Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Rendahnya Literasi Membaca Harus Jadi Perhatian Setiap Daerah

Rendahnya Literasi Membaca Harus Jadi Perhatian Setiap Daerah

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 Juli 2022, 13.53 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rendahnya Literasi Membaca Harus Jadi Perhatian Setiap Daerah
Wakil Bupati Pakpak Barat Mutsyuhito Solin

Medan, Jurnalpost.com - Hasil Assement Kompetensi Minimum (AKM) sebagaimana diumumkan Kemdikbudristek beberapa waktu lalu, menjadi cambuk bagi Sumatera Utara. Pasalnya, hasil AKM itu menunjukkan, tidak sampai 50 persen siswa sekolah dasar di Sumatera Utara mampu mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca.

Padahal literasi merupakan keterampilan kunci untuk membangun sumber daya manusia (SDM). Hanya dengan terampil membaca, siswa mampu memahami pengetahuan, menguasai keterampilan teknis, membuat keputusan, dan bekerja sama. Rendahnya keterampilan literasi menjadi salah satu penyebab rendahnya mutu SDM di Sumut. Pemda diharapkan sudah punya strategi untuk memperbaiki hasil AKM menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

IKLAN

Pemda harus serius merespons hasil AKM ini, karena hal itu merupakan bagian dari rapor pendidikan yang mengukur kinerja pendidikan di masing-masing daerah. "Keberhasilan pemerintah daerah meningkatkan hasil AKM di bidang literasi membaca, akan menjadi salah satu indikator kemajuan pembangunan pendidikan di daerah," terang Wakil Bupati Pakpak Barat Mutsyuhito Solin, di Medan, Selasa (12/7/2022).

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Menurut Mutsyuhito, langkah Kemdikbudristek menjadikan literasi membaca sebagai salah satu indikator kinerja pendidikan merupakan kebijakan yang tepat. Secara internasional, literasi membaca sudah lama digunakan untuk mengukur kemajuan pendidikan di berbagai negara. Salah satu pengukuran internasional yang menggunakan literasi membaca sebagai indikatornya adalah Programme for International Student Assessment (PISA). Pengukuran ini dilakukan oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di 85 negara. "Selama 18 tahun mengikuti PISA, kemampuan membaca anak-anak di Indonesia hanya berada di skor 371. Artinya selama 18 tahun, Indonesia belum banyak melakukan perubahan," ungkapnya.

Mutsyuhito mengatakan Pakpak Barat sendiri merespons hasil AKM dengan memprioritaskan perbaikan mutu guru. Guru menjadi faktor kunci. Semakin baik kemampuan guru mengajarkan literasi membaca, akan semakin meningkatkan siswa dalam menggunakan keterampilan literasi.

IKLAN

Ada empat langkah yang dilakukan Pakpak Barat: Pertama, setiap Kepala Sekolah wajib membuka hasil AKM sekolah masing-masing dengan mengajak serta seluruh gurunya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar civitas akademika sekolah mengerti kekuatan dan kelemahan sekolah dan mampu menyusun program untuk mengatasi persoalan masing-masing. Sebelum tahun ajaran baru dimulai setiap sekolah telah menghasilkan rencana kegiatan untuk merespons rapor sekolah masing-masing di tiga bidang, yakni literasi, numerasi, dan karakter.

Kedua, setiap guru harus memperbaharui dan meningkatkan kompetensinya secara terus menerus. Saat ini guru perlu dilatih untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang dilakukannya dan menyusun rencana pembelajaran yang baru untuk mengatasi hal-hal yang dinilai tidak efektif. Sebagaimana kita ketahui 3 langkah refleksi guru adalah mendeskripsikan suasana pembelajaran, mengevaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, dan menyusun rencana baru untuk mengatasi bagian-bagian proses yang dinilai tidak efektif.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketiga, menggunakan forum Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah (MKKS) sebagai saran pengembangan kapasitas. Forum-forum ini harus dihidupkan kembali agar penataan pendidikan lebih meluas menjangkau semua sekolah-sekolah kita.

Keempat, membangun kerja sama dengan berbagai organisasi yang concern terhadap peningkatan mutu guru. Ada berbagai organisasi yang dapat diandalkan untuk membantu sebagaimana yang telah kita manfaatkan selama ini seperti Ikatan Guru Indonesia, Djalaluddin Pane Foundation, dan Gerakan Sumut Mengajar.

Program-program pengabdian masyarakat para dosen dari kampus-kampus seperti Universitas Negeri Medan (UNIMED). Salah satu kerja sama dengan UNIMED yang sudah Pakpak Barat manfaatkan, adalah pelatihan guru untuk peningkatan literasi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini.

Mutsyuhito menambahkan penataan pendidikan untuk meningkatkan hasil literasi membaca, bukanlah sesuatu yang rumit. Pemda dapat menggunakan dan mengadopsi banyak program dari Kemendikbud seperti program sekolah penggerak, program guru penggerak, kurikulum merdeka, untuk meningkatkan mutu guru. Yang diperlukan adalah kesiapan dan kemandirian, serta kepercayaan diri para Kepala Sekolah dan guru untuk mempelajari dan mengimplementasikannya. "Pemda berperan memfasilitasi melalui anggaran dan regulasi," pungkasnya. (*)

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/rendahnya-literasi-membaca-harus-jadi-perhatian-setiap-daerah/35190/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.