
GRESIK, JURNALPOST – PRP Mangrove Mengare merupakan kawasan ekowisata berbasis konservasi mangrove yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan lingkungan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Selain berperan dalam menjaga ekosistem pesisir, kawasan ini juga menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat melalui berbagai aktivitas wisata, mulai dari jelajah sejarah, penyewaan perahu, jasa pemandu wisata, hingga usaha mikro yang berkembang di sekitar kawasan.
Namun, berdasarkan hasil observasi, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama keterbatasan sumber daya manusia, sistem manajemen usaha, serta strategi promosi digital.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis digital tourism marketing.
Program yang menjadi bagian dari skema PkM Edu tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya dalam pengelolaan usaha dan pemasaran destinasi melalui platform digital.
Ketua tim pengabdian, Dwi Laila Maulida, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku wisatawan dalam mencari informasi dan menentukan destinasi yang akan dikunjungi.
Menurutnya, destinasi berbasis komunitas seperti PRP Mangrove Mengare perlu memperkuat identitas merek sekaligus meningkatkan kehadirannya di ruang digital agar mampu menjangkau calon wisatawan secara lebih luas.
“Melalui program ini kami ingin membantu pengelola membangun identitas destinasi yang lebih kuat, meningkatkan kemampuan mengelola media digital, serta memperluas jangkauan promosi sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata secara berkelanjutan,” kata Dwi Laila Maulida.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya manajemen usaha dan pemasaran digital. Program kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis untuk mengoptimalkan pemasaran PRP Mangrove melalui kanal digital.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan website resmi kawasan PRP Mangrove sebagai etalase digital yang memuat informasi destinasi, profil kawasan, serta berbagai aktivitas yang dapat dinikmati wisatawan.
Selain itu, tim pengabdian juga memperkenalkan penggunaan QR code yang dapat digunakan pengunjung untuk memberikan testimoni terkait pengalaman mereka selama berwisata di kawasan tersebut.
Kegiatan ini diikuti perwakilan perangkat desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengurus Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) sebagai pelaku utama pengelolaan kawasan, serta masyarakat setempat.
Ketua Pokmaswas, Fadhil, memberikan apresiasi kepada tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut sesuai dengan kebutuhan pengembangan PRP Mangrove saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Tim Pengabdian dari UPN ‘Veteran’ Jawa Timur yang telah memilih PRP Mangrove sebagai lokasi pemberdayaan masyarakat. Program yang dibawa bisa menjadi salah satu solusi permasalahan yang sedang kami hadapi sehingga adanya peningkatan pengunjung atau kegiatan yang dilakukan di PRP Mangrove dapat menambah ekonomi warga sekitar,” ujar Fadhil.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Kami tidak hanya ingin peningkatan pengunjung semata, tetapi juga tetap menjaga lingkungan yang ada. Semoga ke depannya kami tetap didampingi setelah adanya program ini sampai kami bisa menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam penguatan promosi digital, tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur turut menyerahkan website resmi PRP Mangrove kepada pengelola kawasan.
Pada tahap awal, pengoperasian website masih akan didampingi oleh tim pengabdian. Pendampingan dilakukan agar anggota Pokmaswas nantinya mampu mengelola dan memperbarui informasi di dalam website secara mandiri.
Selain memberikan manfaat bagi pengelola destinasi dan masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 5 dan IKU 7.

Program ini juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Upaya pemberdayaan tersebut sekaligus sejalan dengan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan transformasi digital di kawasan wisata.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah, PRP Mangrove Mengare diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi ekowisata mangrove yang memiliki identitas kuat, dikenal lebih luas melalui platform digital, serta mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Gresik.




