Bogor, JurnalPost.com - Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB menyelenggarakan pelatihan manajemen konten media sosial bagi kampung wisata di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, pada 10 September 2025 di Kampung Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan promosi digital destinasi serta profesionalitas pengelolaan kanal media sosial kampung wisata.
Pelatihan menghadirkan narasumber dosen dari Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB, yaitu: Alfi Rahmawati, SKpm, MSi dan Dr. Leonard Dharmawan, SP, MSi. Pelatihan dengan total peserta sebanyak 28 orang yang berasal dari dua kampung wisata, yakni Kampung AEWO dan Kampung Saung Eling. Kegiatan ini merupakan wujud Pengabdian kepada Masyarakat dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 (Pendidikan Berkualitas), 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), 9 (Inovasi & Infrastruktur), serta 11 (Kota & Komunitas Berkelanjutan).
Dari perspektif Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dampak pendidikan diwujudkan melalui pemberian keterampilan baru terkait penggunaan teknologi digital dan tata kelola konten; sementara dari sisi kesejahteraan ekonomi, penguatan promosi digital diharapkan meningkatkan daya tarik kampung wisata, mendorong kunjungan, dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Materi pelatihan menekankan fondasi branding dan tata kelola konten yang aplikatif, meliputi: 1. penetapan identitas digital dan segmentasi audiens agar pesan promosi tepat sasaran; 2. perencanaan kalender konten (konten pilar: panorama, pengalaman agro-eduwisata, budaya, kuliner/UMKM, testimoni wisatawan); 3. optimalisasi platform (pemilihan kanal, konsistensi unggahan, penggunaan fitur cerita/reels/shorts); 4. penerapan storytelling yang humanis dan mendorong partisipasi (user-generated content); 5. kolaborasi lintas pemangku kepentingan (kelompok pemuda, UMKM, perangkat kelurahan, pelaku wisata, dan media lokal); 6. pemantauan kinerja konten berbasis data (jangkauan, interaksi/engagement, konversi) dan perbaikan berkelanjutan. “Langkah pertama adalah menetapkan identitas digital kampung wisata dan segmentasi audiens, apakah kita menyasar komunitas, keluarga, atau anak muda. Identitas yang konsisten membuat pesan kita mudah diingat sekaligus menonjolkan keunikan lokal seperti sawah, pertanian organik, kuliner, dan tradisi.” — Alfi Rahmawati, SKpm, MSi, Program Studi Komunikasi
Digital & Media, Sekolah Vokasi IPB University. “Mulai dari segmentasi komunitas, keluarga, atau anak muda lalu kunci di identitas yang konsisten. Begitu karakter kampung jelas, pesan jadi tajam dan menonjolkan keunikan lokal seperti sawah, pertanian organik, kuliner, dan tradisi.” — Dr. Leonard Dharmawan, SP, MSi, Program Studi Komunikasi Digital & Media, Sekolah Vokasi IPB University.
Sebagai luaran awal, peserta didorong membentuk tim pengelola media sosial kampung wisata yang terampil, menyusun agenda dan jadwal unggah selama tiga hingga enam bulan ke depan, serta menetapkan tolok ukur kinerja yang jelas agar praktik promosi digital berlangsung konsisten dan terukur hasilnya.
Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Mulyaharja dalam memperkuat ekosistem promosi pariwisata berbasis digital, sehingga potensi lokal dapat terangkat dan memberikan nilai tambah nyata bagi warga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda