maros, Peneliti UNHAS dan BRIN Kembali Temukan Makam Bernisan Aceh di Pangkep
Peneliti UNHAS dan BRIN berfoto di depan Makam Nisan Aceh Somba Labakkang di Lembang Pangkep.

Pangkep, JurnalPost.com - Tim Peneliti Unhas dan BRIN yang tergabung dalam riset “ Penelusuran Toponimi Kuno Pesisir Sulawesi Selatan” kembali menemukan nisan Aceh di Pangkep. Nisan Aceh yang merupakan nisan istimewa Nusantara dan keberadaannya cukup langka di Sulawesi. Nisan Aceh di Pangkep ditemukan di Lembang yang digunakan pada makam Somba Labakkang bernama I La Upa Bagenda Ali Matinroe ri Sikkiri’na. Berdasarkan lontara La’bakkang, Periode hidup Bagenda Ali pada pertengahan abad ke-18.

Perjalanan penelusuran tim Toponimi Kuno Pesisir di Pangkep sudah berjalan sejak tanggal 17 Mei hingga beberapa hari ke depan. Penelitian ini berjalan atas kolaborasi UNHAS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

IKLAN

Ketua Tim Peneliti Toponimi Kuno Pesisir Kabupaten di Pangkep, Prof. Muhlis Hadrawi mengatakan tujuan menelusuri Kabupaten Pangkep untuk meneliti toponimi kuno di wilayah Pesisir Barat Sulawesi Selatan Pangkep. Penelusuran ini sekaligus menemukan keberadaan nisan Aceh di Sulsel sebagai khazanah cagar budaya khususnya makam tua yang ada di Kabupaten Pangkep.

Gedung Merah Putih
Baca Juga

Ketika Hukum Kehilangan Legitimasi dan Rasa Keadilan

Salah satu potensi cagar budaya yang ditemukan Prof Muhlis Hadrawi dan tim adalah makam Nisan Aceh pada Nisan Somba Labakkang yang berada di Kampung Lembang, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Makam ini sudah diisentifikasi oleh BPCB namun belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemda Pangkep.

"Perlu kami informasikan, bahwa hari ini kami berada di makam kompleks Somba Labakkang di Kampung Lembang dan kami menemukan Makam yang menggunakan Nisan Aceh tipe C yang merupakan makam dari Bagenda Ali Matinroe ri Sikkirina. Beliau adalah Somba Labakkang, "ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Dia menjelaskan, selama dalam perjalanan risetnya, ini adalah satu hal yang sangat menarik karena penemuan ini sebagai potensi menjadi Cagar budaya di Pangkep.

"Perlu diketahui bahan penggunaan nisan Aceh ini sangat langka di Sulawesi Selatan. Hanya orang-orang bangsawan tinggi dan kerajaan besar yg memilikinya. Seperti Kerajaan Gowa ada Sultan Alauddin, Sultan Hasanuddin, dan La Pareppa To Soppewali. Kemudian di Bone Ibunda La Patau Matanna Tikka yakni Mappolo Bombang dan ayahnyanya bernama La Pakokoe juga menggunakan Nisan Aceh, "ungkapnya.

Hukum lingkungan
Baca Juga

KEKELIRUAN PARADIGMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Selain di Bone, timnya juga menemukan nisan Aceh di kompleks makam Raja Tallo. Raja Tallo dan permaisurinya juga memakai Nisan Aceh, Jeneponto, Maros Belang-belang begitupun yang ada di Pangkep hanya Somba Labakkang yang memilikinya.

" Yang jelasnya ini nisan sangat langka, sangat mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang bangsawan yang tinggi saja dan yang memiliki pengaruh yang sangat kuat, "jelasnya.

Sementara itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Makmur menambahkan, jika makam yang digunakan Somba Labakkang adalah nisan tipe C yang hanya digunakan para bangsawan tinggi pada saat awal-awal memeluk agama islam.

"Bukan hanya tipe C, tipe A, tipe K tapi ini memiliki nilai penting, misal dalam posisi politik dan ini sangat penting di masa lampau karena terbukti menggunakan nisan Aceh langka ini, " ujarnya.

Sengketa Bisnis Online
Baca Juga

Terobosan Hukum Penyelesaian Sengketa Bisnis Online

IKLAN

Dia menyebut, apa yang ditemukan tim sebagai bukti arkeologi Cagar budaya di Pangkep.

"Saya pikir itu bisa kita lihat sebagai bukti arkeologi hari ini, bagaimana penggunaan nidan Aceh terhadap makam Somba Labakkang, " jelasnya.

Dosen Arkeologi Unhas sekaligus peneliti dari BRIN, Dr Hasanuddin juga membenarkan kalau tipe C pada Makam Somba Labakkang sangat langka.

Dia menguraikan bagaimana hubungan Aceh dan Sulawesi di masa lampau.

"Tipe Nisan C seperti ini sudah ada pada abad ke 17 dan ini sekaligus memberikan bukti kepada kita, bahwa ada hubungan antara Aceh dan Sulawesi, " jelasnya.

Dia menambahkan, hubungan itu dapat dilihat kembali dalam pedagang, penyebaran dan penyiaran agama di Sulawesi Selatan.

"Nisan seperti ini sangat spesifik dan tidak semua Raja atau penguasa di Sulsel itu dihadiahkan dengan nisan seperti ini. Artinya, ketika kita bisa menemukan nisan seperti ini kita bisa menafsirkan dan memberikan keterangan bahwa, itu memiliki kharisma dari segi keagamaan. Mungkin, beliau Somba Labakkang juga salah satu pelopor masuknya gama islam ke daerah ini, "jelasnya.

Dia melanjutkan, hal lain yang dapat dilihat dari segi kharisma hubungan genologi.

"Contohnya Arung Palakka itu, hanya Ibu dan Ayahnya saja yang dihadiahkan nisan seperti ini dan memang nisan ini terbatas persebarannya. Hal itu pula yang menandakan bahwa intensitas peradagangan, hubungan antara Sulawesi dan Aceh itu sudah mulai berkembang sejak abad ke 17,"jelasnya.

Hasanuddin menambahkan, hal itu menjadi cerminan juga kepada Aceh sejak dulu sudah melakukan kunjungan, lalu diperkuat dengan tradisi dan budaya yang sama serta kepentingan perdagangan dan ditambah lagi dengan kepentingan syiar agama dari Aceh, "jelasnya.

Penulis : Munji

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/setelah-di-maros-peneliti-unhas-dan-brin-kembali-temukan-makam-bernisan-aceh-di-pangkep/81641/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.19 WITA

  • #BRIN
  • #Peneliti UNHAS

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  4. 4

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.