• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Vendor-Managed Inventory (VMI) sebagai Penerapan Sistem Manajemen Rantai Pasok

Editor Redaksi
7 Mei 2024
in Artikel
Supply Chain Management (Sumber : whyframestudio Istock)

Pendahuluan
Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok merupakan upaya pemasok untuk mengembangkan dan menerapkan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin (Bangun et al., 2023). SCM mencakup berbagai jenis elemen seperti pemasok, produsen, distributor, pedagang, dan konsumen, yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan, mengolah, mengemas, mendistribusikan, dan akhirnya mengkonsumsi produk atau layanan (Adi Djoko Guritno & Harsasi., 2019). Kesimpulannya, manajemen rantai pasok meliputi berbagai tahap, dan proses yang saling terkait dalam mengantarkan produk atau layanan dari produsen hingga konsumen akhir. Setiap proses dan tahapan yang dilalui tentunya harus memiliki strategi yang baik, salah satunya dalam hal pemasok (supplier). Seorang pemasok harus memiliki strategi agar barang yang diproduksinya dapat terdistribusi dan tidak adanya lonjakan permintaan akibat kurangnya penawaran. Salah satu strategi yang digunakan pemasok ialah vendor-managed inventory (VMI). VMI merupakan strategi manajemen persediaan dimana pemasok mengambil tanggung jawab penuh untuk memantau dan mengelola tingkat persediaan pelanggan (Owusu Kwateng et al., 2022), yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya persediaan, dan memastikan ketersediaan produk yang tepat waktu
Peran VMI dalam Manajemen Rantai Pasok

Jumlah permintaan (demand) yang tidak menentu dalam suatu pasar, membuat pemasok (supplier) sulit dalam menentukan jumlah produksi. Vendor-managed inventory hadir sebagai solusi untuk sebuah masalah tersebut. Berbeda dengan model bisnis biasa, dimana pembeli/ pelanggan bertanggung jawab untuk menentukan volume persediaan dan melakukan pemesanan kapanpun diperlukan. Namun, dalam sistem yang dikelola VMI ini, tanggung jawab itu dialihkan dari pembeli/pelanggan ke pemasok, dimana pemasok juga diberikan dalam akses untuk melihat data jumlah persediaan barang pelanggan, dimana prinsip ini memungkinkan pemasok untuk mengelola persediaan secara lebih efisien. VMI memiliki peranan penting dalam keberlangsungan jumlah produksi yang stabil dan dapat membantu mengurangi ketidaksesuaian antara permintaan pelanggan dan jumlah produksi.

Tahapan Proses VMI
A. Vendor akan mengirimkan kontrak perjanjian yang memuat keputusan mengenai kepemilikan, jadwal/waktu barang akan dikirim, persyaratan kredit, tanggung jawab pemesanan dan ukuran performansi seperti tingkat layanan atau persediaan, apabila diperlukan nantinya, dan ditandatangani oleh kedua pihak yaitu pembeli dan supplier (Sitompul et al., 2015).

B. Pembeli harus transparan dalam jumlah ketersediaan barang yang dimilikinya dengan memberikan akses kepada vendor dalam melihat jumlah ketersediaan barang/produk yang dimiliki.

C. Selanjutnya, vendor akan mengawasi jumlah ketersediaan barang mereka, dan tren penjualan di tempat pembeli dan melakukan perhitungan kapan barang/produk akan dilakukan pengisiian ulang berdasarkan permintaan dan waktu pemesanan

D. Vendor akan melakukan pemeriksaan ulang dan melaksanakan pengisiian ulang produk.

Keuntungan Sistem VMI
Vendor-managed inventors memiliki beberapa keuntungan, baik bagi pemasok maupun pembeli, yaitu:

a. Bagi Pemasok (supplier)

1. Pengurangan Biaya Penyimpanan
Dengan adanya sistem VMI, vendor tidak perlu memikirkan biaya tambahan dalam penyimpanan, sehingga dapat melakukan penghematan biaya.

2. Peningkatan Frekuensi Penjualan
Dengan VMI, peningkatan frekuensi penjualan pasti akan terjadi, mengingat para vendor sudah menguasai pasar dan mengetahui jumlah permintaan dengan baik.

3. Meningkatnya jumlah koneksi
Dengan adanya hubungan timbal balik antara vendor dan pembeli, memungkinkan vendor memiliki koneksi yang lebih besar lagi dengan pembeli lainnya, sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi.

b. Bagi Pembeli

1. Pengurangan Biaya Pembelian
Dengan adanya kerjasama dengan vendor, pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar, dan dapat menghemat biaya.

2. Tingkat Ketersediaan Barang yang rendah
Dengan vendor yang selalu mengirimkan barang sesuai jumlah ketersediaan barang, meminimalisir barang tersebut kadaluarsa.

3. Tidak Perlu Safety Stock
Pembeli tidak perlu khawatir akan kekurangan jumlah ketersediaan barang yang dimiliki, dan tidak perlu melakukan penyetokan barang, karena telah memiliki vendor yang selalu mengirimkan barang. 

Daftar Pustaka
Adi Djoko Guritno, I., & Harsasi, M. (2019). Pengantar Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management).
Bangun, R., Ahrisa Putri, D., Abidin, Z., Dara Lufika, R., Sekarningtyas, H., Purwanda, E., Sofyan, H., Nurmala Sari, P., Arfawi Kurdhi, N., Faza, I., Djati Satmoko, N., Ganda Sukmaya, S., Agung Dermawan, A., & Akmarul Putera, D. (2023). MANAJEMEN RANTAI PASOK. www.freepik.com
Owusu Kwateng, K., Fokuoh, B., & Tetteh, F. K. (2022). The relationship between vendor managed inventory and operational performance. Modern Supply Chain Research and Applications, 4(3), 202–222. https://doi.org/10.1108/mscra-03-2022-0009
Saputra, D. (2021). Vendor Managed Inventory (VMI): Definisi, Cara, Keuntungan, dan Risiko – SCM Guide. [online] scmguide.com. Available at: https://scmguide.com/id/apa-itu-vendor-managed-inventory-dan-manfaat-untuk-anda/.
Sitompul, C., Teknologi Industri, F., & Teknik Industri, J. (2015). Perancangan Model VMI (Vendor Managed Inventory) dengan Satu Pemasok dan Banyak Retailer yang Meminimasi Ongkos Total Rantai Pasok.

Penulis: Ben Yamin Deaz Parhusip (Teknik Industri, FTMM, Universitas Airlangga)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.