Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Semakin Banyak Lansia di China Kembali ke Ruang Kelas

Semakin Banyak Lansia di China Kembali ke Ruang Kelas

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 November 2025, 16.51 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
03 Nov 2025, 16.51 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Universitas Terbuka Xinjiang
Para wisudawan tampil dalam upacara wisuda di Universitas Terbuka Xinjiang untuk Lansia di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 27 Juni 2025. (Xinhua/Wang Fei)

YINCHUAN, JurnalPost.com -- Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah ruang kelas yang penuh sesak, Zhu Jingui (71) terlihat mencondongkan tubuhnya ke depan. Tangannya memegang pena, dan matanya terpaku pada layar saat guru mendemonstrasikan cara mengedit video di ponsel pintar.

Ini merupakan kelas keterampilan digital di Universitas Lansia Ningxia di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. Zhu mencatat dengan cepat, tidak hanya menangkap pelajaran tetapi juga menunjukkan tekadnya untuk tetap terhubung di dunia yang semakin digital.

IKLAN

"Dulu, saya selalu bertanya kepada anak-anak saya tentang segala hal," tuturnya. "Sekarang, saya dapat membayar tagihan, memesan tiket kereta dan pesawat, berbelanja daring, dan memesan makanan, semuanya dengan bantuan ponsel pintar saya."

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Zhu merupakan satu dari sekitar 16.000 mahasiswa yang terdaftar di universitas tersebut. Universitas itu bermula dari sebuah program sederhana dengan hanya dua ruang kelas pada 1984, dan sejak saat itu telah berkembang menjadi institusi dinamis yang menawarkan lebih dari 90 jurusan, mulai dari fotografi dan musik hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Sejak kampus baru tersebut dibuka pada 2019, jumlah pendaftar melonjak," ujar Shi Xiaoqing, wakil direktur kantor urusan akademik di universitas itu. "Beberapa kelas terisi penuh dalam hitungan menit, dan lebih dari separuhnya kelebihan jumlah mahasiswa."

Didanai sepenuhnya oleh pemerintah, sekolah itu mengenakan biaya antara 100 hingga 600 yuan (1 yuan = Rp2.337) per tahun, bergantung pada pelajaran yang diambil. Kampus ini terbuka untuk siapa saja yang berusia 50 hingga 78 tahun. Pengajarnya terdiri dari para profesor universitas, pekerja budaya, dan kalangan profesional medis.

Hingga akhir 2023, China memiliki 76.000 universitas dan sekolah lansia. Di seluruh China, semakin banyak pensiunan seperti Zhu yang kembali ke ruang kelas, membentuk komunitas pelajar lansia terbesar di dunia.

tanaman daun pandan
Baca Juga

Dari Maluku ke Hainan, Pandan Menjadi Jembatan Rasa Indonesia dan China

Bagi banyak orang, pembelajaran telah berkembang lebih dari sekadar peningkatan diri. Pembelajaran adalah tentang menemukan tujuan hidup.

Feng Junying, seorang pensiunan yang pernah bercita-cita menjadi fotografer, menemukan peluangnya di sebuah universitas lansia. Di sana, dia menguasai penggunaan kamera, penyuntingan video, dan fotografi drone. Wanita lansia itu mulai bepergian bersama teman-teman sekelasnya ke seluruh China untuk memotret lanskap dan situs warisan budaya. Foto-fotonya yang telah memenangkan penghargaan pun kini ditampilkan dalam berbagai pameran.

Baru-baru ini, Feng mendaftar dalam kursus AI. "Sekarang saya menggunakan AI untuk menamai foto-foto saya dan menciptakan ide-ide baru," ujarnya. "Saya ingin menggunakan alat ini untuk melayani masyarakat."

Murid lainnya, Bai Yuefeng (66), bergabung dengan kelas resitasi atau seni pementasan sastra lisan delapan tahun yang lalu. Pada saat itu, dia tidak bisa berbicara bahasa Mandarin standar. Kini, wanita tersebut menyelenggarakan peragaan busana, pertunjukan lagu, dan drama antipenipuan di pusat komunitas lokalnya.

robot humanoid
Baca Juga

Robot Humanoid Catat 9,39 Detik di Lari 100 Meter, Lebih Cepat dari Rekor Usain Bolt

IKLAN

Bagi Bai, usia hanyalah angka; yang terpenting adalah sikap. "Kita telah diberi kesempatan dan sumber daya yang luar biasa," ujarnya. "Yang paling penting adalah memberi kembali dan tetap berguna, bahkan di usia tua."

China memiliki populasi lansia terbesar di dunia, dengan lebih dari 310 juta orang berusia 60 tahun ke atas per akhir 2024, mencakup lebih dari seperlima dari total populasi negara tersebut.

Mulai dari memperluas kesempatan belajar seumur hidup dan meningkatkan layanan relawan hingga mengembangkan pariwisata yang ramah lansia, China mengambil langkah proaktif untuk membantu para lansia menjalani kehidupan yang aktif dan bermakna.

Sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan lansia selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), China telah menyelesaikan renovasi rumah dan peningkatan fasilitas ramah lansia untuk 2,24 juta rumah tangga berkebutuhan khusus, mendirikan 2.990 model komunitas ramah lansia, serta membuka 86.000 kantin komunitas untuk lansia.

Banyak kakek-nenek yang juga menentang ekspektasi tradisional untuk mengabdikan masa pensiun mereka demi merawat anak, dan lebih memilih untuk mengejar pertumbuhan serta pencapaian pribadi.

Setelah pensiun, Zhu bergabung dengan inisiatif Silver Age Action, yang diluncurkan pada 2003 untuk memobilisasi para pensiunan menjadi relawan di daerah-daerah yang kurang berkembang. Dia menghabiskan beberapa tahun mengajar di sekolah-sekolah di kawasan pegunungan di Ningxia.

Sejauh ini, para relawan lansia telah berpartisipasi dalam inisiatif tersebut lebih dari 7 juta kali, membantu 400 juta orang melalui proyek-proyek yang mendukung revitalisasi pedesaan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

"Mereka yang berusia 60-an tahun umumnya sehat, berpendidikan tinggi, serta kaya akan pengalaman hidup dan keterampilan," kata Yuan Xin, wakil presiden Asosiasi Populasi China. "Para lansia adalah aset sosial, bukan beban."

Di Universitas Lansia Ningxia, para mahasiswa tidak terlalu banyak bicara tentang perlambatan dan lebih banyak bicara tentang mengejar ketertinggalan. Tidak hanya dalam hal teknologi, tetapi juga dalam hal kehidupan itu sendiri. Di ruang-ruang kelas yang penuh dengan tawa dan layar yang berkedip-kedip, sebuah revolusi senyap sedang berlangsung, sebuah revolusi yang mendefinisikan ulang apa artinya menua di China modern.

Jadwal Zhu tetap padat dengan kegiatan Tai Chi, yoga, dansa ballroom, kegiatan menjadi relawan, serta acara-acara komunitas. Istrinya mempelajari budaya cheongsam dan tari kebugaran.

"Selama saya terus belajar, saya tidak akan pernah ketinggalan zaman," ujarnya. (Xinhua).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/semakin-banyak-lansia-di-china-kembali-ke-ruang-kelas/87654/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 00.29 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Universitas Terbuka Xinjiang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana
  2. 2

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

  3. 3

    Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

  4. 4

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  5. 5

    Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.