MADIUN, JurnalPost.com – Persoalan sampah rumah tangga dan sisa makanan di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, mulai diarahkan menjadi peluang ekonomi yang lebih tertata. Melalui penguatan tata kelola dan pemanfaatan teknologi digital, sampah warga kini diolah menjadi sejumlah produk bernilai ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tim dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Jatim) bersama Universitas Merdeka Madiun. Tim mendampingi Koperasi Jasa Mulyo Raharjo Lestari dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan pencatatan keuangan secara profesional.
Koperasi yang memiliki sekitar 40 anggota itu mengolah sampah dari rumah tangga warga serta Pasar Pundensari menjadi berbagai produk, seperti kompos, maggot untuk pakan ternak, dan produk hasil daur ulang plastik.

Namun, potensi usaha tersebut sebelumnya masih menghadapi sejumlah kendala. Pencatatan keuangan dilakukan secara manual, perhitungan harga jual belum berdasarkan struktur biaya yang rinci, sementara jangkauan pemasaran produk masih terbatas.
Kondisi tersebut membuat pengurus kesulitan mengetahui secara pasti tingkat keuntungan usaha maupun kinerja setiap produk yang dihasilkan.
Pelatihan Tata Kelola dan Keuangan Koperasi
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian memberikan rangkaian pelatihan kepada pengurus dan anggota koperasi.
Materi yang diberikan mencakup tata kelola koperasi, pembukuan, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga penentuan harga produk menggunakan metode activity-based costing atau penetapan biaya berbasis aktivitas.
Metode tersebut membantu pengurus menghitung biaya sebenarnya yang dibutuhkan dalam menghasilkan setiap produk. Dengan demikian, koperasi dapat mengetahui produk yang memberikan keuntungan maupun produk yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Ketua tim pengabdian, Eka Dyar Wahyuni, S.Kom., M.Kom., mengatakan pengelolaan sampah perlu dibarengi dengan kemampuan membaca kondisi keuangan usaha.
“Kami ingin koperasi tidak sekadar mengolah sampah, tetapi juga tahu persis kondisi keuangannya dan mampu mengambil keputusan berdasarkan data. Ketika pengurus paham pembukuan, transparansi dan kepercayaan anggota ikut meningkat,” ujar Eka.
Kembangkan Aplikasi Koperasi Digital
Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pelatihan. Tim juga mengembangkan aplikasi digital untuk membantu aktivitas koperasi.
Aplikasi tersebut dirancang memiliki tiga modul utama. Modul pertama digunakan untuk pencatatan aktivitas anggota dan dilengkapi sistem poin agar masyarakat semakin aktif memilah serta menyerahkan sampah.
Modul kedua berupa dashboard keuangan yang membantu pengurus memantau transaksi dan kondisi finansial koperasi. Sementara modul ketiga difokuskan untuk mendukung penjualan produk secara daring.
Ketua Koperasi Jasa Mulyo Raharjo Lestari, Deni Gusmianto, mengatakan pelatihan mulai membantu pengurus melakukan pencatatan keuangan dengan lebih teratur.
“Selama ini kami mencatat seadanya. Setelah pelatihan, kami mulai terbiasa membuat buku kas dan menghitung untung rugi. Harapannya koperasi bisa lebih tertib dan berkembang,” kata Deni.
Sampah Diolah Menjadi Bagian Ekonomi Sirkular
Pengolahan sampah di Desa Gunungsari tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan koperasi. Program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.
Sisa makanan dan sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos, maggot, maupun produk daur ulang.
Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari material yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Program ini juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pengolahan kembali limbah menjadi pupuk, pakan, serta berbagai produk lainnya dapat mengurangi pembuangan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung tujuan ke-11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan melalui sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Didampingi Agar Koperasi Bisa Mandiri
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2026.

Program tersebut didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain pelatihan dan pengembangan aplikasi, tim juga menyiapkan modul pembelajaran serta pendampingan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan agar pengurus mampu mengelola operasional dan keuangan koperasi secara mandiri.
Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah di Desa Gunungsari tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan.
Dengan tata kelola yang lebih profesional, transparansi keuangan, dan dukungan teknologi, Koperasi Jasa Mulyo Raharjo Lestari diharapkan dapat berkembang menjadi usaha bersama yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda