
Surabaya, JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur berhasil menyelesaikan Project Pengabdian Masyarakat untuk mata kuliah Agama Islam dengan fokus pada penguatan Moderasi Beragama. Kegiatan yang diberi judul “Menjalin Toleransi dan Kerukunan di Tengah Keberagaman” ini dilaksanakan di tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan sejak usia dini. Program ini merupakan respons atas meningkatnya polarisasi dan tantangan intoleransi dalam kehidupan beragama, termasuk di lingkungan pendidikan.
Sebagai pembina kegiatan, Taufikurrahman menjelaskan bahwa program ini menjadi tahapan lanjutan di kelas. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen pionir moderasi beragama di masyarakat dengan mempraktikkan nilai-nilai tersebut di lembaga masing-masing.
“Di kelas, siswa sudah mengenal teori dasar mengenai moderasi beragama dan literasi digital. Kegiatan ini merupakan kelanjutannya, agar mereka dapat menerapkan kemampuan tersebut secara nyata—seperti mengenali hoaks, berdialog dengan santun, serta menjaga ruang digital tetap harmonis,” kata Taufikurrahman.
Kegiatan utama dari proyek ini adalah sosialisasi dan edukasi mengenai konsep moderasi beragama dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak SD. Moderasi beragama sendiri adalah sikap tengah yang menolak segala bentuk ekstremitas, menekankan kebijaksanaan, toleransi, dan pengendalian diri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep tersebut, menumbuhkan sikap toleran terhadap perbedaan (ras, golongan, agama, budaya, dan pendapat), serta mengurangi potensi konflik atau bullying di sekolah.
Proyek ini disusun dan dilaksanakan oleh Kelompok 2 Kelas G730 mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dan berada di bawah bimbingan Dosen Pengampu, Bapak Dr. Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd.. Sasaran utama kegiatan ini adalah Anak-Anak Sekolah Dasar, yang merupakan kelompok usia penting dalam tahap pembentukan karakter dan pemahaman sosial.
Kegiatan sosialisasi ini telah sukses dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025. Lokasi proyek pengabdian masyarakat ini adalah SDN Medokan Ayu 1, yang berada di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan materi hingga aksi lapangan dan refleksi, berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini didorong oleh tantangan keberagaman yang dihadapi Indonesia, seperti gejala intoleransi, polarisasi, dan penyebaran informasi keagamaan yang keliru. Penguatan moderasi beragama dinilai mendesak karena memiliki peran vital dalam membentuk pribadi yang terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi yang interaktif dan diselingi dengan berbagai permainan edukatif. Alur kegiatan dimulai dari tahap persiapan materi, sosialisasi kepada pihak sekolah, hingga pelaksanaan inti. Materi moderasi beragama disampaikan secara interaktif melalui cerita, contoh situasi sehari-hari, dan diskusi. Media pembelajaran berupa “Pohon Rukun” digunakan untuk membantu siswa menuliskan dan menempelkan perbedaan mereka, seperti hobi atau warna kesukaan. Alat ini secara visual membantu siswa memahami bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan tidak menghalangi kerukunan.: Kegiatan dilanjutkan dengan aksi lapangan berupa tanya jawab dan permainan kolaboratif yang secara langsung mendorong siswa untuk mempraktikkan toleransi dan menghargai perbedaan.
Pelaksanaan sosialisasi di SD Medokan Ayu 1 berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan, terlepas dari kendala kecil.Dari kegiatan penyuluhan ini siswa mampu memahami makna toleransi dan pentingnya menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan efektif untuk usia sekolah dasar, menghasilkan interaksi positif antar siswa. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa UPN Jatim ini berhasil menanamkan praktik nilai-nilai Pancasila.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tentang moderasi beragama yang dilaksanakan di SDN Medokan Ayu 1, diharapkan nilai-nilai toleransi, sikap saling menghormati, dan hidup rukun dalam keberagaman dapat semakin tertanam pada peserta didik serta tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.




