Oleh: Vidya Imanuari Pertiwi
Surabaya, JurnalPost.com — Seminar Isu Administrasi Publik 2026 mengangkat tema “Kolaborasi Multi-Aktor dalam Tata Kelola Pembangunan Nasional: Strategi Co-Governance untuk Pencapaian SDG’s”. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Menara Wimaya, Twin Tower B Lantai 11, UPN “Veteran” Jawa Timur, pada Selasa, 5 Mei 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Seminar ini menjadi ruang diskusi akademik untuk membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lain dalam mendukung tata kelola pembangunan nasional. Melalui pendekatan co-governance, pembangunan tidak lagi dipahami sebagai tanggung jawab pemerintah semata, tetapi sebagai proses bersama yang membutuhkan koordinasi, partisipasi, dan sinergi lintas aktor.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari unsur praktisi kebijakan dan akademisi administrasi publik menyampaikan pandangan mengenai tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pembahasan menekankan bahwa keberhasilan pencapaian SDGs membutuhkan tata kelola yang inklusif, adaptif, dan berbasis kerja sama.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Moch. Ali Mashuri, M.Si., selaku Analis Kebijakan Bapperida Kota Mojokerto, serta Mohammad Ali, S.E., MPA., dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur. Jalannya seminar dipandu oleh Oktarizka Reviandani, M.AP., dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur, sebagai moderator. Kehadiran narasumber dari latar belakang akademisi dan praktisi memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai penerapan kolaborasi dalam kebijakan publik.
Selain membahas konsep tata kelola kolaboratif, seminar ini juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memahami isu-isu pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa sebagai calon aktor perubahan diharapkan tidak hanya memahami teori administrasi publik, tetapi juga mampu melihat persoalan pembangunan secara kritis, partisipatif, dan solutif.
Selain menjadi forum penyampaian materi, seminar ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami isu-isu administrasi publik secara lebih kritis. Peserta diajak melihat bagaimana kebijakan publik dapat berjalan lebih efektif apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan peserta seminar mampu memperluas wawasan mengenai praktik tata kelola publik modern. Seminar ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda