Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. SATU KLIK: Ikhtiar Guru Menghidupkan Literasi di Ruang Digital

SATU KLIK: Ikhtiar Guru Menghidupkan Literasi di Ruang Digital

Foto profil Dini Armaya
Penulis: Dini Armaya
13 Oktober 2026, 11.21 WITA Editor: Galih Prasetyo
6 menit baca
Screenshot 2026 09 25 113421
Tampilan Utama Website Kelas

JurnalPost.com - Bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi siswa ketika hasil Rapor Pendidikan justru menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya? Pertanyaan inilah yang mendorong saya untuk mengevaluasi kembali proses pembelajaran sekaligus mencari pendekatan yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Bagi saya, angka yang tercantum dalam Rapor Pendidikan bukan sekadar hasil penilaian atau indikator pencapaian sekolah. Di balik angka tersebut terdapat siswa yang membutuhkan pendampingan, proses pembelajaran yang perlu diperbaiki, serta peluang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

IKLAN

Dari refleksi tersebut, lahirlah sebuah inovasi pembelajaran bernama SATU KLIK, singkatan dari Sarana Akses Terpadu untuk Upaya Kemajuan Literasi Interaktif dan Kreatif.

Kurikulum Tidak Cukup Berganti
Baca Juga

Ganti Kurikulum Saja Tak Cukup, Teknologi Pendidikan Harus Mengubah Cara Belajar

Inovasi ini memadukan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dengan website kelas sebagai ruang belajar digital yang menyediakan berbagai media pembelajaran dalam satu tempat.

Gagasan utamanya berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, memahami informasi, mengeksplorasi pengetahuan, dan belajar secara lebih mandiri?

Memanfaatkan AI untuk Mengembangkan Media Pembelajaran

Salah satu tantangan yang dihadapi guru adalah menyediakan bahan ajar yang menarik dan sesuai dengan kemampuan siswa yang beragam. Pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan penjelasan lisan atau buku teks. Siswa juga membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan materi.

Namun, mengembangkan media seperti video pembelajaran, kuis interaktif, permainan edukatif, simulasi, hingga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital tentu membutuhkan waktu, keterampilan, dan kreativitas.

Foto utama untuk pengujian internal
Baca Juga

Infrastruktur vs Risiko Digital: Dilema Integrasi Kurikulum Keamanan Siber di Sekolah

Di sisi lain, guru memiliki berbagai tanggung jawab, mulai dari menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan asesmen, mengevaluasi hasil belajar, hingga mendampingi perkembangan siswa.

Dalam kondisi tersebut, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pengembangan media pembelajaran.

Melalui teknologi ini, guru dapat memperoleh inspirasi, menyusun rancangan aktivitas, mengembangkan variasi soal, serta menciptakan bahan belajar yang lebih beragam.

Meski demikian, penggunaan AI tidak berarti menggantikan peran guru. Seluruh materi yang dihasilkan tetap harus diperiksa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta ketepatan informasi yang disampaikan.

SMP 4 Minasa Tene
Baca Juga

Pengawas Sekolah Dorong Sinergi dan Peningkatan Mutu Pendidikan di SMP 4 Minasa Tene dan SD 60 Bung

Guru tetap menjadi pihak yang menentukan arah pembelajaran, sementara teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung.

SATU KLIK, Satu Pintu Menuju Beragam Sumber Belajar

Penerapan SATU KLIK diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa. Setelah menentukan tujuan pembelajaran, guru mengembangkan media dengan bantuan AI, melakukan pemeriksaan dan penyempurnaan, kemudian mengintegrasikannya ke dalam website kelas.

Website tersebut menjadi pusat akses berbagai sumber belajar, mulai dari bahan bacaan, video pembelajaran, kuis, permainan edukatif, simulasi, hingga LKPD digital.

Melalui satu halaman, siswa dapat menjelajahi berbagai aktivitas pembelajaran tanpa harus mencari materi di banyak platform yang berbeda.

Ruang belajar digital SATU KLIK dapat diakses melalui:

https://s.id/KELASBUDINI

Salah satu contoh media yang dikembangkan adalah Flip Card Interaktif Makanan Bergizi untuk Siswa Kelas 5, yang dapat dilihat melalui:

https://masriwahidsihombing.my.canva.site/media-flip-card-interaktif-makanan-bergizi-untuk-siswa-kelas-5

IKLAN

Penggunaan website kelas juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari kembali materi setelah kegiatan pembelajaran selesai.

Apabila terdapat penjelasan yang belum dipahami, siswa dapat mengakses bahan belajar, mengulang latihan, atau mengeksplorasi materi secara mandiri selama perangkat dan koneksi internet tersedia.

Dengan pendekatan ini, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan materi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.

Teknologi yang Berorientasi pada Kebutuhan Siswa

Dalam mengembangkan SATU KLIK, saya menyadari bahwa keberhasilan inovasi pendidikan tidak dapat diukur dari banyaknya aplikasi atau kecanggihan teknologi yang digunakan.

Hal terpenting adalah sejauh mana teknologi tersebut benar-benar membantu siswa memahami materi dan mengembangkan kemampuan literasi.

Media pembelajaran yang terlihat menarik belum tentu memberikan manfaat apabila tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. Oleh sebab itu, pemilihan bahan ajar harus mempertimbangkan kemampuan membaca, usia, tingkat pemahaman, dan lingkungan kehidupan peserta didik.

Penggunaan AI juga harus disertai tanggung jawab. Informasi yang dihasilkan perlu diverifikasi, penggunaan gambar dan materi pembelajaran harus memperhatikan hak cipta, serta keamanan dan privasi data siswa wajib dilindungi.

Selain itu, tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat digital dan jaringan internet.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting agar SATU KLIK tidak justru menimbulkan kesenjangan dalam pembelajaran. Guru tetap perlu menyediakan alternatif bahan ajar yang dapat digunakan secara luring bagi siswa yang mengalami keterbatasan akses.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tetap berpijak pada prinsip bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Membangun Budaya Literasi secara Berkelanjutan

SATU KLIK merupakan langkah awal yang masih membutuhkan pengembangan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Keberhasilannya tidak cukup dinilai hanya berdasarkan keberadaan website atau jumlah media pembelajaran yang berhasil dibuat. Dampaknya perlu dilihat dari keterlibatan siswa, kemudahan mereka mengakses materi, serta perkembangan kemampuan literasi setelah mengikuti pembelajaran.

Evaluasi dapat dilakukan melalui hasil asesmen, pengamatan selama pembelajaran, angket siswa, maupun perbandingan capaian belajar dalam periode tertentu.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk memperbaiki materi, menyempurnakan aktivitas, dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

Bagi guru, SATU KLIK dapat menjadi ruang untuk terus berkreasi dan mengembangkan kompetensi digital. Sementara bagi siswa, inovasi ini membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih variatif, fleksibel, dan interaktif.

Saya percaya bahwa perubahan dalam pendidikan tidak harus selalu dimulai melalui program besar atau teknologi yang mahal.

Terkadang, perubahan justru berawal dari keberanian seorang guru untuk mengenali persoalan di kelas, mencoba pendekatan baru, mengevaluasi hasilnya, lalu memperbaikinya secara bertahap.

SATU KLIK bukan semata-mata inovasi tentang AI dan website. Lebih dari itu, inovasi ini merupakan upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus menjadikan teknologi sebagai bagian dari solusi pendidikan.

Harapannya, kegiatan literasi tidak berhenti ketika bel sekolah berbunyi. Dengan pendampingan guru, sumber belajar yang tepat, dan kesempatan untuk terus berlatih, siswa dapat mengembangkan kemampuan literasinya kapan pun dan di mana pun.

Sebab, satu klik bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari terbukanya kesempatan untuk membaca, memahami, mengeksplorasi, dan terus belajar.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/satu-klik-ikhtiar-guru-menghidupkan-literasi-di-ruang-digital/98140/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.58 WITA

  • #Artificial Intelligence
  • #Guru
  • #Literasi Digital
  • #Media Pembelajaran
  • #inovasi pembelajaran
  • #pendidikan
  • #sekolah
  • #website kelas

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.