SURABAYA, JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menghadirkan inovasi SI-JALAK, edible coating berbahan dasar limbah biji salak, kulit pisang, dan pati singkong yang dikembangkan sebagai alternatif pengawet buah ramah lingkungan.
Inovasi tersebut berangkat dari masih minimnya pemanfaatan limbah kulit pisang dan biji salak. Melalui SI-JALAK, limbah organik tersebut diolah menjadi produk bernilai guna yang berpotensi membantu memperpanjang kualitas buah sekaligus mendukung penerapan konsep zero waste.
Tim SI-JALAK diketuai oleh Muhammad Yusuf Yasjudan dari Program Studi Teknik Industri. Tim tersebut beranggotakan Putri Mufida Azzahra (Teknik Kimia), Rio Akbar Ananta Siswanto (Teknik Industri), Cintya Bhakti Rahayu (Manajemen), dan Amelia Nur Amanda (Teknologi Pangan).
Pengembangan inovasi dilakukan di bawah bimbingan Isna Nugraha, S.T., M.T., CSCA., CSSCP.
Manfaatkan Kandungan Alami Limbah Organik
SI-JALAK memanfaatkan kandungan karbohidrat kompleks pada biji salak serta pektin dan senyawa fenolik yang terdapat pada kulit pisang. Bahan tersebut kemudian dipadukan dengan pati singkong sebagai material pembentuk edible coating.
Lapisan edible coating yang diaplikasikan pada permukaan buah diharapkan dapat membantu menghambat kehilangan air selama proses penyimpanan, mengurangi kontak langsung buah dengan oksigen, serta menekan pertumbuhan mikroorganisme.
Dengan mekanisme tersebut, kualitas buah berpotensi dapat dipertahankan lebih lama tanpa hanya bergantung pada penggunaan bahan pengawet konvensional.
Selain mengedepankan pemanfaatan limbah organik, SI-JALAK dikemas menggunakan botol fliptop sehingga lebih praktis ketika diaplikasikan pada buah.
Dukung Konsep Zero Waste dan SDGs
Untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat, tim SI-JALAK merencanakan pemasaran melalui sejumlah kanal digital seperti Shopee, Instagram, dan TikTok. Produk tersebut juga akan diperkenalkan melalui kegiatan bazar dan pameran produk.
Tim berharap SI-JALAK dapat berkembang menjadi alternatif pengawet buah yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan limbah pangan dan limbah organik.
Pengembangan SI-JALAK juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger melalui upaya menjaga kualitas dan mengurangi potensi kehilangan pangan, serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Kehadiran SI-JALAK menunjukkan bagaimana inovasi mahasiswa dapat menggabungkan teknologi pangan, pemanfaatan limbah, dan pendekatan keberlanjutan dalam menghasilkan produk yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda